Berita

Timofey Nastyukhin Jabarkan Kemenangan Atas Eddie Alvarez

Tak ada hasil yang lebih mengejutkan dalam laga bela diri tahun ini daripada saat Timofey Nastyukhin mencetak kemenangan KO pada ronde pertama atas Eddie “The Underground King” Alvarez.

Banyak penggemar yang mengira bahwa walau atlet Rusia ini memiliki kesempatan menang, ikon bela diri campuran Amerika Serikat itu memiliki pengalaman dan kemampuan sebagai atlet veteran.

Timofey Nastyukhin SHOCKS THE ????! The Russian warrior knocks out Eddie Alvarez at 4:05 of Round 1 to advance in the ONE Lightweight World Grand Prix!

Timofey Nastyukhin SHOCKS THE ????! The Russian warrior knocks out Eddie Alvarez at 4:05 of Round 1 to advance in the ONE Lightweight World Grand Prix!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Sunday, March 31, 2019

Namun, saat kedua atlet itu berhadapan dalam turnamen ONE Lightweight World Grand Prix di ajang ONE: A NEW ERA, Kekuatan Nastyukhin adalah penyeimbang yang luar biasa, dimana ia mengejutkan Alvarez, dan seluruh dunia, dengan sebuah penyelesaian luar biasa.

Kini, saat ia melampaui tahap pertama dari turnamen epik milik ONE Championship ini, ia dapat mengharapkan laga melawan Lowen Tynanes untuk memperebutkan posisi di babak final.

Setelah kemenangan terbesar dalam kariernya – dan hadiah sebesar 50 ribu dolar AS untuk penampilan terbaik malam itu – Nastyukhin mengungkap bagaimana ia memberi kejutan besar tahun ini, dan prediksi yang ia miliki untuk turnamen World Grand Prix ini.

ONE Championship: Apakah anda merasa tekanan ekstra saat bersiap menghadapi lawan terkuat dalam karier anda?

Timofey Nastyukhin: Tidak juga. Tentunya, ada kegugupan tersendiri seperti biasa dan sedikit keraguan, namun saya mencoba mengesampingkan semua pikiran ini.

Saat saya berhadapan dengannya, saya hanya merasakan keinginan besar untuk segera masuk ke Circle dan melawannya. Saya mengetahui bahwa saya siap dan melakukan yang terbaik jelang laga ini.

Jika anda tak berharap untuk menang, apa tujuannya anda bertanding? Saya selalu mengatakan yang sama – siapapun yang ada di depan anda, yang terpenting adalah kondisi pikiran dan persiapan anda.

ONE: Apa yang anda lakukan untuk mempersiapkan diri jelang kontes ini?

TN: Saya berlatih dengan rekan-rekan saya di Raty MMA di Russia dan dengan rekan sparring saya yang brilian, Andrei Koshkin, di Tiger Muay Thai, Phuket. Kami merancang sebuah rencana, bekerja keras, maka saya hanya harus mengikutinya dan mengharapkan yang terbaik.

Saya berdoa sebelum memasuki Circle. Semuanya ada di tangan Tuhan, dan malam itu, Tuhan mengizinkan saya menang.

ONE: Apa yang menjadi game plan anda, serta bagaimana hal itu dipraktekkan di dalam Circle ONE?

TN: Kami menganalisa gaya [bertarung] Eddie sebelum laga ini. Kami mengharapkan dirinya akan memberi tekanan berat pada saya dari awal.

Kami mengetahui bahwa ia sangat suka bergerak maju, melontarkan jab ganda yang diikuti dengan overhand kanan, mendorong lawan ke arah dinding Circle, serta mencari cara untuk bertransisi dari posisi ground dari situ.

Dugaan saya adalah bahwa tim pojoknya menyarankan dirinya untuk mengubah gayanya, untuk mengejutkan saya. Ia nampak seperti memulai dengan perlahan, mencoba untuk merasakan Circle dan gerakan saya.

