Fitur

5 Laga Wanita Terbaik Di ONE Championship

Saat para wanita yang bernaung di bawah ONE Championship memasuki Circle, mereka dapat dibandingkan dengan seluruh atlet pria yang menampilkan laga penuh aksi dan menegangkan.

Faktanya, anda dapat berargumen bahwa mereka melakukan hal itu.

Mungkin tidak sulit bagi anda untuk mengingat laga divisi wanita di dalam panggung dunia ini yang menampilkan penyelesaian luar biasa atau ketegangan sejak awal hingga akhir – terutama saat sabuk emas dipertaruhkan.

Berikut adalah contoh terbaik dari laga yang menjadi sorotan dan mampu mencuri perhatian penonton di dalam “The Home Of Martial Arts.”

#5 Stamp Fairtex Vs. Alma Juniku

Saat Stamp Fairtex mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai miliknya untuk pertama kali melawan Alma Juniku, di ajang ONE: LEGENDARY QUEST, ia menghadapi tantangan berat yang belum pernah dialaminya selama berada di atas panggung dunia.

Hal ini menjadi sebuah keberuntungan bagi para penggemar, karena mereka menyaksikan kemenangan paling menarik dalam karier Stamp bersama ONE.

Awalnya, laga ini nampak akan menjadi kemenangan biasa lainnya bagi superstar Thailand ini, saat ia mencetak serangan balik yang mumpuni, namun rival muda Australia yang haus akan kemenangan ini meningkatkan tekanan pada ronde ketiga dan keempat untuk menyeimbangkan laga dengan hanya tiga menit tersisa pada ronde terakhir.

Sebelum stanza terakhir dimulai, Stamp nampak tidak memiliki sisa tenaga, namun ia menampilkan kebesaran hati seorang Juara Dunia sejati untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya dan menyerang balik, serta membuktikan pada para juri bahwa ia layak mempertahankan sabuknya melalui keputusan mutlak.

Baca juga: Stamp Fairtex Ungkap Rahasia Saat Kalahkan Alma Juniku

#4 Angela Lee Vs. Mei Yamaguchi

Saat “Unstoppable” Angela Lee menghadapi Mei “V.V.” Yamaguchi untuk perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight perdana, mereka membawa divisi mereka ke permukaan dengan sebuah Laga Terbaik Tahun 2016.

Pertempuran lima ronde menegangkan ini memiliki berbagai kejutan – selama 25 menit penuh – saat keduanya membuang keraguan mereka untuk mencoba mencetak sejarah baru.

Serangan yang mereka lakukan biasanya akan berakhir dengan sebuah penyelesaian, namun seluruh serangan itu sebanding dengan pertahanan brilian dari keduanya ketika percobaan striking dan submission bertemu dengan scramble yang liar.

Lee nampak seperti ia mulai mengambil alih setelah akhir ronde kedua, namun laga ini berbalik saat atlet Singapura ini mengalami sesuatu yang sangat jarang ia alami, yaitu hilangnya konsentrasi selama sekejap, yang membuat “V.V.” mendaratkan pukulan kanan kuat dan menjatuhkan lawannya yang masih remaja itu.

Namun sayangnya, bagi sang veteran Jepang, “Unstoppable” mampu membuktikan diri dan nampak lebih kuat setelah itu, terlepas dari kenyataan bahwa dirinya harus menjalani ronde-ronde akhir kejuaraan untuk pertama kali dalam kariernya.

Lee pun meraih sabuk emas dan menerima kehormatan untuk menjadi Juara Dunia termuda di dalam sejarah bela diri campuran – sebuah catatan yang mungkin sulit dipatahkan siapapun dalam waktu dekat ini.

Baca juga: Angela Lee Dan Mei Yamaguchi Jabarkan ‘Laga Terbaik Tahun 2016’

#3 Janet Todd Vs. Stamp Fairtex II

Laga pertama antara Stamp Fairtex dan Janet “JT” Todd untuk gelar Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai menampilkan kekuatan dan kegigihan dua striker terbaik atomweight di dunia, namun laga ulang mereka bahkan jauh lebih baik.

Di ajang ONE: KING OF THE JUNGLE, Stamp mempertaruhkan gelar Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing dan kontes ini lebih tipis, lebih kompetitif dan tentunya lebih menarik. Itu sebagian besar disebabkan oleh kemajuan Todd yang luar biasa, yang terlihat saat ia tidak membuang waktu untuk maju menyerang.

