Muay Thai

Superlek Inginkan Kemenangan Atas Rival Lamanya, Panpayak

Pria yang dua kali menjadi Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai Superlek “The Kicking Machine” Kiatmoo9 ingin mendapatkan penebusan dan merebut posisi penantang teratas dalam divisinya.

Ia akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan kedua hal itu pada hari Jumat, 31 Juli.

Malam itu, Superlek akan melanjutkan persaingan bersejarah dengan kompatriotnya, “The Angel Warrior” Panpayak Jitmuangnon, dalam ajang ONE: NO SURRENDER di Bangkok, Thailand, dimana pemenang dari laga ini akan mendapatkan peringkat teratas dalam divisi flyweight Muay Thai.

“The Kicking Machine” awalnya telah bersiap untuk laga yang dijadwalkan pada bulan Maret, namun pandemi global COVID-19 memaksa ONE Championship untuk menunda seluruh rangkaian gelarannya.

Terlepas dari ini, atlet berusia 24 tahun asal Buriram itu tetap menjaga kondisinya selama masa istirahat itu. Ia mempertahankan rutinitasnya dan berlatih dengan samsak – selagi ia menunggu kesempatannya tampil kembali di atas panggung dunia.

Lalu, hampir satu bulan yang lalu, ia menerima telepon penting dari sasananya, Kiatmoo9 Gym.

“Sekitar pertengahan Juni, sasana saya menelpon dan meminta saya bersiap. Mereka mengatakan saya mungkin segera mendapatkan laga bersama ONE, tetapi tidak mengetahui siapa yang akan menjadi lawan saya. Maka, saya mengambil waktu dua minggu untuk menyesuaikan tubuh saya sebelum mulai berlatih penuh waktu,” jelas Superlek.

“Saat saya mengetahui bahwa Panpayak adalah lawan saya, perasaan saya cukup normal. Saya tidak mengkhawatirkan apapun. Walau kami telah seringkali berlaga bersama, itu tidak pernah membosankan. Sebenarnya, saya ingin bertanding kembali dengannya.”

Superlek Kiatmoo9 connects with a punch

Ada alasan tepat mengapa Superlek menginginkan laga ulang. Kedua superstar Muay Thai ini telah menghadapi satu sama lain enam kali, namun beberapa kontes tersebut tidak berjalan sesuai kemauannya.

Kedua atlet Thailand ini awalnya mendapatkan hasil seri pada tahun 2015 di stadion yang sangat terkenal, Rajadamnern Stadium. Lalu, setelah bertukar kemenangan pada kemenangan dan kekalahan dalam dua laga mereka setelah itu, Panpayak mengalahkan Superlek tiga kali melalui keputusan juri – termasuk dalam laga terbaru mereka di bulan Agustus 2018.



Superlek mungkin beberapa kali telah kalah, namun ia juga mendapatkan pengertian yang lebih baik terkait senjata dan atribut milik lawannya itu.

“Kami mengetahui satu sama lain dengan sangat baik. Saya hanya terfokus pada peningkatan kemampuan saya,” kata warga Buriram ini. “Ia memiliki tendangan dan pukulan kiri yang sangat kuat, yang saya kira adalah kekuatan terbesarnya. Ia juga lebih tinggi dari saya.”

Akan ada pertaruhan besar saat kedua atlet ini kembali bertemu di Bangkok.

Panpayak, seorang Juara Dunia Muay Thai lima kali, adalah atlet peringkat pertama dalam divisi flyweight Muay Thai, menurut daftar Peringkat Resmi Atlet ONE

Superlek menempati posisi kedua dalam daftar peringkat tersebut, maka jika ia mengalahkan “The Angel Warrior,” ia mungkin dapat merebut posisi teratas dan bahkan mungkin dapat masuk ke dalam sebuah laga bersama rekan satu tim Panpayak, Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon.

Perwakilan Kiatmoo9 Gym ini mengerti betapa pentingnya kontes dalam ajang ONE: NO SURRENDER ini, namun ia tidak menempatkan tekanan lebih besar pada dirinya sendiri.

“Yang dapat saya lakukan adalah memberi yang terbaik, apapun hasil dari laga ini,” kata Superlek. “Saya selalu datang untuk [meraih] kemenangan.”

Baca juga: Kesulitan Yang Diatasi Superlek Kiatmoo9 Menuju Kejayaan