Rocky Ogden Siap Hadapi Tantangan Berat Dalam Diri Joseph Lasiri

Lachy Rocky Ogden

Rocky Ogden tak pernah takut menghadapi tantangan apapun dalam kehidupannya – baik perpindahannya ke Thailand saat remaja atau melawan sang legenda Sam-A Gaiyanghadao demi gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai dalam debutnya di rangkaian ONE Super Series

Sepanjang perjalanannya, perwakilan Boonchu Gym ini selalu ingin mengembangkan dirinya dengan maju menghadapi tantangan. Ia akan mendapatkan kesempatan berikutnya untuk melakukan ini dalam laga catch weight 59 kilogram Muay Thai melawan Joseph “The Hurricane” Lasiri di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX IV, Jumat, 20 November ini.

Sebelum aksi berlangsung di ajang yang sebelumnya direkam di Singapura ini, mari kita lihat perjalanan pria asal Australia ini sebelum ia menjadi kompetitor kuat di atas panggung dunia hari ini.

Masa Kecil Di Queensland

Australian Muay Thai athlete Rocky Ogden makes his ONE debut

Ogden terlahir di Redcliffe, Queensland, Australia, dimana ia bertumbuh besar di sana dengan orang tua dan ketiga kakaknya, Josh, Nathan dan Jaiden.

Ayahnya, Gavin, memiliki bisnis pengecoran dan ibunya, Evon, bekerja sebagai staf administrasi di bagian UGD sebuah rumah sakit lokal. Meski sebuah keluarga dengan empat anak muda dapat sangat menyulitkan, mereka adalah unit yang sangat erat.

“Saya mendapatkan keluarga yang bagus, kami selalu menjadi sangat dekat dan orang tua saya selalu mendukung saya sebisa mungkin,” kata Ogden.

“Saya dan kakak-kakak saya memiliki selisih dua tahun, dan saya yang termuda, dan dalam beberapa waktu [hidup saya] penuh siksaan – mereka tidak pernah memberi hari yang mudah bagi saya – namun itu adalah masa kecil yang cukup normal dan kami masih sangat dekat.”

Seperti saudara-saudaranya, anak termuda ini memiliki kesukaan akan olahraga yang memicu adrenalin. Dan sementara ia adalah murid yang pandai di sekolah, Ogden selalu tertarik dengan hal lainnya.

“Saat saya muda, saya selalu menyukai skateboarding dan berselancar – hal-hal seperti itu. Semua dan apapun yang memiliki ketegangan tersendiri,” katanya.

“Saya selalu menjadi murid yang baik. Saya akan melakukan kenakalan seperti anak-anak lain, namun tak pernah membolos atau apapun itu. Saya hanya mengetahui bahwa saya tak akan mengejar [pendidikan] itu.”

Perjalanan Menuju Muay Thai

https://www.instagram.com/p/-dh4pDKdfG/

Alasan mengapa atlet dari Boonchu Gym ini tak pernah tertarik pada pendidikan adalah bahwa ia sangat terpincut oleh Muay Thai dan ingin berkarier di sana.

Sang ayah membuat anak-anaknya memulai dalam disiplin taekwondo, tetapi kecenderungan anggota keluarga Ogden termuda ini akan olahraga ekstrim membawanya memasuki disiplin striking ini.

“Ayah saya selalu menyukai seni bela diri, dimana ia membuat saya dan kakak-kakak saya mempelajari bagaimana cara melindungi diri kami sendiri,” kata striker Australia ini.

“Saat saya berusia 10 tahun, saya memulai taekwondo. Saya melakukan itu selama satu tahun dan cukup baik, namun itu menjadi cukup membosankan. Kakak saya mengatakan saya harus mencoba Muay Thai, maka kami semua mengikuti kelas itu. Saya mencoba dan menyukainya.

“Saya cukup bagus, maka saya tetap menekuninya. Saya beberapa kali berlaga saat usia yang ke-12, lalu sempat beristirahat bersama teman-teman. Namun saat berusia 15 tahun, saya mulai kembali berlaga.”



Terjun Penuh Dalam “Seni Delapan Tungkai”

https://www.instagram.com/p/B2DYUiBpQyV/

Saat kembali menekuni Muay Thai, Ogden menyadari bahwa itulah panggilan hidupnya. Ia tak ingin hanya menjadi “seorang anak lain yang tak mencapai apapun,” dan mendedikasikan diri pada disiplin ini.

