Pongsiri Siap Menjalani Tugas Berat Saat Hadapi Sorgraw

Thailand superstars Petchmorakot Petchyindee Academy and Pongsiri PK.Saenchaimuaythaigym compete for the inaugural ONE Featherweight Muay Thai World Title

Juara Dunia Muay Thai empat kali Pongsiri PK.Saenchai Muaythaigym siap menunjukkan pada para penggemar ONE Championship apa yang dapat dilakukannya – dan itulah kesempatan yang akan diraihnya pada hari Jumat, 14 Agustus.

Saat itu, atlet Thailand berusia 29 tahun ini akan menghadapi kompatriotnya, Sorgraw Petchyindee Academy, dalam laga featherweight Muay Thai pada ajang ONE: NO SURRENDER II di Bangkok, Thailand.

Sorgraw, seorang Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai, akan memasuki kontes ini dengan berbagai pengalamannya di rangkaian ONE Super Series.

Atlet berusia 27 tahun itu mencetak debut promosional yang sangat luar biasa pada bulan Juni 2018, dengan mengalahkan striker Perancis-Aljazair Samy Sana melalui keputusan mutlak.

Dan walau perwakilan Petchyindee Academy itu tunduk atas Juara ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix Giorgio “The Doctor” Petrosyan melalui keputusan juri lima bulan kemudian, ia kembali memasuki lingkaran pemenang dengan sebuah kemenangan melalui keputusan terbelah, atau split-decision, atas petarung Skotlandia George Mann pada bulan Juli 2019.

Dalam dua kemenangan tersebut, Sorgraw mengandalkan kekuatannya – teknik tinju, tendangan keras dan kemampuan menghindar – dimana perwakilan PK.Saenchai Muaythaigym ini mampu mengantisipasi hal yang sama dalam laga ini.

“Ia adalah petinju yang sangat besar. Ia sangat berkemampuan dan memiliki gaya bertahan. Senjata utamanya adalah tendangannya,” sebut Pongsiri.

“[Saya rasa ia akan menggunakan] jab, tendangan dan mungkin teknik lutut – mungkin serangan lutut di udara karena ia lebih tinggi dari saya, dan gaya saya harus mendekatinya terlebih dahulu. Maka, ia akan dapat menggunakan ini untuk membalas gaya saya.”



Tak ada keraguan bahwa menghadapi Sorgraw akan, secara harafiah, menjadi tugas yang lebih tinggi bagi Pongsiri. Lawannya itu memiliki keunggulan tinggi badan sebesar 11 sentimeter, yang akan memberi lebih banyak kesempatan mencetak KO.

“Ia lebih tinggi dari saya, maka ia akan menggunakan ini sebagai bagian dari keunggulannya untuk tendangan tinggi, dan saya harus mewaspadai itu,” tambah Pongsiri. “Kemudian, saya harus waspada saat saya mendekatinya, karena serangan sikunya dapat menghantam kepala saya dengan mudah.”

Ini tidak akan menjadi pertama kalinya ia menghadapi lawan yang lebih tinggi di atas panggung dunia.

Dalam sebuah laga dengan pemberitahuan kurang dari satu minggu di bulan Februari, Pongsiri mengambil kesempatan mencetak debut promosionalnya dan menantang Petchmorakot Petchyindee Academy demi gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai perdana.

Petchmorakot, yang lebih terkondisi dengan baik karena latihan ekstensif yang dijalaninya, juga memiliki keunggulan tinggi badan sebesar 11 sentimeter yang membantunya meraih kemenangan mutlak.

Muay Thai fighter Pongsiri PK.Saenchai Muaythaigym punches Petchmorakot Petchyindee Academy in his ONE Championship debut

Namun kali ini, ada beberapa hal yang sedikit berbeda.

Untuk penampilan promosional keduanya, Pongsiri memiliki beberapa minggu untuk masa persiapan dan lebih yakin dengan sarung tangan bela diri campuran 4-ons yang sangat dikenal dalam rangkaian ONE Super Series Muay Thai.

Jika ia dapat menemukan jarak serangnya, ia akan mampu menerapkan gaya bertarungnya ini melawan rekan satu tim Petchmorakot itu.

“Gaya bertanding saya sangat agresif – itu gaya yang tidak pernah mundur. Saya memiliki tendangan dan serangan siku sebagai andalan saya,” kata perwakilan PK.Saenchai Muaythaigym ini. “Tendangan saya dapat menghentikan kompetitor saya, dan siku saya dapat menciptakan kerusakan besar. Mereka harus takut.”

Jika Pongsiri dapat melewati Sorgraw, ia berharap akan dapat mengamankan sebuah laga ulang melawan Petchmorakot dan mendapatkan kesempatan kedua meraih sabuk emas dalam divisi ini.

“Kalau saya menang dalam laga ini, saya akan siap merebut sabuk itu. Saya membutuhkannya,” kata Pongsiri. “Saya membutuhkannya sebagai bukti kejayaan bagi diri saya, sasana saya dan untuk Thailand.”

Baca juga: KO Terbaik Dari Bintang Yang Akan Beraksi Di ONE: NO SURRENDER II

Selengkapnya di Berita

Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Rambolek vs Yod IQ at The Inner Circle 30
Seksan vs Muangthai at The Inner Circle 30 16
Nadaka Yoshinari faces off with Har Ling Om ahead of ONE SAMURAI 3
Muay Thai fighters Rambolek Chor Ajalaboon faces off with Yod-IQ Or Pimolsri ahead of The Inner Circle 30