Fitur

Pertaruhan Besar Para Bintang Di ONE: INSIDE THE MATRIX IV

Hari Jumat, 20 November ini, ONE Championship siap menutup rangkaian gelaran utama paling mendebarkan dengan ajang ONE: INSIDE THE MATRIX IV.

Perhelatan yang sebelumnya telah direkam ini akan menampilkan kickboxer papan atas yang siap kembali meraih penebusan, laga pendukung utama (co-main event) dengan dua Juara Dunia Muay Thai, serta tiga pertandingan seni bela diri campuran yang memukau.

Sebelum aksi luar biasa di Singapura ini berlangsung, mari kita simak alasan di balik perjuangan tiap atlet yang akan tampil dalam ajang ini.

Aslanbek Zikreev & Wang Junguang

Laga utama malam itu menghadirkan mantan penantang gelar Juara Dunia ONE “Golden Boy” Wang Junguang, yang menghadapi pendatang baru Aslanbek Zikreev dalam laga catch weight 58,3 kilogram.

Setelah mencetak kemenangan KO gemilang pada ronde pertama dalam debutnya, Oktober 2019 silam, Wang gagal menaklukkan legenda Thailand, Sam-A Gaiyanghadao dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight perdana di bulan Desember.

Sebelas bulan setelah laga tersebut, penduduk asli provinsi Henan ini siap memulai perjalanannya demi sebuah penebusan. Atlet berjuluk “Golden Boy” ini, yang adalah penantang peringkat kedua divisi strawweight kickboxing, mengincar kesempatan laga ulang melawan Sam A. Yang terpenting, ia ingin menjadi pria pertama asal Tiongkok yang menjadi Juara Dunia ONE.

Untuk mewujudkan itu, Wang wajib mengalahkan seorang pendatang baru, Zikreev.

Debutan ini adalah Juara Muay Thai Rusia dan Eropa yang ingin menciptakan dampak besar secara instan di ajang ONE Super Series.

Tak diragukan lagi, kemenangan atas “Golden Boy” tersebut akan menjadi pernyataan besar bagi Zikreev dalam laga perdananya di atas panggung dunia.

Rocky Ogden & Joseph Lasiri

Mungkin ada kewenangan untuk membanggakan diri bagi dua atlet yang berlaga di partai pendukung utama ini. Keduanya, yang berstatus Juara Dunia Muay Thai, berlaga untuk sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Di usia yang cukup muda, 21 tahun, Juara Dunia WPMF Muay Thai Rocky Ogden adalah salah satu bintang muda paling berbakat di dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Kesatria kelahiran Australia itu menghadapi tantangan berat dalam debutnya, dimana ia harus mengakui keunggulan Sam-A dalam laga perdana perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai bulan Februari lalu. Namun, sama seperti Wang, Ogden yakin dirinya dapat kembali meraih laga ulang (rematch) dan melengserkan atlet legendaris Thailand itu.

Penantang peringkat kedua divisi strawweight Muay Thai ini akan mengambil langkah yang cukup berat Jumat ini, saat ia menghadapi lawan di luar divisinya, Juara Dunia WBC Muay Thai Joseph “The Hurricane” Lasiri, dalam laga catch weight 59 kilogram.

Lasiri merupakan penantang yang sangat berbahaya dengan tabiatnya yang mampu menerima serangan sembari membalas. Pria Italia ini melewati berbagai pertarungan jarak dekat dan mengalami sebuah ‘momen penentu’ saat dirinya menjadi orang pertama – dan satu-satunya – yang mengalahkan penantang peringkat ketiga bantamweight kickboxing Hiroki Akimoto.

Sementara Ogden akan ingin kembali menjalani laga perebutan gelar, “The Hurricane” akan mencoba mencetak sebuah kejutan. Jika Lasiri mampu mengalahkan atlet Australia ini, ia mungkin dapat turun satu divisi dan memulai perjalanannya menuju perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai.



Bruno Pucci & Kwon Won Il

Persaingan dalam divisi bantamweight menjadi semakin ketat manakala mantan bintang featherweight Bruno “Puccibull” Pucci dan “Pretty Boy” Kwon Won II memiliki determinasi tinggi demi melangkah maju menuju Kejuaraan Dunia ONE Bantamweight dan menghadapi Bibiano “The Flash” Fernandes.

