Berita

Buchecha Tetap Rendah Hati, Tak Terburu-Buru Setelah Laga Kang

Bintang heavyweight yang sedang naik daun, Marcus “Buchecha” Almeida, menolak untuk membanggakan diri walau ia mendominasi dua kali berturut-turut dalam disiplin bela diri campuran.

Para penggemar dan sesama petarung telah ingin memasangkan “Buchecha” melawan para atlet elite divisi ini setelah ia mengalahkan atlet Korea Selatan berbahaya “Mighty Warrior” Kang Ji Won di ONE: WINTER WARRIORS hari Jumat lalu.

Namun, pria rendah hati asal Brasil ini tetap menjejakkan kakinya di daratan.

“Ini berasa hebat karena itu adalah tantangan besar, sama seperti Anderson [“Braddock” Silva] dalam laga pertama itu,” ungkapnya.

“Mereka berdua memiliki pengalaman luar biasa. Jelas, saat ini saya merasa berada dalam jalur yang tepat. Namun saya masih 2-0 di MMA, hanya dua laga. Saya menjalani lima menit waktu [di dalam Circle]. Itu tidak banyak, bukan? Maka saya membutuhkan banyak pengalaman. Untuk bertarung lebih banyak lagi dan mempelajari permainan ini.”

“Saya tak terburu-buru. Saya memikirkan langkah demi langkah, hari demi hari. Dan saat saya sedang bermain, nikmati saja perjalanan itu.”

Buchecha controls Kang Ji Won on the canvas at ONE: WINTER WARRIORS.

Kang memiliki catatan rekor sempurna 5-0 sebelum laga Jumat lalu, dengan kelima kemenangan yang datang via KO ronde pertama. Kesuksesan itu memicu Juara Dunia ONE Heavyweight Arjan “Singh” Bhullar untuk menyebut bahwa pria Korea Selatan itu layak mendapatkan kesempatan merebut sabuk emas.

Namun “Buchecha” menetralisir ancaman KO satu pukulan dari “Mighty Warrior” dan mencetak submission pada ronde pembuka.

Dalam prosesnya, Juara Dunia BJJ 17 kali itu menampilkan kemampuan grappling legendarisnya – namun juga evolusinya dalam permainan MMA.

“Itu hanya sangat sempurna. Saya senang dapat menggunakan teknik jiu-jitsu saya, striking saya juga sangat bagus, dan segala sesuatunya berhasil dengan baik,” kata Almeida.

“Game plan itu berjalan sangat baik. Saya tahu ia adalah lawan yang sangat berbahaya – lima laga dan lima KO. Saya tahu itu takkan menjadi tantangan yang mudah bagi saya, namun itulah yang mendorong saya.”



“Buchecha” nampak nyaman saat kedua atlet heavyweight ini berada di posisi stand-up dan mencetak double-leg takedown dengan penempatan waktu sempurna yang menjatuhkan Kang ke atas kanvas.

Dari titik itu, segalanya berjalan satu arah. Perwakilan American Top Team ini menyerang atlet Korea Selatan itu dengan pukulan sebelum meraih punggungnya saat “Mighty Warrior” mencoba kembali berdiri.

Almeida lalu memastikan kemenangannya dengan rear-naked choke yang sangat rapat, dan ia sangat senang dengan caranya bergerak di antara jarak serang menuju kemenangan.

“Saat saya memasuki arena, saya kira pukulan itu membantu saya menerapkan jiu-jitsu saya, untuk bergerak maju. Saya kira itu hanyalah malam yang bagus karena saya tak membuat segalanya tergesa-gesa. Saya tak melakukan kesalahan apa pun,” tegasnya.

“Saya banyak berlatih. Saya tak takut berada di atas kaki saya, karena saya kira sebagai petarung MMA, anda harus merasa nyaman dalam tiap aspek pertarungan ini. Maka saya sangat nyaman berada di kedua kaki saya. Saya kira ia akan lebih banyak menyerang, namun saya melihat kesempatan untuk menjatuhkannya, dan saya melakukan itu.”

“Itulah keajaiban dari olahraga ini. Anda harus berpikir cepat dan memadukan semuanya. Inilah bela diri campuran.”

Buchecha locks in a rear-naked choke on Kang Ji Won at ONE: WINTER WARRIORS.

Setelah kemenangan cepat “Buchecha,” penantang gelar Juara Dunia ONE Heavyweight berikutnya, Anatoly “Sladkiy” Malykhin, menantang ikon asal Brasil ini di media sosial.

Namun, di sisinya, Almeida tak terfokus pada lawan tertentu atau ingin memotong jalur demi sebuah perebutan gelar Juara Dunia.

Prioritas utamanya adalah untuk terus mengembangkan kemampuan MMA miliknya di sasana – serta menerapkan apa yang dilatihnya itu di dalam Circle. 

“Saya tak suka berpikir terlalu banyak tentang satu nama, karena itu terus berubah dengan cepat. Maka, saya akan tetap berlatih untuk terus berevolusi, dan itulah tujuan saya saat ini. Cara berpikir stoik – mari menjadi lebih baik dan bersiap untuk yang berikutnya, siapa pun itu,” tegasnya.  

“Saya kira [Malykhin] adalah nama besar dalam organisasi ini dan salah satu yang terbaik di dunia. Jika saya terus menang, akhirnya kami akan bertarung. Sama seperti siapa pun yang menjaga kemenangan beruntun yang bagus, kami akan bertarung cepat atau lambat.” 

“Namun seperti yang saya katakan, saya masih belajar. Saya masih hanya menjalani dua laga. Saya tak terburu-buru untuk melawan dirinya – atau siapa pun. Sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, hari demi hari.”

Buchecha defeats Kang Ji Won via submission at ONE: WINTER WARRIORS.

Untuk saat ini, “Buchecha” siap untuk sedikit beristirahat dan bersantai.

Atlet Brasil ini akan menjalani masa istirahat yang layak didapatkannya selama musim liburan di tanah kelahirannya itu sebelum ia melanjutkan sesi latihannya di ATT, Florida, AS, untuk bersiap menghadapi jadwal yang sibuk.

“Saat ini, saya akan berlibur. Sejak Desember lalu, saya tidak beristirahat. Saya menjalani lima pemusatan latihan, secara beruntun, tanpa beristirahat. Sekarang saya akan terbang ke Brasil untuk menemui keluarga saya karena saya sudah cukup lama tak bertemu dengan mereka,” tambah Almeida.

“Maka, saya akan menghabiskan Natal dengan mereka, menyegarkan pikiran dan kembali berlatih untuk lebih banyak lagi [pertarungan]. Pada tahun 2022, saya berharap mendapatkan jauh lebih banyak laga dari tahun ini.”

Baca juga: Stamp Fairtex Jadi Juara Atomweight GP Via Submission Atas Phogat

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.