Sage Northcutt Jabarkan Kecintaan Akan Alam California, Kenang Kejadian Menakutkan Dengan Beruang

Sage Northcutt Ahmed Mujtaba ONE Fight Night 10 20

Saat tak berada di ruang latihan, atlet MMA sensasional Amerika “Super” Sage Northcutt menemukan kegemaran untuk menghabiskan waktu di alam liar.

Berikutnya, petarung berusia 27 tahun ini akan kembali beraksi melawan mantan Juara Dunia ONE Lightweight MMA Shinya “Tobikan Judan” Aoki pada hari Minggu, di ONE 165: Superlek vs. Takeru dari Tokyo – yang dapat dianggap sebagai aksi terbesar dalam 15 laga profesional di sepanjang kariernya.

Jelang aksi lightweight MMA krusial di Ariake Arena itu, Northcutt mempertahankan fokusnya untuk mencari cara mengalahkan spesialis submission legendaris Jepang ini, serta menyelesaikan pemusatan latihannya di sasana terkenal Team Alpha Male, Sacramento, California.

Dan, di waktu istirahatnya, “Super” Sage gemar berpetualang melihat pemandangan dan alam liar di negara bagian tersebut.

Ia berbagi pada onefc.com/id:

“Ya, itulah yang keren tentang California. Anda mendapatkan banyak ragam. Anda dapat pergi ke pegunungan, anda bisa pergi ke pantai, anda bisa melakukan banyak hal yang berbeda.”

Dari hiking sampai off-road, atau mengambil waktu sejenak di tengah pemandangan dan suara alam, Northcutt benar-benar menyukai petualangan di alam lepas itu.

Sejak pindah dari Texas ke California beberapa tahun yang lalu, ia semakin menghargai kesempatan untuk berpetualang di sekitarnya – semuanya dalam jarak tempuh yang singkat.

Dan sementara ia jelas menikmati waktunya bersantai di pantai pesisir Pasifik itu, ia berkata bahwa salah satu hobi favorit yang memacu adrenalin adalah balapan di padang pasir yang luas:

“Ada tempat seperti Death Valley, yang adalah padang pasir. Jika anda memiliki kendaraan untuk itu, anda dapat membawa truk dan hanya berkendara dengan cepat melewati bukit pasir dan menembus pasir itu.”

“Anda mendapat kegiatan bervariasi dari padang pasir ke pegunungan, sampai sungai dan salju. Anda mendapatkan pantai. Anda mendapatkan hampir segala sesuatunya. Ini cukup bagus.”

Sebagai Juara Dunia Karate berprestasi dan seniman bela diri campuran elite profesional sejak remaja, Northcutt memang sangat mendedikasikan diri pada keahliannya itu.

Tetapi, untuk mempertahankan dedikasi kuat itu setiap harinya, ia membutuhkan cara mengisi ulang energinya untuk sesi latihan keras berikutnya.

Itulah dimana kecintaannya akan alam luar berperan besar:

“Jelas, berlatih MMA itu adalah fokus anda. Anda akan menikmati waktu yang bagus, tentu saja. Ini sesuatu yang anda cintai, tetapi pergi keluar untuk hiking, pergi untuk off-road, melakukan hal-hal seperti itu, anda dapat mengosongkan pikiran anda dan hanya pergi dan menenangkan diri.”

“Itu sangat menenangkan.”

“Cukup bagus untuk berada jauh dari media sosial, berada jauh dari semua orang, berada jauh dari kota, dan hanya pergi seorang diri, dan itu juga waktu yang bagus untuk terfokus.”

‘Saya Bersembunyi Di Belakang Air Terjun Seperti Rambo’

Sage Northcutt mengetahui secara langsung bahwa sementara suasana alam memang bisa menenangkan, situasi alam liar dapat juga menciptakan beberapa situasi yang cukup berbahaya.

Ia mengenang satu pengalaman spesifik yang terjadi bertahun-tahun lalu di luar area Lake Tahoe, California, yang sangat indah:

“Ada beberapa momen yang cukup gila. Seperti, saya sampai ke titik ini saat menuju ke Tahoe. Itu bertahun-tahun lalu, sebenarnya. Ini adalah air terjun setinggi 30 meter, dan saya berkendara off-road ke sana.”

“Saya seperti memanjat batu-batu untuk mengitari itu. Saya hanya sendiri, pertama kali menjelajahi itu. Saya mungkin seharusnya membawa beberapa teman, atau setidaknya membawa pisau atau sesuatu [sambil tertawa].”

Saat “Super” Sage menyelesaikan perjalanan solonya itu, ia mendengar sesuatu yang membuatnya terpaku:

“Matahari mulai terbenam. Saya sedang berjalan pulang, dan masih harus melewati beberapa kilometer untuk kembali. Segala sesuatunya mendadak sangat sunyi, dan saya mendengar suara ini.”

“Ini [terjadi] bertahun-tahun lalu saat saya pertama kali tiba di California. Saya tidak banyak tahu tentang beruang.”

Tak ingin menunggu untuk menjadi makanan berikutnya bagi beruang lapar itu, Northcutt bersembunyi di satu-satunya tempat dimana ia merasa aman – di belakang air terjun.

Seperti cuplikan dari sebuah film aksi, ia menghabiskan beberapa menit kritis berikutnya untuk tetap bersembunyi dan tak sedikit pun bergerak:

“Saya tak melihat apa pun, tetapi saya mendengar sesuatu yang cukup serius. Maka saya lalu bersembunyi di belakang air terjun. Airnya sangat dingin. Sangat dingin.”

“Saya bersembunyi di belakang air terjun seperti Rambo, dan saya tetap berada di sana mungkin selama 15 menit penuh. Matahari sedang terbenam, itu mulai gelap, dan saya tak mendapatkan sinyal telepon.”

Saat hari semakin malam, petarung muda ini mulai kehabisan pilihan. Jika ia menunggu sampai gelap, ia mungkin akan menjadi mangsa mudah.

Lalu, tak lama kemudian, insting bertahan Northcutt pun terpicu, dan ia berlari seperti hidupnya bergantung dengan itu – karena memang mungkin seperti itu – sampai daerah aman:

“Saya menunggu, dan mendadak, saya melongok keluar. Saya melihat ke sekeliling dan berpikir, “Saya kira saya baik-baik saja.” Saya hanya berlari cepat. Saya bahkan tak tahu berapa kilometer itu. Itu mungkin beberapa kilometer.”

“Secepat saya berlari, mungkin latihan kardio terberat yang pernah saya lakukan, dan saya sampai ke truk saya dan langsung pergi. Tetapi itu cukup berkesan. Saya kira saya takkan melupakan itu.”

Selengkapnya di Fitur

Nico Carrillo Saemapetch Fairtex ONE Fight Night 23 40
Muangthai PK Saenchai Nico Carrillo ONE Friday Fights 22 38
Ok Rae Yoon Lowen Tynanes ONE Fight Night 10 68
Alibeg Rasulov
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 49
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 16 scaled
Liam Superlek
Superlek and Kongthoranee Smiling ONE Championship
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 38 scaled
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 6 scaled
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 14 scaled
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137