Fitur

5 Kemenangan Besar Dari Petarung A.S. Di Circle ONE Championship

Kini, setelah ONE Championship menandatangani kerjasama penyiaran jangka panjang bersama Amazon Prime Video Sports, para penggemar di Amerika Serikat akan segera menyaksikan setidaknya 12 gelaran langsung yang disiarkan di jam tayang utama Amerika Utara.

Mereka jelas akan mendapatkan aksi menegangkan dari para atlet A.S., yang telah mencetak beberapa laga terbaik dalam sejarah organisasi ini.

Jelang ajang perdana untuk Prime Video pada tahun ini, mari kita simak kembali beberapa kemenangan terbesar dari para atlet yang mewakili Amerika Serikat di dalam ONE Championship.

Angela Lee Balaskan Dendam Via Submission Menit Terakhir Atas Xiong Jing Nan

Setelah mengalami kekalahan saat menantang ratu strawweight Xiong Jing Nan pada Maret 2019 lalu, “Unstoppable” Angela Lee mempertaruhkan sabuk emas atomweight dalam sebuah laga ulang masif demi gelar Kejuaraan Dunia di ONE: CENTURY PART I lima bulan kemudian.

Sejenak, nampak laga lima ronde keras ini akan berakhir di tangan juri – sampai sebuah kejutan luar biasa dimana Lee memaksa lawannya tap out via rear-naked choke dengan hanya 12 detik tersisa dalam laga.

“Unstoppable” mengatasi badai luar biasa dalam dua ronde pertama, lalu memasuki ritmenya pada stanza ketiga, dimana ia menerapkan teknik gulat dan Brazilian Jiu-Jitsu tingkat tinggi dengan kapasitas maksimum.

Di sisi lain, “The Panda” menolak untuk menyerah dan bahkan menjatuhkan Lee dengan sebuah hook kiri kuat pada ronde keempat, namun warga Hawaii itu belum selesai.

Pada kanto penutup, Juara Dunia ONE Women’s Atomweight ini membanting rivalnya ke atas kanvas dan segera bekerja dari posisi back control.

Xiong berjuang dengan seluruh kekuatannya, tetapi Lee melunakkannya dengan pukulan keras. Akhirnya, ia menemukan ruang untuk menyelipkan lengan kanannya di bawah dagu dan mencetak submission pada detik-detik terakhir.

Atlet Singapura-Amerika ini masih memegang sabuk emas atomweight itu sampai hari ini dan menguasai divisi ini sejak ia merebut gelar Juara Dunia perdana itu pada tahun 2016.

Christian Lee KO Shinya Aoki, Jadi Penguasa Lightweight

Christian “The Warrior” Lee mengikuti jejak kakaknya, Angela, saat ia menjadi Juara Dunia MMA pria termuda dalam sejarah di ajang ONE: ENTER THE DRAGON pada Mei 2019.

Singa muda dari Hawaii itu menantang grappler legendaris Jepang Shinya “Tobikan Judan” Aoki demi sabuk emas lightweight, dan langsung menghadapi kesulitan besar di awal laga mereka.

Aoki menempatkan “The Warrior” dalam beberapa posisi sulit di atas kanvas selama lima menit pertama, termasuk sebuah armbar kuat yang dapat saja mematahkan semangat dari sebagian besar atlet.

Namun, walau lengan Lee terungkit ke posisi yang nampak menyakitkan, ia menunjukkan semangat dan determinasi untuk bertahan pada ronde pembuka itu.

“The Warrior” jelas merasa kesakitan saat stanza kedua dimulai, namun saat Aoki mengincar permainan ground sekali lagi, Lee maju dan menyambungkan serangkaian serangan keras.

Dua pukulan kiri keras menjatuhkan Aoki, dan sang penantang mengikutinya dengan sebuah salvo serangan ground untuk memastikan kemenangan dan merebut sabuk emas divisinya via TKO.

Todd Lengserkan Stamp Dalam Lima Ronde Intens

Striker bintang asal Amerika Janet “JT” Todd menempatkan aksi terbaiknya untuk melengserkan Stamp Fairtex dan merebut gelar Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing pada Februari 2020.

Setelah mengalami kekalahan di tangan Stamp satu tahun sebelumnya, di bawah peraturan Muay Thai, “JT” membawa aksi itu tepat ke hadapan rivalnya sejak bel pembuka dalam laga ulang mereka di ONE: KING OF THE JUNGLE.

Wanita asal California itu menekan petarung fenomenal Thailand ini dengan pukulan, tendangan, dan serangan lutut untuk mendominasi dua ronde pertama.

