Bela Diri Campuran

Hari Ini 4 Tahun Silam: Sunoto Balikkan Prediksi Dan Raih Kemenangan TKO Perdana

Sebagai seorang atlet yang mampu bersaing di panggung dunia ONE Championship dalam kurun waktu yang lama,  “The Terminator” Sunoto tentu menyimpan berbagai kenangan berharga.

Namun, ada satu peristiwa yang terasa spesial dalam karier profesionalnya – saat “The Terminator” meraih kemenangan internasional pertamanya.

Laga menghadapi Burn “Hitman” Soriano dalam ajang ONE: GLOBAL RIVALS di Mall Of Asia Arena, Manila, Filipina, terasa emosional bagi Sunoto, yang sempat menelan kekalahan dalam dua laga perdananya saat menghadapi atlet dari luar Indonesia.

Malam itu, 15 April 2016, Sunoto membalikkan prediksi di atas kertas dan mengalahkan atlet tuan rumah lewat teknik ground and pound pada menit ke 3:50 ronde pertama.

“Kemenangan itu terasa spesial, karena menjadi kemenangan pertama saya saat menghadapi atlet luar negeri di ONE Championship,” tutur atlet berusia 35 tahun tersebut.

“Hasil itu tak terbayangkan sebelumnya dan benar-benar di luar ekspektasi. Atmosfer di Filipina selalu luar bisa, apalagi jika yang tanding adalah atlet negara mereka.”

“Saya sempat kesulitan mencari rekaman pertandingan lawan, tapi tahu jika atlet Filipina terkenal jago-jago. Saya waktu itu tidak diunggulkan.”



Meski tampil di tanah kelahiran lawan, yang tampil spartan berkat dukungan luar biasa dari penonton, Sunoto mampu menunjukkan determinasi tinggi dan semangat pantang menyerah untuk melewati masa sulit saat berada dalam tekanan lawan.

Sesaat setelah Sunoto melancarkan takedown, Soriano mampu meraih tangan kiri lawannya dan mencoba mengunci lewat teknik kimura. Meski terdesak, Sunoto menolak untuk menyerah dan memberi kode pada wasit bahwa ia masih sanggup melanjutkan laga.

“Waktu itu saya benar-benar bisa membalikkan prediksi. Memang saya tidak diperhitungkan untuk menang cepat, tapi Alhamdulilah bisa,” jelas atlet kelahiran Blora, Jawa Tengah ini.

Kemenangan tersebut tidak hanya terasa istimewa bagi Sunoto pribadi, namun juga para atlet muda tanah air yang terinspirasi untuk menembus panggung seni bela diri global.

Saat itu, perkembangan seni bela diri campuran belum sepesat seperti saat ini, dan kemenangan “The Terminator” di tanah rantau semakin memperjelas potensi Indonesia dalam kancah persaingan Asia.

“Kebetulan waktu itu atlet Indonesia belum banyak, dan hasil itu menegaskan bahwa ternyata kita juga bisa lebih baik. Jadi, hasil tersebut menjadi semacam pembuktian,” ungkap Sunoto.

“Dulu, kalau kita ketemu petarung dari luar negeri, apalagi tuan rumah, hampir pasti akan kalah. Namun saat itu hasilnya berbeda dan menjadi motivasi bagi saya pribadi juga untuk lebih belajar lagi.”

View this post on Instagram

Yang mana favoritmu? ????: @sunotomma

A post shared by ONE Championship Indonesia (@onechampid) on

Selain berpengaruh secara mental, kemenangan tersebut juga memberi dampak positif bagi perkembangan teknik atlet asal IndoGym/Terminator Top Team ini.

Ia merasa mendapatkan pengetahuan yang signifikan dalam kemampuan ground, sekaligus menyadarkan dirinya untuk lebih memperdalam sektor tersebut.

“Kebetulan dari pertandingan itu saya juga jadi belajar grappling. Saat itu, saya hampir terkena kuncian juga,” tutur Sunoto.

“Sistem pertahanan saya masih sederhana, namun setelah itu saya mendapat banyak masukan dari pelatih sebagai evaluasi.”

“Dari laga itu, banyak sekali yang saya dapat.”

Baca juga: Eko Roni Percaya Gurdarshan Mangat Bisa Menjadi Ujian Hebat Baginya