Yuki Yoza Dan Nabil Anane Siap Beradu Di Laga Bantamweight Kickboxing ONE SAMURAI 4
Mantan penantang Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Yuki Yoza akan menghadapi mantan penguasa divisi Muay Thai Nabil Anane dalam duel bantamweight kickboxing yang sangat dinantikan di ONE SAMURAI 4.
Satu laga menarik lainnya turut melengkapi kartu pertandingan. Veteran Jepang Shintaro Matsukura akan menjalani debutnya di ONE dengan menghadapi sensasi striking Thailand Sinsamut Klinmee dalam laga lightweight kickboxing. Kedua duel tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober, dari Ariake Arena di Tokyo, Jepang.
Yoza telah menjelma menjadi salah satu bintang combat sports Jepang paling menarik di panggung dunia. Wakil Team Vasileus berusia 28 tahun dengan tinggi 170 sentimeter itu merupakan mantan Juara K-1 yang dikenal berkat calf kick mematikan. Ia mengantongi rekor striking 23-3 dengan sembilan kemenangan lewat penyelesaian, serta catatan 4-1 di ONE.
Langkah awal Yoza bersama ONE pada 2025 nyaris sempurna. Ia lebih dulu mengungguli Elbrus Osmanov yang kala itu belum terkalahkan, sebelum menaklukkan mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Petchtanong Petchfergus lewat keputusan juri.
Pada laga ketiganya, nama Yoza benar-benar melejit. Ia mengguncang dunia dengan mengalahkan Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing “The Kicking Machine” Superlek lewat keputusan mutlak.
Momentum besar itu kemudian mengantarnya pada kesempatan menantang Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Jonathan “The General” Haggerty. Namun, setelah perang lima ronde di ONE SAMURAI 1 pada April lalu, Yoza harus pulang tanpa sabuk.
Ia tak butuh waktu lama untuk bangkit. Pada Juli, striker Jepang tersebut kembali ke jalur kemenangan dengan menundukkan Ben “The Problem” Woolliss lewat keputusan mutlak di The Inner Circle 22.
Kini, kemenangan atas mantan penguasa divisi seperti Anane bisa kembali mendekatkan Yoza pada kesempatan merebut sabuk di tengah ketatnya persaingan bantamweight kickboxing.
Di sisi lain, Anane mewakili generasi baru striker kelas dunia.
Bintang Aljazair-Thailand berusia 22 tahun itu memiliki tinggi 193 sentimeter dan bernaung di Team Mehdi Zatout. Sang Juara Dunia WBC Muay Thai mengoleksi rekor striking 41-7 dengan 13 kemenangan lewat penyelesaian, serta catatan 8-3 bersama ONE.
Anane masih berusia 19 tahun saat pertama kali menginjak panggung ONE. Debut tersebut berakhir dengan kekalahan dari megabintang Thailand Superlek dalam laga Muay Thai.
Namun, hasil itu justru menjadi titik awal kebangkitannya. Anane menyapu lima kemenangan beruntun hingga mendapat kesempatan memperebutkan Gelar Juara Dunia Interim ONE Bantamweight Muay Thai melawan “King of the North” Nico Carrillo pada 2025. Ia menuntaskan kesempatan tersebut dengan kemenangan TKO telak.
Dua bulan kemudian, Anane membalas kekalahan debutnya dari Superlek sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai tak terbantahkan.
Setelah mencapai puncak di Muay Thai, ia mulai menjajal disiplin lain. Debut kickboxing-nya di ONE mempertemukannya dengan mantan Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing Ilias Ennahachi, tetapi laga pada September 2025 itu harus berakhir no contest akibat low blow yang tidak disengaja.
Anane kemudian mengalahkan Hiromi Wajima lewat keputusan mutlak dalam laga featherweight kickboxing.
Namun, lajunya kembali tersendat pada Maret lalu di The Inner Circle 7, saat ia kehilangan sabuk Muay Thai setelah menjalani perang lima ronde melawan Rambolek Chor Ajalaboon.
Setelah kembali menelan kekalahan tipis lewat keputusan terbelah dari jagoan Thailand Suakim Pongsuphan PK pada Agustus, Anane kini memburu kemenangan yang dapat memutus tren negatif sekaligus menghidupkan kembali momentumnya jelang penghujung tahun.
Pertemuan Yoza dan Anane menawarkan adu teknik dengan karakter yang sangat berbeda. Presisi serangan dan arsenal calf kick Yoza akan diuji oleh jangkauan panjang serta variasi serangan Anane.
Bagi Yoza, kemenangan dapat mengangkatnya ke posisi terdepan dalam perburuan kesempatan merebut gelar. Sementara bagi Anane, hasil manis di Tokyo akan menjadi bukti bahwa dua kekalahan terakhir hanyalah kerikil sementara dalam perjalanan menuju puncak.
Selain itu, veteran kickboxing Jepang Matsukura akan menyambut Sinsamut dalam laga lightweight kickboxing yang semakin memperkaya susunan pertandingan ONE SAMURAI 4.
Matsukura datang membawa sederet prestasi sebagai mantan Juara K-1 Middleweight. Sulit membayangkan panggung yang lebih tepat untuk memulai perjalanannya bersama ONE Championship selain tampil di hadapan publik sendiri di Jepang.
Meski baru menjalani debut, ia langsung mendapat ujian kelas dunia dan tentu ingin meninggalkan kesan sejak langkah pertamanya.
Di hadapannya berdiri Sinsamut, wakil Team Mehdi Zatout berusia 30 tahun dengan rekor striking 83-22.
Veteran Thailand itu pernah membuka kiprahnya di ONE dengan cara luar biasa. Sejumlah striker ternama ia tumbangkan secara beruntun, sebuah laju yang kemudian memberinya dua kesempatan berbeda untuk merebut Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai.
Sinsamut belum berhasil merebut sabuk dalam kedua kesempatan tersebut. Sejak saat itu, hasil yang ia raih di ONE silih berganti, dan kini ia kembali ke kickboxing dengan tekad keluar dari periode sulit.
Bagi Sinsamut, laga ini adalah kesempatan untuk menemukan kembali jalur kemenangan dan mengingatkan divisi akan ancamannya.
Namun, jalan menuju tujuan itu harus melewati Matsukura, sang jagoan tuan rumah yang akan mendapat dukungan penuh publik Jepang sembari berusaha merusak comeback Sinsamut dan memperkenalkan dirinya kepada panggung global ONE Championship.