Meskipun begitu, keduanya harus berjuang demi meraih posisi teratas, sebab hanya akan ada satu pria yang berhak menjadi penantang.

Tak diragukan lagi bahwa Pucci adalah salah satu grappler terbaik dalam divisinya. Atlet Brasil ini dua kali menjadi Juara Dunia BJJ No-Gi, dimana ia pun telah meningkatkan kemampuan stand-up miliknya beberapa tahun terakhir ini. Ditambah lagi, dengan bayi yang akan segera lahir, ia memiliki motivasi lebih besar untuk meraih kesuskesan dalam dunia bela diri campuran.

Meski Kwon tak akan menjadi seorang ayah dalam beberapa bulan ke depan, dengan tiga kemenangan menggemparkan yang diraihnya pada ronde pertama bersama ONE, ia adalah salah satu striker paling berbahaya dalam divisi bantamweight.

Kendati demikian, atlet fenomenal Korea Selatan ini memiliki cukup pengalaman berkutat dengan para grappler. Ia pun meyakini bahwa permainannya siap untuk menghadapi serangan Pucci, dimana ia mendapatkan kesempatan menampilkan permainan ground yang telah berkembang, Jumat nanti.

Kedua kompetitor ini memiliki kemahiran tinggi dalam bidang mereka masing-masing, namun hanya ada satu atlet yang dapat keluar sebagai pemenang di ONE: INSIDE THE MATRIX IV.

Ryogo Takahashi & Yoon Chang Min

Laga divisi featherweight ini akan menampilkan pertemuan mendebarkan antara dua atlet agresif, dimana pemenangnya mungkin akan mampu memasuki daftar Peringkat Resmi Atlet ONE.

Juara Shooto Pacific Rim Ryogi “Kaitai” Takahashi telah delapan kali menang beruntun sebelum Juara Dunia ONE Featherweight yang baru, Thanh Le, mematahkan rekornya Januari lalu. Itu menandai kekalahan pertama pria Jepang tersebut selama enam tahun terakhir, namun ia siap kembali bangkit, memulai rentetan kemenangan baru dan meraih laga ulang melawan rival terberatnya itu.

Namun, akan sangat sulit memulai rangkaian kemenangan itu saat ia harus menghadapi superstar baru yang belum memiliki tanda-tanda kelemahan.

“The Big Heart” Yoon Chang Min menguasai beberapa disiplin bela diri dan mampu memadukan keterampilannya demi menjadi atlet tak terhentikan dalam dunia bela diri campuran. Memiliki rekor 4-0 dalam catatan karier belianya, ia mendominasi setiap pria yang dihadapinya – dimana mereka semua terhenti sebelum pertengahan ronde kedua.

Saat Yoon bertemu Takahashi, ia akan menghadapi lawan tersulit dalam kariernya. Dan jika mampu mengalahkan Juara Shooto Pacific Rim itu, hasil ini akan dapat menjadikan seluruh atlet featherweight mengantisipasi kehadiran dirinya.

Maira Mazar & Choi Jeong Yun

Laga pembuka ajang malam itu akan menjadi panggung pertempuran menarik antar dua bintang wanita yang sedang naik daun.

Maira Mazar tercatat sebagai penantang peringkat kelima divisi strawweight wanita. Atlet Brasil itu mengalami kesulitan saat debut promosionalnya bulan Januari silam, manakala ia harus mengakui keunggulan Ayaka “Zombie” Miura yang kini bertengger di peringkat keempat. Maka, ia pun mengaku termotivasi demi membuktikan dirinya layak berada dalam daftar Peringkat Resmi Atlet ONE.

Untuk melakukan ini, ia pun naik divisi dan menerima laga catch weight 61,35 kilogram melawan debutan Korea Selatan, Choi Jeong Yun, yang sampai saat ini masih tak terkalahkan setelah sukses bertransisi ke dalam bela diri campuran dari kickboxing. Ia pun kerap menggunakan senjata stand-up demi menumbangkan tiap lawan yang berada dihadapannya.

Jumat ini, Choi bertekad mempertahankan catatan rekor tak terkalahkan dan rangkaian KO miliknya. Jika ia berhasil mengatasi penantang peringkat kelima divisi strawweight ini, atlet Korea Selatan ini layak membawa dirinya sebagai kekuatan baru dalam dunia bela diri campuran.

Baca juga: 7 Fakta Menarik Tentang Juara Dunia BJJ Bruno Pucci