Agresinya dijawab oleh Stamp, dan kedua rival ini secara terus menerus maju ke jarak dekat, mempertahankan posisi mereka dan bertukar serangan keras.

Terlepas dari serangan keras yang dikeluarkan, ritme laga ini hampir tidak pernah turun selama lima ronde, namun ini bukanlah menjadi sebuah kejutan bagi mereka yang pernah menonton kedua wanita ini berlaga. Tidak seperti sebelumnya, “JT” yang selalu mengambil inisiatif serangan nampak membuat perbedaan, karena ia merebut kemenangan melalui keputusan terbelah, atau split decision.

Baca juga: Refleksi Janet Todd Atas Gelar Juara Dunia Yang Merubah Hidupnya

#2 Xiong Jing Nan Vs. Angela Lee

Tidak ada momentum yang lebih dramatis dalam sejarah perebutan gelar Juara Dunia ONE divisi wanita. Saat Angela Lee naik satu divisi untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight milik “The Panda” Xiong Jing Nan, dalam ajang ONE: A NEW ERA, ia hampir saja mencetak hasil yang mengejutkan.

Terlepas dari ekspektasi publik bahwa ia tidak akan dapat menyamai kekuatan lawannya, Lee bertahan dari badai serangan Xiong untuk membawa laga ini ke atas kanvas dan mendominasi untuk beberapa lama. Pada ronde keempat, ia mendapatkan apa yang diinginkannya saat lengan Xiong terjebak, yang nampak akan menjadi akhir laga ini.

Tetapi, bintang Tiongkok ini menampilkan kekuatan legendaris untuk bertahan – walau lengannya terkunci, terungkit dan diputar ke segala arah selama hampir dua menit sampai bel akhir ronde berbunyi.

Lebih menakjubkan lagi, serangan tersebut nampak tidak berdampak apapun pada Xiong, karena ia bangkit seperti kerasukan. Usaha Lee untuk mencetak penyelesaian telah membuatnya kelelahan, namun “The Panda” masih terlihat segar sebelum ia menyarangkan rangkaian tinju dan tendangan cepat ke arah tubuh untuk mencetak sebuah TKO mengejutkan.

Baca juga: Xiong Jing Nan Melihat Tantangan Baru Dan Kemungkinan Laga Trilogi

#1 Angela Lee Vs. Xiong Jing Nan II

Nampaknya sulit bagi “Unstoppable” dan “The Panda” untuk mengungguli drama yang terjadi pada pertemuan pertama mereka, namun keduanya mampu kembali mencetak sejarah di ajang terbesar ONE di Jepang pada tahun 2019, berjudul ONE: CENTURY.

Kali ini, keduanya bahkan semakin keras bertukar serangan. Xiong maju dengan pertahanan takedown yang telah berkembang untuk mementahkan serangan grappling dari Lee dan tetap berada di dalam posisi untuk melancarkan serangan keras ke arah kepala dan tubuh lawannya itu. Saat keyakinan dirinya meningkat, ia bahkan mulai melontarkan tendangan memutar tanpa takut.

Di sisi lain, bintang asal Singapura itu mulai meraih kesuksesan di tengah laga, ketika ia mengancam “The Panda” dengan percobaan submission dan serangan bawah, namun atlet Tiongkok itu mampu bertahan dan kembali memasuki ronde-ronde kejuaraan dengan lebih banyak serangan.

Namun kali ini, Lee berada di dalam divisi alaminya, atomweight, dan sangat siap berlaga sampai bel akhir pertandingan berbunyi. Terlepas dari seluruh serangan yang diterimanya, ia meraih sebuah takedown pada pertengahan ronde terakhir dan dengan sabar berusaha meraih kuncian rear-naked choke sementara Xiong berusaha bertahan.

Saat waktu semakin menipis, nampaknya ia akan kembali melepaskan kunciannya, tetapi 12 detik sebelum akhir ronde, ia berhasil mengamankan sebuah tap out berkat kunciannya dan mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight miliknya.

Baca juga: Angela Lee Taruh Nama Xiong Jing Nan Dan Stamp Fairtex Untuk Tahun 2020