Apa Langkah Berikutnya Bagi Para Pemenang Besar Di ONE: MASTERS OF DESTINY?

Michelle Nicolini DC 4735

Para pejuang di ONE Championship menampilkan aksi keras saat mereka kembali di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, dan berpartisipasi dalam malam dramatis penuh aksi bela diri pada Jumat, 12 Juli.

Di ONE: MASTERS OF DESTINY, seluruh atlet kelas dunia ini menampilkan kemampuan mereka – dari KO luar biasa dan submission menegangkan, sampai aksi adu serangan keras.

Kini, saat ajang spektakuler tersebut telah usai, mari kita lihat apa yang dapat menjadi tantangan berikut bagi para pemenang besar di malam itu.

Giorgio Petrosyan

Giorgio Petrosyan DC 9657.jpg

Giorgio “The Doctor” Petrosyan menunjukkan pada dunia mengapa ia dianggap sebagai salah satu petarung ‘pound-for-pound’ terbaik di muka bumi dengan penampilan striking keras yang mengungguli Petchmorakot Petchyindee Academy dalam laga utama mereka.

Kemenangan kickboxer unggulan Italia ini membawanya maju ke babak semifinal ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix, dimana ia akan menghadapi bintang Thailand “Smokin’” Jo Nattawut.

Laga ini mungkin dapat dijabarkan sesuai dengan opini komentator ONE Michael Schiavello terkait keduanya. Ia menjabarkan Petrosyan sebagai “The Ferrari Of Kickboxing,” sementara ia seringkali mengaitkan Nattawut sebagai “Muay Thai Monster Truck.”

Hal ini menjadi perbandingan yang sangat sesuai, dimana gaya petarung Italia ini yang licin dan cepat itu menjadi sangat kontras dengan kekuatan besar yang dimiliki Nattawut. Aksi spektakuler antara dua gaya bertarung yang sangat berbeda ini merangkum imajinasi para penggemar saat mereka bertemu nanti.

Michelle Nicolini

Michelle Nicolini DC 9597.jpg

Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu delapan kali, Michelle Nicolini, menggunakan kemampuannya untuk mencetak dampak luar biasa dan merebut kemenangan terbesar dalam karier bela diri campurannya di ONE: MASTERS OF DESTINY.

Kemenangan mutlak atlet Brasil ini atas Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Angela Lee tak hanya menampilkan kemampuannya untuk bertransisi dari dunia grappling ke bela diri campuran, namun itu juga menunjukkan dirinya dapat berkompetisi dengan salah satu pemegang gelar wanita terbaik dengan kemampuan paling lengkap di organisasi ini.

Terlebih lagi, itu membuktikan bahwa dirinya kini layak mendapatkan kesempatan merebut gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight, yang saat ini dipegang oleh “The Panda” Xiong Jing Nan. Sebuah laga antar keduanya akan mempertemukan grappler murni dengan seorang Juara Dunia yang akan ingin beradu serangan atas.

Xiong akan menguji batasan dari kemampuan striking Nicolini, sementara wanita asal Brasil itu akan memberi ancaman besar bagi pahlawan Tiongkok itu di atas kanvas. Pertanyaan besar yang akan muncul adalah apakah kedua atlet ini dapat beradaptasi dengan kemampuan dominan lawan untuk merebut kemenangan dan pulang dengan sabuk emas itu.

Ev Ting

Ev Ting DC 4398.jpg

Ev “E.T.” Ting bangkit dengan penuh gaya di Kuala Lumpur setelah mencetak submission atas Juara Dunia Pancrase Welterweight Daichi Abe via rear-naked choke untuk melejitkan dirinya kembali ke dalam pembicaraan untuk perebutan gelar Juara Dunia ONE Lightweight.

Kini, ia harus melanjutkannya dengan kemenangan besar atas para penantang teratas divisi ini, dimana sebuah laga melawan petarung Singapura Amir Khan akan memberi aksi menegangkan antara sepasang pencetak KO paling berprestasi di divisi mereka itu.

Kekuatan pukulan dan ketahanan tubuh bintang Malaysia itu akan menjadi lawan sepadan bagi footwork dan striking licin dari Khan, dan itu jelas akan memberi aksi keras bagi para penggemar.

Gurdarshan Mangat

Gurdarshan Mangat DC 7614.jpg

Gurdarshan “Saint Lion” Mangat dari India ini nampak sangat nyaman setelah meraih kemenangan mutlak atas bintang tanah air Abro Fernandes di ONE: MASTERS OF DESTINY, dan sebuah laga potensial melawan salah satu pemenang besar di malam yang sama itu akan menjadi sangat masuk akal.

Aleksi “Giant” Toivonen memberi kesan besar dalam debut promosionalnya, setelah sebuah submission atas penantang Jepang Akihiro Fujisawa pada ronde pertama via rear-naked choke. Pendatang baru asal Finlandia itu dapat memberi batu loncatan bagi Mangat, yang mendaki divisi flyweight dengan cepat.

Toivonen juga memiliki harapan yang sama, dan ia akan menyambut kesempatan untuk melampaui sesama penantang yang sedang naik daun ini.

Adrian Mattheis

Adrian Mattheis DC 3586.jpg

Adrian “Papua Badboy” Mattheis memberi penampilan penuh aksi untuk mengalahkan bintang remaja baru asal Tiongkok, Li Zhe, via TKO ronde kedua dalam aksi strawweight di Kuala Lumpur. Setelah empat kemenangan beruntun dan tujuh kemenangan dari delapan laga terakhirnya, atlet Indonesia ini layak meraih tingkatan baru dalam kompetisi.

Seorang lawan yang memungkinkan adalah Jeremy “The Jaguar” Miado.

Striker Filipina itu mengalahkan beberapa nama besar seperti mantan Juara Dunia ONE Strawweight Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke dan pegulat Tiongkok Peng Xue Wen, maka ia jelas dapat menjadi ujian besar bagi kemampuan bintang Indonesia ini.

Bozhena Antoniyar

Bozhena Antoniyar DC 3832.jpg

Petarung Myanmar Bozhena Antoniyar mendapatkan ujian besar dalam laga atomweight melawan Bi Nguyen, serta lolos dengan keputusan terbelah yang sangat tipis. Hasil ini menempatkan dirinya dalam dua kemenangan beruntun, dimana ia ingin memperpanjang catatannya.

Ujian berikutnya dapat tiba dari pendatang baru lainnya. BIntang Jepang tak terkalahkan Itsuki “Strong Heart Fighter” Hirata baru sekali berlaga di bawah bendera ONE, namun ia memulai karier profesional ini dengan penyelesaian ronde pertama atas Angelie Sabanal di ONE: LEGENDARY QUEST, bulan Juni lalu.

Sebuah laga potensial antara keduanya dapat mengukur tingkat perkembangan dari masing-masing atlet, serta melihat siapa yang siap untuk naik dalam tangga kompetisi pada akhir tahun ini.

Selengkapnya di Fitur

Nico Carrillo Saemapetch Fairtex ONE Fight Night 23 40
Muangthai PK Saenchai Nico Carrillo ONE Friday Fights 22 38
Ok Rae Yoon Lowen Tynanes ONE Fight Night 10 68
Alibeg Rasulov
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 49
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 16 scaled
Liam Superlek
Superlek and Kongthoranee Smiling ONE Championship
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 38 scaled
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 6 scaled
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 14 scaled
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137