Tips Dan Trik

5 Cara Latihan Bela Diri Memberi Anda Ketenangan Lebih

Setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri untuk memasuki dunia bela diri.

Mungkin mereka mengincar kebugaran fisik, pertahanan diri, atau memasuki kompetisi olahraga. Ditambah lagi, itu mungkin menambah kepercayaan diri, mengurangi stres dan bahkan relaksasi.

Meski latihan bela diri mungkin dapat menjadi intens dan penuh kerja keras, kehidupan yang dihabiskan untuk mempelajari disiplin apa pun dapat membantu anda meraih ketenangan diri dengan mengharmonisasikan kondisi fisik, mental dan emosional anda.

Berikut adalah bagaimana anda bisa menemukan ketenangan diri melalui latihan bela diri.

#1 Anda Dapat Merasa Nyaman Dengan Diri Sendiri

Li Kai Wen defeats Paul Lumihi at ONE MASTERS OF FATE

Kegelisahan, ‘insecurity’, atau rasa tidak aman dapat melahirkan banyak masalah.

Berbagai kasus perundungan dan kekerasan yang terjadi di dunia ini adalah manifestasi dari perasaan tidak aman pada diri sendiri.

Seorang seniman bela diri sejati akan sangat jarang menjadi agresif, atau menjadi perundung. Hal ini disebabkan karena semakin mereka memiliki kemampuan dan kekuatan fisik, mereka akan jauh dari rasa tidak aman.

Seseorang yang nyaman dengan dirinya sendirinya cenderung tidak akan menjadi agresif.

Saat anda mempelajari seni bela diri, tidak lagi anda akan termakan oleh perasaan tidak aman dan memproyeksikan itu ke orang lain. Anda dapat menjadi diri anda sendiri.

Seorang pesaing dalam divisi bantamweight ONE, “The Underdog” Li Kai Wen, mengatakan bagaimana seni bela diri membantu dirinya mengatasi perundungan dan menjadikannya tidak agresif.

“Seniman bela diri bukanlah pemicu [permasalahan], tetapi adalah penghindar konfrontasi,” jelasnya.

“Beberapa nilai terpenting di dalam kehidupan dapat dipelajari melalui latihan bela diri, seperti kehormatan, respek, ketekunan dan determinasi.”

#2 Anda Akan Melepaskan Ego

Rodtang Jitmuangnon at ONE A NEW TOMORROW

Ego, yang hampir bertolak belakang dengan rasa tidak aman atau ‘insecurity’ di atas, bermanifestasi dengan cara yang mirip.

Hal itu dapat memenuhi pikiran anda dan membuat seluruh pemikiran rasional anda melakukan sesuatu yang irasional.

Jika anda secara konsisten tetap gagal menjadi lebih baik, atau jika anda harus mengakui kemampuan anda yang berada di bawah murid yang lebih berpengalaman, ego ini harus cepat dikesampingkan — atau, pada akhirnya anda tidak akan bertahan.

Anda harus bisa menerima bahwa dunia ini tidak berputar disekeliling anda, bahwa anda bukanlah pusat dari alam semesta, serta bahwa anda harus menjalani jalur yang sama seperti orang lain.

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon, yang secara keseluruhan tampil dengan sangat mengesankan bersama rangkaian ONE Super Series, mengingatkan penggemarnya mengapa ego dapat menjadi kejatuhan seseorang – bahkan para atlet atau figur terbaik.

“Tidak ada hal baik yang datang dari ego, dimana anda tidak akan meraih kesuksesan jika anda memilikinya,” tuturnya.

“Saya ingin memberitahu para petarung di luar sana, bahwa jika anda menjadi terkenal, anda tidak boleh melupakan siapa diri anda atau dari mana anda berasal, serta untuk tidak pernah melupakan hari pertama anda [berlatih] di sasana.”

#3 Pengungkapan Kekuatan Dan Kelemahan Anda

Mark Sangiao

Melalui latihan dan sparring, anda akan dengan segera menemukan beberapa area di mana anda dapat meraih kesuksesan, serta area lain yang kurang dari diri anda.