Dan, walau Stamp mencoba bangkit dengan tendangan rendah tanpa henti dan agresi keras pada ronde ketiga dan keempat, Todd masih bertukar serangan demi serangan untuk mempersiapkan stanza terakhir yang krusial.

Dalam tiga menit terakhir itu, penantang AS ini menyerang dengan pukulan kanan keras dan tendangan tinggi yang membuat perwakilan Fairtex itu kehilangan arah.

Ia lalu menutup ronde dengan lebih banyak lagi kombinasi tinju demi mengamankan kemenangan terbelah (split-decision) dan gelar Juara Dunia pertama dalam kariernya.

Berikutnya, Todd akan mengincar posisi sebagai ratu dua disiplin saat ia menghadapi debutan Spanyol Lara Fernandez demi gelar Juara Dunia Interim ONE Atomweight Muay Thai di laga pendukung utama ONE 159, 22 Juli nanti.

Thanh Le Kejutkan Nguyen, Kuasai Divisi Featherweight

Dengan total 18 KO dalam karier Thanh Le dan Martin “The Situ-Asian” Nguyen, sebuah penyelesaian yang menjadi sorotan utama hampir dipastikan dalam laga Kejuaraan Dunia ONE Featherweight mereka di ONE: INSIDE THE MATRIX pada Oktober 2020 lalu.

Dan, sejak awal, jelas bahwa kedua atlet ini berdeterminasi untuk menutup laga dengan senjata terkuat mereka.

Nguyen mencoba menangkap Le dengan pukulan KO andalannya, sementara warga Louisiana itu berusaha melewati footwork sang juara bertahan untuk mendaratkan tendangan samping, atau side kick, ala taekwondo.

Walau tak ada yang nampak terlalu menyulitkan keduanya dalam sepasang ronde awal, segala sesuatunya berubah pada stanza ketiga.

Saat aksi memanas, Le melepaskan sebuah pukulan straight kanan ke arah dagu “The Situ-Asian,” yang menyebabkan ia berlutut. Penantang Vietnam-Amerika itu lalu merangsek dengan serangan keras dan mendaratkan sebuah hook kiri lain tepat di rahang, yang sekali lagi menjatuhkan rivalnya.

Nguyen menunjukkan semangat luar biasa untuk kembali bangkit, namun Le melepaskan sebuah hook kiri dan uppercut kanan yang mengakhiri laga secara empatik, serta memberinya kemenangan TKO epik.

Berikutnya, Le akan mempertahankan gelar featherweight MMA melawan sesama pencetak KO, Tang Kai, di ajang ONE 160, pada 26 Agustus.

Demetrious Johnson Ungguli Kingad, Menangkan Grand Prix

Demetrious “Mighty Mouse” Johnson memang dianggap sebagai ‘GOAT’ MMA, dan kemenangannya atas Danny “The King” Kingad di ONE: CENTURY PART I menjadi bukti sempurna dari kemampuan menyeluruhnya itu.

Warga negara bagian Washington ini memadukan berbagai keahlian dalam permainannya – rangkaian grappling kelas dunia, kecepatan kilat dan IQ tanding yang luar biasa – untuk meraih kemenangan mutlak dan menjadi Juara ONE Flyweight World Grand Prix.

“The King” memang agresif sejak awal, dimana ia memaksa Johnson untuk mundur beberapa kali menghindari teknik striking-nya yang kejam. Juara Dunia Flyweight 12 kali ini tetap tenang, dan melihat cara untuk mengatasi arsenal stand-up Kingad dan menjebak atlet Filipina ini di ground.

Dari titik itu, segalanya berjalan satu arah, karena kelihaian dan kecerdasan Johnson di atas kanvas memang jauh di atas kemampuan lawannya.

“Mighty Mouse” melakukan beberapa percobaan submission atas atlet fenomenal Team Lakay itu, dan walau tak ada yang berakhir dengan tapout, ia melepaskan serangan siku dan lutut sembari bertransisi ke berbagai posisi berbeda.

Setelah tiga ronde, ketiga juri di sisi Circle memberi kemenangan bagi superstar AS itu, dimana sebuah sabuk perak World Grand Prix pun beralih ke tangannya.

Berikut, “Johnson” ingin menambah sebuah sabuk emas lainnya saat ia menantang Juara Dunia ONE Flyweight Adriano Moraes untuk kedua kalinya dalam laga utama ONE 161 pada jam tayang utama Amerika Utara, 26 Agustus nanti.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.