Orang tuanya selalu memberi dukungan penuh dan pindah ke Gold Coast, dimana ada sasana yang menawarkan sesi berlatih yang lebih baik. Namun, anak mereka ingin melangkah lebih jauh dan terbang ke tanah kelahiran disiplin ini untuk membawa kemampuannya naik pada tingkatan berikutnya.

“Saya berlatih di sasana Urban, dimana ada pelatih asal Thailand di sana,” kenang Ogden. “Ia berkata saya dapat pergi ke tempatnya di Bangkok untuk berlatih, dan semuanya kembali ke Thailand sejak itu.”

Maka, saat hanya berusia 16 tahun, remaja Australia ini pindah ke “Negeri Gajah Putih” untuk berlatih penuh waktu di Pathum Thani Gym. Walau tak mudah, Ogden menunjukkan ketahanan dan determinasi tinggi  untuk tetap berada di jalur menuju impiannya itu.

“Di perjalanan pertama saya, saya pergi selama satu bulan untuk mencobanya dan itu hasilnya tak cukup baik,” katanya.

“Saya berlaga dan kalah, dimana saya dirundung oleh sang pelatih. Itu cukup kasar, namun saya bertahan. Itu tidak terlalu mempengaruhi saya. Saya mengetahui bahwa orang Thailand cukup kasar, dan dalam cara yang aneh, saya seperti menyukai pelatihan gaya lama seperti itu. Saya kira jika anda ingin mencapai sesuatu dalam olahraga ini, maka itu tidak menjadi masalah.”

“Saya mulai tinggal di Thailand selama enam bulan dalam tiap kesempatan. Saya sangat beruntung bahwa orang tua saya dapat membantu membayar penerbangan dan lain-lain, tetapi itu masih cukup sulit. Saya tidur di lantai kayu, dan ada beberapa kali dimana saya tak dapat makan jika tak menghasilkan cukup uang dari berbagai laga.”

“Tak ada yang berbahasa Inggris, maka saya harus mencoba mempelajari bahasa mereka, namun saya mendedikasikan hidup saya untuk ini. Itulah yang saya inginkan, dan itu menunjukkan saya jalur Muay Thai sejati.”

Hadiah Terbesar

Rocky-Ogden-punches-Sam-A

Segera, Ogden mencetak nama besar dalam skena Thailand.

Pada usianya yang ke-17, ia menjadi pria Australia pertama yang memenangkan gelar Juara Dunia WPMF Bantamweight Muay Thai dan segera menjadi favorit penggemar karena caranya berlaga.

“Saat saya kembali, saya memenangkan sembilan laga beruntun, dan saya kira delapan [di antaranya] melalui KO, maka saya mendapatkan ketenaran,” kata Odgen. “Orang-orang Thailand cenderung menyukai saya karena saya berlaga mirip dengan mereka, dengan teknik dan hati yang bagus.”

Sementara itu, di Bangkok, bintang muda ini juga diperkenalkan pada kompatriot dan legenda Muay Thai John Wayne Parr. Kedua petarung ini memiliki pandangan yang sama dan bergabung untuk melakukan latihan bersama di Boonchu Gym.

Kombinasi dari dukungan seorang ikon dan pengalamannya di Thailand memberi Ogden kesempatan untuk melawan para kompetitor elit dalam rangkaian ONE Super Series.

Ia menampilkan aksi luar biasa melawan sang legenda sepanjang masa, Sam-A, bulan Februari lalu, dan saat seluruh mata tertuju padanya sekali lagi, atlet Australia ini ingin memberi penampilan bagus saat menghadapi sang Juara Dunia WBC Muay Thai, Lasiri, Jumat ini.

“Anda tahu anda akan melawan yang terbaik saat anda masuk [di ONE Championship], dan itu memiliki arti lebih dari segalanya bagi saya,” tegas Ogden. 

Baca juga: Thursday Throwback: Laga Pertama Rocky Ogden Di Thailand

Selengkapnya di Berita

Ok Rae Yoon Lowen Tynanes ONE Fight Night 10 64
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE on Prime Video 5 1920X1280 56
JarredBrooks GustavoBalart 1200X800
Danielle Kelly Jessa Khan ONE Fight Night 14 2 scaled
Nakrob Fairtex Muangthai PK Saenchai ONE Friday Fights 15 1
Tagir Khalilov Yodlekpet Or Atchariya ONE Friday Fights 41 47 scaled
Tye Ruotolo Izaak Michell ONE Fight Night 21 64
Nakrob Fairtex Muangthai PK Saenchai ONE Friday Fights 10
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 9 scaled
Johan Ghazali Nguyen Tran Duy Nhat ONE 167 65
Kade Ruotolo Blake Cooper ONE 167 69
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 59