Giorgio Petrosyan Cetak KO Atas Petchmorakot, Maju Hadapi Jo Nattawut

Giorgio Petrosyan DC 4879 768x512

Giorgio “The Doctor” Petrosyan memastikan posisinya di babak semi final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix dan melangkah jauh untuk mendekati hadiah satu juta dolar AS.

Pada hari Jumat, 12 Juli, sang legenda Italia ini mengalahkan Juara Dunia dua divisi Lumpinee Stadium Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy melalui keputusan mutlak dalam babak perempat final di ajang ONE: MASTERS OF DESTINY.

Itu adalah babak terbaru dari persaingan keras mereka, yang diawali pada bulan Mei.

Keduanya berlaga untuk pertama kalinya untuk membuka turnamen ini di ajang ONE: ENTER THE DRAGON, tetapi dengan peraturan kickboxing yang tak sepenuhnya diberlakukan, Komite Kompetisi ONE menyatakan laga awal mereka sebagai “no contest” dan mempersiapkan sebuah pertandingan ulang.

Giorgio Petrosyan defeats Petchmorakot via unanimous decision in the biggest rematch in kickboxing history, securing a semifinal spot in the US$1,000,000 ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix!

Giorgio Petrosyan defeats Petchmorakot via unanimous decision in the biggest rematch in kickboxing history, securing a semifinal spot in the US$1,000,000 ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix!📺: Check local listings for global TV broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, July 12, 2019

Tekanan antar keduanya ini sangat besar, saat kedua striker terbaik dunia ini bertemu di laga utama yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Petrosyan memulai kontes ini dengan menutup jarak dan mencetak poin melalui pukulan jarak dekat. Tetapi, Petchmorakot nampak lebih tenang dan tak gugup seperti pertemuan pertama mereka.

Atlet Thailand itu menikmati saat-saat dirinya menunjuk “The Doctor” yang melanggar peraturan, dimana ia pun menerima peringatan keras dari wasit Elias Dolaptsis untuk menangkap dan menahan tendangan atlet berusia 25 tahun itu, lalu menyerang spesialis Muay Thai itu.

Giorgio Petrosyan DC 9826.jpg

Petchmorakot berdiri di hadapan Petrosyan pada awal ronde kedua, serta membuat rivalnya kehilangan keseimbangan dan mencium kanvas, walau tak dianggap sebagai knockdown.

Atlet Thailand ini jelas menikmati sorotan lampu di Axiata Arena. Ia menyeringai, menggerakkan tangan dan melambai sebagai penghargaan atas usahanya sendiri, kemungkinan besar untuk memancing Juara K-1 World MAX itu.

Tetapi, ketajaman serangan atlet Italia ini mulai terlihat jelas saat laga berlanjut, dimana sebuah uppercut kiri keras menjadi pukulan terbaik pada ronde tersebut.

Secara impresif, Petchmorakot nampak tak terpengaruh oleh serangan itu dan kembali maju menyerang dengan keras. Hal itu mempersiapkan ronde ketiga yang krusial dengan keadaan berimbang.

Giorgio Petrosyan DC 9745.jpg

Keduanya melepaskan tendangan keras ke arah kaki pada awal stanza terakhir, sebelum keduanya berlanjut mengincar kepala dan mencari kemenangan KO.

Petrosyan mendaratkan sepasang pukulan kiri yang keras, sebelum ia menyapu lawannya ke atas kanvas.

Atlet Italia ini nampak mendapatkan tenaga baru saat ia terus menyerang targetnya dengan serangan keras dan dengan tegas menyambungkan pukulan kiri ke atas pertahanan atlet Thailand itu. Ia juga memadukan serangannya ke arah kepala dengan tendangan keras lainnya ke arah kaki perwakilan Petchyindee Academy itu.

Seperti yang disaksikan oleh para penggemar di laga awal mereka, kedua striker elit ini mengakhiri pertandingan dalam waktu 15 menit penuh. Lalu, perhatian pun beralih ke para juri.

Giorgio Petrosyan DC 4888.jpg

Ketiga juri ini melihat kontes ini berakhir dengan hasil yang sama, saat mereka memberi Petrosyan sebuah kemenangan mutlak lainnya.

Ini menjadi kemenangan ke-100 bagi “The Doctor” dalam kariernya di disiplin kickboxing, serta juga membawanya selangkah mendekati babak final turnamen ini pada tanggal 13 Oktober di ajang ONE: CENTURY dan hadiah satu juta dolar AS itu.

“Ini adalah perjalanan yang panjang,” katanya pada Mitch Chilson setelah kemenangan tersebut. 

“Kalian semua mengetahui apa yang terjadi [pada laga pertama], maka saya masuk ke dalam laga ii dengan sangat terfokus dan saya mendapatkan [kemenangan]. Saat ini, saya tak ingin terfokus pada hadiah di akhir turnamen ini. Saya hanya ingin memikirkan laga berikutnya.”

Giorgio Petrosyan DC 4978.jpg

Berikutnya, ia akan menghadapi mantan lawan lamanya, Juara Dunia dua divisi Lion Fight Muay Thai “Smokin'” Jo Nattawut di babak semi final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Saat keduanya bertemu pada bulan April 2018 lalu, Petrosyan meninggalkan ring dengan tangan terangkat. Namun sejak itu, Nattawut meningkatkan permainannya dan ia akan sangat bersemangat menampilkan kemajuan pesatnya saat mereka berhadapan sekali lagi.

Selengkapnya di Berita

Lucas Gabriel and Magomed Magomedov throw down at ONE Fight Night 49
Christian Lee faces off with Tye Ruotolo ahead of The Inner Circle 37
Johan Ghazali faces Johan Estupinan in a rematch at The Inner Circle 42
Khunsuk goes high with a kick against YodUdon at ONE Friday Fights 176.
Akram Hamidi celebrates his KO win against Kongchai Chanaidonmueang at ONE Friday Fights 66.
Numsurin Chor Ketwina and Akram Hamidi face off before their Muay Thai fight at The Inner Circle 36
Aliff Sor Dechapan faces off with Prajanchai Pongsuphan PK in the middle of the ONE Championship ring.
Three-time kickboxing World Champion Marat Grigorian prepares for battle.
Jonathan Haggerty and Hiroki Akimoto at the ONE SAMURAI 4 Ceremonial Weigh-Ins & Faceoffs
Prajanchai says a prayer before his fight against Ellis Badr Barboza at ONE Fight Night 28.
Johan Ghazali and Diego Paez trade strikes at ONE Fight Night 32.
Diego Paez cracks Johan Ghazali with an uppercut at ONE Fight Night 32.