Anda akan mengetahui hal yang sama terjadi pada rekan latihan anda, dan yang terpenting, anda akan memahami bahwa hal ini tidak apa-apa.

Seringkali, anda akan belajar menerima bahwa anda tidaklah sempurna. Anda juga akan menyadari bahwa anda memiliki ketidaksempurnaan yang sama dengan orang lain.



Dengan menerima kekuatan dan kelemahan anda, anda tak akan hanya menemukan penghiburan dan ketenangan, namun anda akan mengetahui apa yang harus anda kembangkan untuk tetap maju.

Ini adalah sebuah filosofi yang diaplikasikan oleh pelatih kepala Team Lakay Mark Sangiao kepada para atletnya di Filipina.

”Kekalahan adalah guru terbaik,” ungkap Sangiao, “Dan terkadang, anda tidak bisa melihat kesalahan anda dalam kemenangan. Serangkaian kekalahan membantu para atlet kami mengevaluasi seluruh kemampuan mereka, kekurangan mereka, serta bagaimana kami dapat menjadi lebih baik.”

#4 Membantu Anda Terfokus

ONE Feature | The Amazing Resurgence Of Shinya Aoki

Sungguh sulit untuk tetap terfokus di dalam dunia yang selalu mencari perhatian anda.

Anda langsung terhubung dengan dunia mulai dari saat anda terbangun, sepanjang hari di tempat kerja, serta bahkan melalui telepon genggam dan email saat hari menjelang akhirnya.

Selalu ada sesuatu yang menunggu perhatian anda.

Namun, di sasana, seluruh fokus anda wajib berada di teknik dan seni yang anda aplikasikan. Saat itu, anda tidak khawatir dengan rapat atau pertemuan kantor, ujian, atau masalah dalam hubungan pribadi anda, karena anda terfokus dengan apa yang sedang anda kerjakan.

Hal ini sangatlah kuat, hampir seperti momen ‘zen’. Tidak ada banyak aktivitas lain yang mampu memberi anda perasaan dan sensasi yang sama seperti saat anda berlatih bela diri.

Bahkan, seorang grappler legendaris Jepang, Shinya “Tobikan Judan” Aoki mengungkapkan bahwa fokus adalah salah satu hal terpenting dalam latihan.

“Seni bela diri adalah tentang belajar dan belajar,” ungkapnya.

“Saat anda berlatih untuk sebuah kompetisi dan terfokus pada sesuatu, anda pasti akan berkembang. Saya terus mengembangkan permainan saya, mempelajari teknik baru dan memperbaiki apa yang saya miliki saat ini.”

#5 Anda Belajar Memecahkan Masalah Dengan Kecerdasan

Radeem Rahman celebrates his win against Tang De Pan

Dengan tekanan tinggi di sasana, anda harus mengandalkan kecerdasan, keterampilan dan kecerdikan anda — bukan emosi.

Contohnya, saat anda berlatih teknik Muay Thai dengan seseorang yang baru dan mereka bereaksi dengan emosi mereka, anda dapat mengandalkan strategi anda. Jika anda membalas dengan emosi, hal itu akan membuat anda melakukan kesalahan dan akan memperlambat perkembangan anda.

Hal ini juga berlanjut pada kehidupan anda. Anda akan mampu menghilangkan emosi anda dari beberapa situasi yang tidak membutuhkannya, berdasarkan apa yang anda pelajari dalam latihan anda.

Ini akan membantu anda untuk tetap stabil secara emosional, dimana hal itu juga akan mengurangi kekacauan batin yang anda alami dan menggantinya dengan kedamaian.

Atlet bantamweight veteran bernama Radeem Rahman mengingatkan kita mengapa kecerdasan akan mampu mengalahkan emosi di sasana.

“Berlatih secara lebih pintar akan mengurangi kemungkinan cedera, dan itu mengembangkan kesadaran diri anda secara taktis dan kemampuan anda — dimana emosi membuat anda kehilangan penguasaan diri anda dalam latihan atau kompetisi.”

Baca juga: 9 Etika Umum Bagi Pemula Di Sasana Bela Diri