‘Lebih Baik Dari Dia Dalam Segala Aspek’ – Yuki Yoza Incar KO Atas Jonathan Haggerty Di ONE SAMURAI 1

Yuki Yoza Superlek ONE 173 27

Setelah menjalani perjalanan impresif di ONE Championship, Yuki Yoza kini berada di ambang momen terbesar dalam kariernya.

Mantan juara K-1 itu akan menantang Jonathan “The General” Haggerty demi sabuk Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing di ONE SAMURAI 1 pada 29 April di Ariake Arena, Tokyo.

Petarung 28 tahun tersebut membangun posisinya lewat deretan kemenangan atas lawan elite.

Ia memberi kekalahan pertama dalam karier Elbrus “The Samurai” Osmanov di ONE Friday Fights 109, lalu melanjutkannya dengan kemenangan dominan atas mantan penguasa bantamweight kickboxing Petchtanong Petchfergus.

Terakhir, ia mengalahkan juara dunia ONE Flyweight Kickboxing, “The Kicking Machine” Superlek, di ONE 173. Rangkaian hasil itu membuat rekornya menjadi 22-2 dengan 13 kemenangan beruntun, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu striker paling komplet di dunia.

Bagi Yoza, perjalanan menuju titik ini bukan soal gelar, melainkan kualitas lawan yang dihadapi:

“Tiga laga terakhir saya sebelum perebutan gelar ini sebenarnya sudah seperti laga utama. Lawan-lawan saya adalah mantan juara, termasuk lawan terakhir saya. Jadi saya melewati serangkaian pertarungan yang sangat berat. Tapi memang seperti itulah di ONE.

“Saya harus melalui jalan yang sulit untuk sampai ke sini, dan akhirnya mendapatkan kesempatan perebutan gelar yang sudah lama saya tunggu.”

Fondasi itu dibangun dari disiplin dan struktur.

Yoza ditempa oleh Kyokushin Karate, gaya yang dikenal dengan daya tahan dan ketenangan di bawah tekanan. Karakter tersebut masih menjadi dasar pendekatannya dalam menghadapi laga besar.

Kini, ia akan menghadapi sosok yang selama ini ia anggap sebagai standar tertinggi di divisi:

“Juara Dunia ONE itu Jonathan Haggerty. Itu selalu pandangan saya. Dan saya berpikir, suatu hari saya akan mengalahkannya. Saya ingin melawannya.

“Sebelum bergabung dengan ONE, saya pernah datang sebagai cornerman untuk Masaaki Noiri. Saat itu Haggerty ada di sana, jadi saya menghampirinya dan berkata, ‘Saya semakin dekat, jadi mari kita lakukan.’ Dan dia menjawab, ‘Ya, mari kita lakukan.’”

Berlatih di Team Vasileus bersama Takeru Segawa, Yoza mengasah kemampuan teknis sekaligus pendekatan mentalnya.

Lingkungan tersebut membentuk petarung yang mengandalkan pengambilan keputusan dan kontrol, bukan sekadar serangan brutal. Mindset ini bisa menjadi kunci melawan Haggerty, yang dikenal dengan presisi dan timing.

Yoza menatap laga ini dengan kacamata berbeda:

“Haggerty adalah petarung yang sangat terampil, bukan sekadar kuat. Dalam aturan ONE, baik kickboxing maupun Muay Thai, petarung yang bisa mencetak poin dan menang secara konsisten adalah petarung yang benar-benar terampil.”

Kepercayaan Diri Yoza Jadi Kunci Kontra Haggerty

Kemampuan teknis Jonathan Haggerty sudah diakui luas dan membuatnya menjadi salah satu petarung yang disegani di ONE Championship. Namun Yoza merasa ia melihat celah yang belum dimanfaatkan oleh banyak lawan.

Menurutnya, ekspresi wajah sang juara bisa menjadi petunjuk.

Yoza mengungkapkan:

“Ekspresinya cukup mudah dibaca. Saat dia dalam masalah atau terkena pukulan, itu terlihat di wajahnya. Dalam hal itu, menurut saya dia cukup mudah dibaca.”

Meski mengincar penyelesaian cepat, Yoza tetap mempersiapkan diri untuk pertarungan lima ronde yang menuntut strategi dan pengaturan tempo.

Dengan pengalaman menghadapi berbagai gaya petarung elite, ia yakin memiliki keunggulan secara keseluruhan.

Tutup Yoza:

“Selain pengalaman dia di pertarungan lima ronde, saya merasa saya lebih baik darinya dalam segala aspek. Tentu saja saya percaya diri. Alasannya sederhana: karena lawan saya adalah diri saya sendiri. Dan saya percaya saya yang terkuat.

“Bagaimana saya menang? Tentu dengan KO. Banyak orang bilang saya harus finis, tapi di tiga laga terakhir saya belum bisa menang KO. Kali ini, saya benar-benar percaya diri.”

Selengkapnya di Berita

Johan Ghazali faces Johan Estupinan in a rematch at The Inner Circle 42
Khunsuk goes high with a kick against YodUdon at ONE Friday Fights 176.
Akram Hamidi celebrates his KO win against Kongchai Chanaidonmueang at ONE Friday Fights 66.
Numsurin Chor Ketwina and Akram Hamidi face off before their Muay Thai fight at The Inner Circle 36
Aliff Sor Dechapan faces off with Prajanchai Pongsuphan PK in the middle of the ONE Championship ring.
Three-time kickboxing World Champion Marat Grigorian prepares for battle.
Jonathan Haggerty and Hiroki Akimoto at the ONE SAMURAI 4 Ceremonial Weigh-Ins & Faceoffs
Prajanchai says a prayer before his fight against Ellis Badr Barboza at ONE Fight Night 28.
Johan Ghazali and Diego Paez trade strikes at ONE Fight Night 32.
Diego Paez cracks Johan Ghazali with an uppercut at ONE Fight Night 32.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Prajanchai Pongsuphan PK and Wang Junguang face off ahead of The Inner Circle 35