Muay Thai

Sunoto: Kecerdasan Bertanding Faktor Penting Di Laga Petchmorakot Vs. Andersson

“The Terminator” Sunoto menilai kecerdasan bertanding (Fight IQ) akan menjadi salah satu faktor kunci dalam laga puncak ONE: A NEW BREED III yang mempertemukan Petchmorakot Petchyindee Academy dan Magnus “Crazy Viking” Andersson.

Kedua Juara Dunia tersebut akan terlibat dalam duel eksplosif untuk memperebutkan sabuk emas ONE Featherweight Muay Thai yang sebelumnya telah berlangsung di Bangkok, Thailand, dan akan disiarkan pada Jumat, 18 September.

Menurut atlet asal Blora, Jawa Tengah, tersebut, kemampuan dalam membaca ritme serta beradaptasi terhadap kemampuan lawan akan menentukan hasil akhir.

“Petchmorakot saya lihat dia memang mainnya tidak mengandalkan power, tapi Fight IQ dia bagus sekali. Jadi dia seperti punya game plan yang bagus ditambah pelatih bagus,” buka Sunoto, yang sempat berbagi ring dengan Petchmorakot dalam ajang ONE: WARRIOR’S CODE di Jakarta pada Februari silam.

“Bahkan pas awal-awal terlihat kewalahan saat lawan Liam Harrison, tapi Petchmorakot bisa menang KO. Padahal Liam bagus dari segi teknik, jadi ini memang menunjukkan Fight IQ Petchmorakot bagus.”



Sunoto merujuk pada pertarungan Petchmorakot melawan Liam Harrison pada tahun 2018 lalu.

Saat itu, Petchmorakot tampil terdesak hampir sepanjang ronde pertama. Tendangan-tendangan keras dan kombinasi serangan khas milik Harrison cukup merepotkan atlet asal Thailand tersebut. Bahkan, Petchmorakot harus terjungkal saat menerima tendangan rendah dari pria Inggris tersebut.

Meski momentum berada di pihak lawan saat memasuki ronde kedua, satu kesempatan yang Petchmorakot miliki lewat sikutnya mampu menghasilkan kemenangan.

Sebuah sikut kiri presisi dari Petchmorakot mampu merobohkan Harrison yang tak mampu kembali tegap berdiri saat wasit selesai menghitung.

Usai meraih sabuk emas ONE pada akhir Februari lalu dengan mengalahkan Pongsiri PK. Saenchaimuaythaigym dan mempertahankan gelar tersebut pada Juli lalu dengan mengungguli legenda Muay Thai “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex, tantangan berikutnya bagi Petchmorakot datang dari Swedia.

“Crazy Viking” merupakan Juara Dunia Muay Thai dalam organisasi Lion Fight, dan ia datang menuju pentas global ONE Championship dengan membawa gaya bertanding keras khas Eropa Utara.

Laga tersebut dianggap menjadi ujian terberat bagi Petchmorakot sejauh ini, mengingat keunggulan postur serta kemampuan taktikal lawan yang berbeda dari lawan sebelumnya.

Dengan perbedaan tinggi 4 sentimeter, Andersson menjadi lawan dengan postur tertinggi bagi Petchmorakot hingga saat ini. Maka, kecerdasan kesatria Muay Thai asal Petchyindee Academy tersebut dalam membaca dan beradaptasi dengan kemampuan lawan akan diuji pada level yang berbeda.

“Kelebihan Petchmorakot itu fleksibel tergantung lawan. Cara dia menyimpan tenaga dan kemampuan untuk improve seiring laga berjalan sangat bagus. Saat lawan yang pendek, dia push terus jadi lawan enggak berkembang,” beber Sunoto.

“Jadi dia susah ditebak, dan bukan tipikal petarung yang maju hajar terus. Dia kebanyakan lebih sering mundur karena memang punya jangkauan panjang.”

Menurut Sunoto, dengan lawan yang memiliki kemampuan seimbang, laga Petchmorakot menghadapi Andersson akan berjalan sengit sejak awal. Namun ia memprediksi sabuk emas masih akan digenggam sang juara bertahan. 

“Saya rasa masih dia yang akan keluar sebagai Juara Dunia. Menurut saya, push kick sama elbow dia adalah senjata paling berbahaya. Dia memiliki kombinasi sikut ditambah push kick tajam serta jangkauan panjang,” ungkap Sunoto.

“Kalau misalkan rapat dan tarung jarak dekat, elbow dia yang berbahaya. Kalaupun jarak jauh, dia punya jangkauan. Jadi lengkap, baik jarak dekat atau jauh.” 

Baca juga: Priscilla Prediksi Kemenangan Akan Berpihak Pada Rival Sekaligus Sahabatnya