Berita

Ryuto Sawada Termotivasi Hentikan Miao: ‘Tubuh Saya Ada Di Tingkatan Baru’

Ryuto “Dragon Boy” Sawada berharap membuat pernyataan besar hari Jumat, 16 Oktober ini.

Spesialis submission Jepang ini akan berhadapan dengan striker Tiongkok, Miao Li Tao, dalam laga divisi strawweight bela diri campuran di ajang ONE: REIGN OF DYNASTIES II, yang sebelumnya direkam di Singapura.

Walau ini pertama kalinya Sawada berlaga sejak tahun lalu, ia bertekad memberi aksi spektakuler untuk mencuri perhatian para penggemar bela diri dari seluruh dunia.

“Sudah cukup lama sejak terakhir kali saya bertanding, dan sejak itu, saya belum dapat memberikan aksi bagi para penggemar,” ungkapnya. “Kali ini, saya ingin menunjukan bahwa saya bertarung untuk menghentikan lawan saya.”

⏱ 69 SECONDS ⏱

⏱ 69 SECONDS ⏱That was all Ryuto "Dragon Boy" Sawada needed to submit Aziz Calim in his ONE debut! ????????: Check local listings for the global broadcast starting at 8:30PM (Bangkok time).???????? Thailand: สามารถรับชมได้ทางไทยรัฐทีวีช่อง 32 เวลา 21:30 น. วันที่ 16 สิงหาคมนี้???????? United States: Tune in to B/R LIVE at 9:30AM ET ???? https://go.br.live/lgso68256???????? Japan: 8月16日 午後7時 AbemaTV 生中継 ???? http://bit.ly/2YKxYQw???????? Philippines: Tune in to ABS-CBN S+A at 9:30PM.???????? Singapore: Tune in to Toggle at 9:30PM or Mediacorp Channel 5 at 10PM.???????? Malaysia: Tune in to TV2 or Astro Arena at 9:30PM.???????? India: Tune in to Hotstar or Star Sports Select 2 at 3:30PM.???????? Vietnam: Theo dõi trên kênh HTV Thể Thao vào lúc 20h30.???????? Myanmar: Skynet Sports 3 မွာ ညေန ၈နာရီ အခ်ိန္တြင္ တိုက္႐ိုက္ထုတ္လႊင့္ျပသ သြားမွာ ျဖစ္ပါတယ္။????: Watch on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, August 16, 2019

Sawada, yang telah menetap di Singapura untuk berlatih di sasana kelas dunia Evolve sejak Febuari 2019 silam, sukses mencetak debut spektakuler pada bulan Agustus 2019 dengan menghentikan perlawanan Juara Karate Nasional Indonesia Aziz “The Krauser” Calim hanya dalam 69 detik.

Namun, bulan Desember lalu, atlet kelahiran 24 tahun lalu ini mengalami kesulitan saat mengatasi teknik gulat dari Bokang “Little Giant” Masunyane dan kalah melalui keputusan mutlak.

“Saya berharap untuk bertahan dan menyerang saat ia mencoba menyarangkan grappling-nya. Namun, ia mengendalikan laga, dan saya tidak dapat bergerak seperti yang saya harapkan,” kata Sawada.

“Saya seharusnya dapat bergerak lebih banyak tanpa mempedulikan ritme lawan saya. Saya seharusnya bergerak dalam ritme saya.”

Japanese martial arts star Ryuto Sawada enters the Circle

Atlet berjuluk “Dragon Boy” yang biasanya tampil agresif ini jelas tak puas dengan penampilan terakhirnya itu, dan ia berniat membalikan keadaan di Singapura.

“Gaya bertanding saya agresif, dan saya selalu mencari submission atau KO,” katanya. “Saya akan bertarung untuk mencari submission atau memukul KO lawan saya kali ini.”

Kendati demikian, laga ini tidak akan mudah karena ia harus menghadapi Miao, bintang Tiongkok yang memiliki pukulan keras dengan rekor profesional 12-4. Bersama ONE Championship, ia telah mengatasi bintang Kamboja Sim Bunsrun dan mantan Juara Dunia ONE Strawweight Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke pada ronde pertama.

“Ia besar dan memiliki pukulan dahsyat dengan kekuatan KO. Di ranah ground, ia mampu menyeret lawan turun atau melempar mereka dengan kekuatannya,” jelas Sawada terkait Miao.

“[Saya sangat berhati-hati akan] striking-nya. Jika saya menerima pukulan, itu akan menggoyahkan saya, maka saya harus berhati-hati.”

 

Dengan status sebagai petarung agresif, pertahanan terbaik adalah serangan yang baik. Dengan itu, Sawada tak hanya akan menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan  lawannya yang kuat ini.

Sebagai gantinya, ia akan berusaha mengendalikan laga Jumat ini dengan bantuan teknik gulat, Brazilian Jiu-Jitsu, serta sabuk hitam karate yang dimilikinya.

“Saya dapat meladeni striking atau grappling, dimana saya telah berlatih untuk menangani segala situasi yang ada,” ungkap atlet asal “Negeri Matahari Terbit” itu.

“Jika jaraknya terlalu dekat, saya kira saya dapat terpukul, maka saya akan mencoba menyerang dari posisi yang memungkinkan. Serta, saya akan aktif mencari takedown dan menggunakan striking saya.”

Jelas bahwa berdasarkan rekam jejak Sawada, ia tidak pernah menyerah – bahkan dari lawan yang jauh lebih besar. Ia hanya membutuhkan sikap yang sama saat menghadapi Miao, yang memiliki keunggulan tinggi badan 10 sentimeter dalam laga ini.

“Saya tidak peduli,” tegas Sawada. “Saya selalu menghadapi lawan yang lebih besar dari saya sejauh ini. Jadi saya tidak gentar walau ia memiliki tubuh yang lebih besar atau jangkauan lebih panjang.”

 

Keyakinan Sawada juga datang dari postur tubuh yang telah dibangunnya baru-baru ini.

Ia sudah lama dikenal memiliki kemampuan atletis papan atas, namun kini ia bahkan melatih dirinya jauh lebih keras demi meningkatkan keunggulan fisiknya selama pembatasan sosial COVID-19, yang mencegahnya berlatih grappling seperti biasa.

“Saya kira saya mendapatkan kekuatan,” ungkap Sawada. “Saya tak dapat berlatih grappling, maka saya lebih terfokus untuk angkat beban dan striking. Saya kira tubuh ada di tingkatan baru.”

Selain transformasi fisik tersebut, bintang Jepang ini juga menerima saran berharga dari rekan satu sasananya, Dejdamrong, yang pernah Miao dan memetik pelajaran besar.

“[Dejdamrong memberitahu bahwa] saya harus berhati-hati dengan pukulan kerasnya,” kata Sawada. “Dan juga, ia mengatakan jika saya dapat mendikte ritme [laga], saya dapat mengalahkan lawan saya. Maka, saya akan sangat ingin membawa laga ke dalam ritme saya.”

Mimpi terbesar Sawada ialah untuk menjadi Juara Dunia ONE. Ia pun meyakini bahwa kemenangan di ONE: REIGN OF DYNASTIES II ini akan memisahkan dirinya dari atlet lainnya dalam divisi strawweight yang sangat ketat ini.

“Dalam divisi saya, terdapat banyak atlet Jepang yang tangguh seperti Yosuke Saruta dan Yoshitaka Naito,” katanya.

“Saya ingin mengamankan posisi yang menjadikan saya dapat berlaga melawan mereka.”

Baca juga: Pertaruhan Bagi Para Bintang Di ONE: REIGN OF DYNASTIES II