Muay Thai

Stamp Fairtex Pertahankan Gelar Juara Dunia Muay Thai Setelah Tantangan Berat

Juara Dunia dua disiplin Stamp Fairtex mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai miliknya di ajang ONE: LEGENDARY QUEST, namun ini tidaklah mudah diraih.

Atlet berusia 21 tahun asal Pattaya, Thailand ini harus berjuang keras untuk mengangkat tangannya pada akhir laga setelah ia terpaksa bertahan melawan serangan Alma Juniku, Sabtu, 15 Juni.

Walau ia diuji melewati lima ronde keras oleh bintang remaja Australia itu, Stamp menampilkan determinasi dan tekad kuat dari seorang Juara Dunia sebenarnya untuk berjaya di Baoshan Arena, Shanghai, Tiongkok.

Stamp Fairtex scores a unanimous decision victory and retains her ONE Atomweight Muay Thai World Title in a closely-contested thriller against game challenger Alma Juniku!

Stamp Fairtex scores a unanimous decision victory and retains her ONE Atomweight Muay Thai World Title in a closely-contested thriller against game challenger Alma Juniku!????: Check local listings for global TV broadcast

Posted by ONE Championship on Saturday, June 15, 2019

Ronde pembuka ini dimulai dengan pertukaran jarak dekat, namun Juniku segera menyarangkan pukulan jab-nya sementara Stamp mengincar serangan jarak dekat dan tendangan ke arah kaki.

Sang Juara Dunia ini lalu menyambungkan kombinasi tendangan one-two yang indah saat ia mulai masuk ke dalam ritmenya. Namun, saat Juniku menangkap sebuah tendangan depan dan menyapu superstar Thailand ini ke atas kanvas, para penonton pun tersadar bahwa remaja berusia 18 tahun ini tidak akan mudah dikalahkan.

Stamp berlanjut dengan keunggulan pada dua stanza awal, namun sapuan kedua yang disarangkan penantangnya itu nampak mendorong keyakinan diri Juniku, dan ia pun mengakhiri ronde dengan kuat setelah mendorong mundur lawannya dan menyarangkan lebih banyak serangan.

Juara Dunia WBC dan IPCC Muay Thai itu meraih penampilan terbaiknya pada stanza ketiga, saat ia meningkatkan serangan, mendorong mundur Stamp, serta menyambungkan pukulan straight yang bersih secara konsisten.

Juniku meraih kesuksesan signifikan dengan jab-nya di pertengahan ronde saat ia mulai mendominasi area tengah ring dan mendorong lawannya ke pinggir ring.

Stamp menyambungkan serangan bersih setelah pertengahan ronde yang mampu mengejutkan para penonton, namun Juniku nampak unggul dengan ketenangan dan konsistensi serangannya menuju ronde-ronde terakhir.

Atlet asal Australia itu berlanjut mendorong maju dan mulai melepaskan serangannya, termasuk sebuah sikutan memutar yang tersambung pada akhir ronde. Stamp nampak nyaman membalas serangan dari pinggir ring, namun ia tidak dapat masuk ke dalam kombinasi keras seperti sebelumnya di atas panggung bela diri dunia ini.

Ritme Juniku yang tak henti menyerang nampak memberi dampak tersendiri bagi perwakilan Fairtex Training Center itu, yang nampak kelelahan saat ia kembali ke pojok ringnya, namun ia kembali bersemangat saat aksi berlanjut.

Pada stanza terakhir, Stamp melepaskan pukulan kuat dan menyarangkan sepasang tendangan keras ke arah tubuh. Terlepas dari agresinya, ia tidak dapat mencegah tekanan maju dari atlet Australia itu, yang masih nampak semakin kuat.

Dengan kontes yang berimbang, Stamp maju ke arah lawannya, serta menyambungkan pukulan dan tendangan keras ke arah tubuh – walau Juniku juga mencetak poin sampai akhir bel berbunyi.

Hasil dari kontes tipis antara dua bintang muda ini jatuh ke tangan ketiga juri, yang setuju memberikan kemenangan mutlak bagi Stamp.

Ini berarti bahwa pahlawan Thailand ini sukses mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Muay Thai miliknya untuk pertama kali, serta membawa rekor profesional-nya menjadi 63-15-5.

Tetapi, masa depan juga terlihat cerah bagi Juniku, yang memberikan penampilan luar biasa selama laga terbesar di dalam kariernya ini.