Sayangnya, bagi dirinya, itu berarti ia memainkan permainan saya, membiarkan saya melakukan apa yang menjadi andalan saya – menutup jarak dan menyerang. Ia tidak menekan saya, ia senang bertahan, ia memberi saya sisi tengah dan itulah yang saya butuhkan.

Ia mengubah gayanya yang biasa, tetapi itu menjadi hadiah terbaik bagi saya, itu memberi saya kesempatan untuk menampilkan kemampuan terbaik saya. Saya diberikan kesempatan yang luar biasa dan saya menggunakannya. Saya memukul Eddie dengan tinju kanan yang keras, dan saya melihat dirinya mulai mundur. Insting saya beraksi dan saya menyelesaikan laga.

ONE: Apa yang anda rasakan saat wasit maju dan menghentikan laga?

TN: Saya sangat kewalahan dengan berbagai emosi – itulah mengapa seluruh penonton melihat saya beraksi di luar kebiasaan di dalam Circle!

Saya menang melalui KO, dengan cara khas saya yang dominan, dan saya tidak mengizinkan lawan saya untuk melakukan banyak hal. Walau saya hampir mencuci otak saya sendiri bahwa saya dapat menang, saya tidak menyangka akan terjadi seperti ini, maka saat laga selesai, saya sangat bersemangat.  

Jika saya menang dalam tiga ronde, itu tak akan sama. Saat saya lebih tenang, saya tiba-tiba menyadari saya telah memenangkan laga terpenting dalam karier saya, itu adalah perasaan yang luar biasa!

ONE: Apakah anda merasa kewalahan melihat reaksi para penggemar dan media di seluruh dunia?

TN: Saya tidak merasa seperti seorang superstar baru atau apapun, tetapi respon banyak orang sangat membuat saya kewalahan.

Saya sebelumnya tak pernah mendapatkan pesan-pesan sebanyak ini dari seluruh dunia, dimana mereka menunjukkan kekaguman dan apresiasi mereka atas pekerjaan saya. Saya juga mendapatkan banyak pengikut baru di media sosial.

ONE: Apakah anda terkejut saat Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong memberi  bonus 50.000 dolar AS untuk penampilan anda?

TN: Sejujurnya, saya sangat terkejut. Itu sangat berarti bagi saya – saya dapat membayar cicilan rumah saya sekarang, dan itu adalah sebuah kelegaan lainnya.

Setelah laga saya, Chatri mendatangi saya dan mengatakan pada asistennya agar meminta tanda tangan saya untuk sebuah cek atas penampilan terbaik malam itu, walau ada banyak laga penting lainnya di depan saya.

Saya diberikan surat-surat untuk ditandatangani dan melihat tambahan $50.000 di dalam pembayaran saya – itu terasa sangat luar biasa menyenangkan!

ONE: Apa yang anda pikirkan terkait laga anda berikutnya dengan Lowen Tynanes? 

TN: Saya melihat Lowen melawan Kuat Khamitov pada tahun 2015. Ia adalah lawan yang sepadan bagi saya.

Ia adalah pria yang sangat kuat dengan teknik gulat dan pukulan kuat, dimana ia memiliki kontrol yang sangat baik di posisi ground. Itu akan menjadi laga keras bagi saya, dan saya akan senang berbagi Circle dengan dirinya.

ONE: Jika anda memenangkan kontes tersebut, anda akan menghadapi Ariel Sexton atau Saygid Guseyn Arslanaliev. Siapa menurut anda yang akan menjadi lawan anda?

TN: Jika segala sesuatunya berjalan dengan baik, saya berharap mencapai babak final, walau terlalu awal untuk membicarakan itu sekarang.

Saya kira Saygid akan mengalahkan petarung Amerika itu. Kami mungkin akan bertemu untuk sebuah laga ulang, yang akan saya sambut dengan senang hati. Saya akan ingin melawan Saygid lagi.

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.