Gurdarshan Mangat Raih Kemenangan Kedua Di ONE Championship

Gurdarshan Mangat DC 7661 768x512

Gurdarshan “Saint Lion” Mangat mencetak sebuah penampilan dominan lainnya untuk mengalahkan Abro “The Black Komodo” Fernandes dan meneruskan lajunya dalam divisi flyweight ONE Championship.

Pada ajang ONE: MASTERS OF DESTINY, Jumat, 12 Juli, di Kuala Lumpur, Malaysia, seniman bela diri campuran ‘pound-for-pound’ terbaik India itu mengendalikan laga dari awal laga sampai saat terakhir untuk meraih kemenangan mutlak.

Indian hero 🇮🇳 Gurdarshan Mangat uses all his tools to edge out Abro Fernandes for the unanimous decision win!

Indian hero 🇮🇳 Gurdarshan Gary "Saint Lion" Mangat uses all his tools to edge out Abro Fernandes for the unanimous decision win!📺: Check local listings for global TV broadcast📱: Watch on the ONE Super App 👉http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, July 12, 2019

Mangat menetapkan ritme di awal laga dari dalam Axiata Arena itu dengan pergerakan konstan, feint dan volume serangan keras. Pria berusia 32 tahun itu melontarkan kombinasi pukulan dan tendangan licin yang tetap membuat rivalnya menebak-nebak.

Sebuah tendangan kiri mendarat di rahang lawannya dan jelas menarik perhatian “The Black Komodo,” namun ia cukup tenang untuk menanamkan kakinya dan menunggu kesempatan membalas dengan pukulan.

Perwakilan Xtreme Couture dan 10th Planet Las Vegas itu melanjutkan tekanan majunya pada ronde kedua, namun ia mampu bersabar. Ia berlanjut menyarangkan jab dan straight kiri ke wajah Abro, dan mendaratkan tendangan rendah yang membuat perwakilan Indonesia ini frustrasi.

Gurdarshan Mangat DC 7821.jpg

Saat ia masuk terlalu dekat, Abro mengingatkan pria India itu akan kekuatannya dengan sebuah overhand kanan keras, namun itu adalah pemandangan yang sangat jarang karena Mangat bergerak mundur. 

Stamina pria India itu nampak tetap tinggi pada ronde ketiga, sama seperti di awal laga, dimana ia pun tak melambat sedetik pun. Kebalikannya, jelas bahwa pria asal Solo itu mulai merasakan sedikit lelah.

“Saint Lion” tetap tajam dengan kombinasi jab-cross dan menyerang dengan tendangan kiri ke arah kaki dan kepala. Seringkali, pergerakan kepalanya mampu menjauhkan dirinya dari bahaya saat Abro menyerang balik, walau sebuah pukulan kanan keras mengingatkannya bahwa ia tak dapat menurunkan pertahanannya. 

Gurdarshan Mangat DC 4348.jpg

“The Black Komodo” bertahan, tetapi nampaknya kesempatan satu-satunya yang ia miliki adalah untuk menunggu celah demi mendaratkan sebuah serangan dominan yang keras.

Momen itu hampir tiba saat ia menghindari sebuah tendangan tornado, namun “The Black Komodo” tak dapat menyambungkan serangan dan Mangat melepaskan diri dari sebuah scramble untuk mendaratkan sebuah tendangan lutut di udara yang menjadi momen terbaik dari penampilannya.

“Saint Lion” mendominasi dalam 15 menit, dan kini memiliki catatan rekor 2-0 bersama organisasi bela diri terbesar di dunia ini, serta mencatatkan rekor keseluruhan 15-2 setelah kemenangan ini.

Selengkapnya di Berita

Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Rambolek vs Yod IQ at The Inner Circle 30
Seksan vs Muangthai at The Inner Circle 30 16