Wang Junguang Ingin Raih ‘Kemenangan Sempurna’ Di Laga Utama

Wang Junguang at ONE DAWN OF VALOR DC IMGL7498

Setelah melewati beberapa bulan yang penuh ketidakpastian dan kecemasan akibat pandemi COVID-19, “Golden Boy” Wang Junguang berencana memperlihatkan aksi menawan bagi para penggemar di seluruh dunia – terutama mereka yang ada di negara asalnya.

Hari Jumat, 20 November ini, bintang Tiongkok tersebut akan menghadapi Juara Muay Thai Rusia dan Eropa Aslanbek Zikreev dalam laga utama ajang ONE: INSIDE THE MATRIX IV, yang sebelumnya telah direkam di Singapura.

“Saya sangat bangga untuk bertanding mewakili negara saya dalam waktu yang istimewa ini,” kata Wang. “Saya akan mencetak kemenangan sempurna bagi kota kelahiran saya, Henan, pusat seni bela diri di Tiongkok.”

Chinese kickboxing phenom Wang Junguang 🥊 KNOCKS OUT 🥊 Federico Roma in a dominant ONE Super Series debut!

Chinese kickboxing phenom Wang Junguang 🥊 KNOCKS OUT 🥊 Federico Roma in a dominant ONE Super Series debut!📺: How to watch 👉 bit.ly/ONEDAWNVALOR🏨: Book your hotel 👉 hotelplanner.com📱: Watch on the ONE Super App 👉 bit.ly/ONESuperApp🏷: Shop Official Merchandise 👉 bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Friday, October 25, 2019

Sebuah kemenangan yang menjadi sorotan akan menutup rangkaian gelaran utama terbaik ONE Championship dengan gemilang, dimana penantang peringkat kedua divisi strawweight kickboxing ini akan semakin dekat dalam laga ulang perebutan gelar Juara Dunia dengan sang legenda, Sam-A Gaiyanghadao.

Tidak ada keraguan bahwa Wang mampu meraih prestasi tersebut.

Dalam debutnya, atlet bergaya rambut mohawk ini sukses menghentikan perlawanan Federico “The Little Big Man” Roma. Ia mencetak dua knockdown atas petarung Argentina tersebut melalui serangan siku dan pukulan. Dan akhirnya, sebuah teep ke arah wajah dan rentetan kombinasi pukulan memaksa wasit menghentikan laga, tepat satu detik sebelum ronde pertama usai.

“Saya menetapkan ritme dan mencetak knockdown. Saya tahu ia akan merangsek maju saat itu, karena saya telah unggul dalam poin. Maka saya melangkah mundur, mencari celah, kemudian mencetak knockdown sekali lagi,” kenang atlet asal Henan ini tentang kemenangan dalam laga tersebut.

“Saya tahu jika ada tiga knockdown di dalam satu ronde, laga akan berakhir. Maka, saya harus memukul dengan keras.”



Kemenangan spektakuler atas Roma itu membawa Wang menuju perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing perdana bersama Sam-A, Desember lalu.

“Golden Boy” memasuki Circle dengan agresif, dimana ia menekan cepat dan melepaskan serangan bertenaga tinggi. Namun seiring berjalannya laga, superstar Thailand itu memperlambat ritme petarung Tiongkok ini, membalas dengan keras dan melakukan apa yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan mutlak dan merebut gelar perdana itu.

Kesempatan emas yang terlewatkan tersebut sangat membebani pikiran Wang, namun tidak membuatnya jatuh. Alih-alih, atlet kelahiran 25 tahun silam ini lebih termotivasi untuk membuat kekalahan itu sebagai motivasinya, dimana ia lebih bersemangat lagi dalam usahanya meraih kesempatan lain.

“Saya tahu saya mengecewakan para penggemar saat laga Kejuaraan Dunia lalu, namun saya masih mengetahui bahwa saya dapat mengalahkan Sam-A,” tegasnya.

“Saya adalah satu-satunya [atlet] yang memberinya masalah besar dalam divisi ini, dan percayalah, saya akan memberikan masalah yang lebih besar nanti. Saya ingin membawa pulang sabuk ini dan menjadi pria Tiongkok pertama yang berhasil menjadi Juara Dunia ONE.”

Sam A Gaiyanghadao defeats Wang Junguang at ONE MARK OF GREATNESS DW 2796.jpg

Untuk mewujudkan impian terbesarnya, Wang terlebih dahulu harus mengalahkan Zikreev, yang juga ingin tampil mengesankan dalam laga debutnya.

Seperti lawannya, atlet Rusia ini juga dikenal dengan arsenal eksplosif dan kecenderungan untuk melemparkan rentetan kombinasi serangan, dengan tendangan kanan khasnya ke arah tubuh.

Wang diprediksi akan mengatur ritme pertandingan, menghindari serangan terbaik lawannya, serta memastikan strategi bertandingnya. Dan jika “Golden Boy” mampu mencetak “kemenangan sempurna” yang dibayangkannya, mungkin sebuah kesempatan kedua untuk mencetak sejarah akan menjadi miliknya dalam waktu dekat.

Baca juga: Cara Menyaksikan ONE: INSIDE THE MATRIX IV

Selengkapnya di Berita

Suriyanlek Por Yenying Tomyamkoong Bhumjaithai ONE Friday Fights 41 23 scaled
Eko Roni Saputra Hu Yong ONE Fight Night 15 28 scaled
Yamin JoachimOuraghi 1920X1280
Adrian Lee
Milena Sakumoto Bianca Basilio ONE163 1920X1280 42
Smilla Sundell Allycia Hellen Rodrigues ONE Fight Night 14 20 scaled
Superlek Kiatmoo9 Rodtang Jitmuangnon ONE Friday Fights 34 55
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 9
Smilla Sundell Allycia Hellen Rodrigues ONE Fight Night 14 25 scaled
Yamin PK Saenchai Zhang Jinhu ONE Friday Fights 33 29
Hiroki Akimoto Petchtanong Petchfergus ONE163 1920X1280 4
Nong O Hama Kulabdam Sor Jor Piek Uthai ONE Friday Fights 58