Fitur

Inilah Para Juara Dunia Yang Akan Tampil Di ONE: NO SURRENDER III

Saat ONE Championship menggelar ONE: NO SURRENDER III hari Jumat ini, tanggal 21 Agustus, akan ada para atlet berprestasi yang tampil dalam kartu pertandingan itu.

Faktanya, ada tujuh Juara Dunia bela diri yang akan beraksi di Bangkok, Thailand.

Singkatnya, lebih dari setengah atlet yang akan tampil dalam enam laga spektakuler itu telah meraih puncak dari disiplin Muay Thai, Kun Khmer, atau bela diri campuran.

Berikut adalah rangkaian prestasi dari para pejuang luar biasa itu.

Sangmanee Klong SuanPluResort

Seven-time Muay Thai World Champion “Million Dollar Baby” Sangmanee Sathian MuayThai

Sangmanee Klong SuanPluResort memiliki rekor profesional luar biasa, 182-27-5, dan dianggap sebagai salah satu atlet paling berprestasi yang pernah memasuki ring.

Mega bintang Thailand ini adalah seorang Juara Dunia tiga divisi Rajadamnern Stadium Muay Thai, Juara Dunia True4U Muay Thai, Juara Dunia S1 dan Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai.

Atlet berusia 23 tahun ini memenangkan King Fighter New Lumpinee Stadium Inauguration 4-Man Tournament pada tahun 2014, yang memberinya tujuh gelar Juara Dunia dalam olahraga itu. Jika ia menang pada hari Jumat ini, dalam babak semifinal Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai, mungkin ia akan segera menambahkan sabuk emas “terindah” ke dalam koleksinya.

Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai

Muay Thai fighter Kulabdam Sor. Jor Piek Uthai celebrates his victory

Sosok lain yang akan tampil dalam laga semifinal Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai itu adalah “Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai, yang memiliki rekor profesional luar biasa 61-10-5 dan menjadi salah satu nama terbaik dalam olahraga itu hari ini.

Warga asli Surin ini telah merebut sepasang sabuk sejak tahun 2018 – yaitu gelar Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai dalam divisi 61,2 kilogram dan divisi 63,5 kilogram.

Jika Kulabdam meraih kemenangan dalam Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai, ia akan berada satu langkah lagi untuk meraih mimpinya merebut gelar Juara Dunia ONE.

Fabio Pinca

French Muay Thai stylist Fabio Pinca

Fabio Pinca, yang dijadwalkan mencetak debut bela diri campurannya melawan pionir asal Thailand Shannon “OneShin” Wiratchai Jumat ini, dikenal sebagai Juara Dunia Muay Thai berkali-kali.

Pria berusia 36 tahun ini adalah Juara dua divisi WBC World Muay Thai, seorang Juara Dunia Lion Fight Welterweight, Juara Dunia Rajadamnern Stadium Muay Thai, dan Juara Dunia ISKA Muay Thai.

Ia juga merebut sebuah gelar Juara Dunia Amatir Muay Thai di Bangkok, di awal kariernya pada tahun 2004 lalu.



Little Tiger

Little Tiger akan mencetak debut promosionalnya di atas panggung dunia melawan Marie Ruumet. Terlepas menjadi seorang pendatang baru di ring ONE, mantan asisten dokter gigi ini telah mencetak prestasi sebagai salah satu atlet Muay Thai terbaik.

Sebelum bergabung bersama ONE, bintang Jepang ini dua kali menjadi Juara Dunia WPMF Muay Thai, dua kali Juara Dunia WMC Muay Thai, serta seorang Juara Dunia WBC Muay Thai.

Ia juga memiliki sabuk kejuaraan dari Patong Stadium, Thailand.

Mongkolpetch Petchyindee Academy

Atlet kebanggaan Thailand, Mongkolpetch Petchyindee Academy, akan berlaga melawan atlet Kamboja Sok Thy dalam rangkaian ONE Super Series Muay Thai divisi flyweight.

Mongkolpetch meraih penghargaan “Best Fight Of The Year” di Channel 7 Stadium, Bangkok, pada tahun 2017, namun pencapaian terbaiknya adalah sebuah gelar Juara Dunia Lumpinee Stadium yang direbutnya pada tahun yang sama.

Perwakilan Petchyindee Academy ini juga meraih kemenangan dalam Kejuaraan Toyota Marathon 63,5 Kilogram Tournament 2018.

Sok Thy

Cambodian striker Sok Thy with his Kun Khmer World Championship

Sok Thy mencetak nama bagi dirinya sendiri sebagai atlet Kamboja pertama yang menantang gelar Kejuaraan Dunia Lumpinee Stadium dan Channel 7 Stadium Muay Thai.

Namun, sebelum mengincar sabuk emas dalam “seni delapan tungkai,” pria berusia 22 tahun ini meraih berbagai kemenangan dan sabuk juara dalam bela diri tradisional negaranya, Kun Khmer.

Warga asli Banteay Meanchey ini memegang rekor Kun Khmer sebanyak 223-37-12, dan memenangkan gelar divisi flyweight di Bayon dan PNN Stadium.

Quitin Thomas

Quitin Thomas akan membuka gelaran ini pada hari Jumat, dan sementara dirinya tidak memiliki banyak pengalaman profesional dalam bela diri campuran, ia telah mencetak nama besar dalam karier amatirnya.

Pegulat asal Amerika Serikat ini meraih rekor 14-2 di sirkuit amatir, dimana ia memenangkan gelar Juara Dunia Bela Diri Campuran di bulan November 2017.

Kini, atlet berusia 28 tahun ini mengasah kemampuannya di Tiger Muay Thai dan akan menjalani langkah selanjutnya melawan Ben Royle di ajang ONE: NO SURRENDER III.

Baca juga: Aziz Calim Cari Inspirasi Dari Laga ONE: NO SURRENDER III