Berita

Jalan Panjang Stefer ‘The Lion’ Rahardian Masih Berlanjut

Stefer “The Lion” Rahardian baru saja memetik kemenangan impresif atas rekan senegaranya, Adrian “Papua Badboy” Mattheis, di hadapan para pendukung tuan rumah di Jakarta, Indonesia, tanggal 25 Oktober.

Dengan kemenangan dalam ajang ONE: DAWN OF VALOR ini, perwakilan Bali MMA tersebut sukses mematahkan kemenangan beruntun “Papua Badboy,” dan berhasil menutup tahun ini dengan baik setelah empat rentetan hasil minor.

Dalam laga yang digadang-gadang sebagai ajang pembuktian atlet ONE strawweight terbaik Indonesia ini, pria kelahiran 32 tahun silam tersebut mendominasi Adrian melalui teknik takedown serta ground control yang spektakuler selama tiga ronde – yang berakhir dengan sebuah kemenangan melalui keputusan mutlak.

Semangat Stefer "The Lion" Rahardian ????untuk meraih mimpi menjadi kebanggaan Indonesia ????????

Kesulitan hidup tidak menyurutkan semangat Stefer "The Lion" Rahardian ???? untuk meraih mimpi menjadi kebanggaan Indonesia. ????????????????Download the ONE Super App sekarang ???? http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship Indonesia on Wednesday, August 28, 2019

Setelah gelaran di Istora Senayan ini berakhir, “The Lion” berbagi tentang bagaimana ia berhasil mengatasi perlawanan berbahaya dari Adrian, harapannya untuk masa mendatang, serta apa yang akan hendak ia lakukan untuk meraih mimpi terbesarnya.

ONE Championship: Apakah anda bisa menjelaskan perasaan anda saat menghadapi Adrian?

Stefer Rahardian: Seperti yang saya katakan pada wawancara sebelumnya, saya memang tidak keberatan berhadapan dengan atlet Indonesia. Mungkin tekanannya datang karena [kami] bertanding di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Adrian adalah atlet yang sedang naik daun, jadi banyak yang melihat dia sebagai talenta muda serta local hero.

Namun saya sudah mengalami pengalaman pahit dan manis selama berlaga di ONE Championship. Maka, hal itu memotivasi saya untuk menang.

Selain itu, dalam laga ini juga banyak media yang mengatakan [laga ini adalah] ajang pembuktian siapa atlet ONE Strawweight terbaik di Indonesia, dan itu juga saya jadikan motivasi untuk berlatih sangat keras saat berada di training camp.

ONE: Pada ronde awal, anda sempat bertukar serangan atas dengan Adrian. Namun sesaat kemudian anda langsung melakukan takedown, apakah itu bagian dari strategi anda?

SR: Ini adalah laga bela diri campuran, bukan tinju atau kickboxing. Maka, bagi saya semuanya harus berjalan sesuai [dengan teknik] bela diri campuran. Dan saya pada dasarnya bukanlah seorang striker, tetapi seorang grappler yang mempelajari striking. Maka saya ingin semua keterampilan saya berkembang.

Di sasana saya [Bali MMA], kebanyakan pelatih serta rekan latihan adalah grappler, maka set-up, takedown dan submission [memang menjadi ciri khas kami]. Kalau sekiranya saya dapat melakukan takedown, saya akan langsung takedown. Itulah game plan saya pada laga tersebut.



ONE: Setelah kemenangan ini, adakah atlet ONE Championship yang secara spesifik ingin anda hadapi?

SR: Seluruh atlet ONE Championship sangat bagus. Saya pribadi memiliki tujuan layaknya para atlet lainya, yaitu menjadi Juara Dunia. Di sini, saya bekerja keras, melakukan peningkatan pada segala aspek, termasuk memperbaiki kekurangan saya. [Ditambah lagi] saya bukan lagi talenta muda, jadi saya berpikir kedepannya bagaimana porsi latihan saya agar tidak membuang waktu, dan juga, saya ingin bertanding sampai akhirnya [era] saya selesai.

Saya tidak memikirkan selanjutnya ingin melawan siapa. Biarkan saja waktu serta pengalaman membawa saya ke titik yang seharusnya. Saya hanya akan mengerjakan apa yang pelatih saya katakan, karena tugas seorang atlet adalah berlatih dan bertanding.

ONE: Kapan anda akan kembali ke Bali MMA untuk berlatih?

SR: Mungkin saya akan tinggal di Jakarta selama dua minggu dan baru kembali lagi ke Bali untuk berlatih. Saya berlatih setiap hari disana, menjaga kondisi fisik, serta belajar dari pelatih dan teman-teman lain [yang juga berlatih di sana].

Saya juga membantu teman-teman yang sudah memiliki jadwal bertanding. Sekarang, saya juga membantu tim MMA nasional Indonesia yang akan berlaga di turnamen MMA amatir di Bahrain.

ONE: Apa yang anda lakukan ketika membantu atlet lain bersiap untuk sebuah pertandingan?

SR: Menjadi partner grappling dan sparring MMA, memberi masukan kepada mereka. Pelatih pun tidak mungkin dapat mengurus semua orang secara detail dalam satu waktu. Jadi, para atlet juga saling membantu, seperti halnya Gianni Subba yang sering membantu saya.

Dia memberi masukan, saran, serta game plan, begitu pula saat melakukan latihan pad works. [Muhammad] Aiman juga [membantu saya] seperti itu.

ONE: Setelah laga kemarin, apa saja tanggapan dari para pelatih di Bali MMA bagi anda?

SR: Pelatih saya memberi masukan untuk dapat lebih jeli lagi melihat peluang saat berada di [posisi] ground. Mereka menyakinkan saya kalau saya [dapat melakukan] lebih dari itu. Saya akan akan mencoba meningkatkan ground control untuk mendapatkan peluang submission.

Saya juga harus lebih percaya diri lagi dengan kemampuan striking saya. Para pelatih selalu memberi masukan positif saat kalah maupun menang, dan tidak menjatuhkan. Saya tidak akan bisa seperti ini tanpa tim dan rekan-rekan saya yang selalu mendukung.

Baca Juga: 5 Sorotan Terbaik Dari Gelaran ONE: DAWN OF VALOR