Bela Diri Campuran

Apa Motivasi Jihin Radzuan Untuk Tampil Dalam Seni Bela Diri Campuran

Jihin “Shadow Cat” Radzuan telah menjadi salah satu atlet bela diri campuran wanita terbaik di Asia.

Wanita asal Malaysia ini, yang adalah Juara Dunia Wushu, memiliki empat kemenangan bersama ONE Championship dan mungkin akan segera menjalani perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight.

Namun, ada satu hal yang lebih berarti bagi “Shadow Cat” dibandingkan kejayaan pribadinya. Dengan berlaga bersama organisasi bela diri terbesar di dunia, atlet berusia 21 tahun ini mewakili negara dan rekan sebangsanya dengan penuh kebanggaan.

Setelah atlet asal Johor Bahru ini melangkah menuju Circle – yang akan dilakukannya di Kuala Lumpur dalam gelaran ONE: MARK OF GREATNESS pada hari Jumat, 6 Desember – ia mengibarkan bendera Jalur Gemilang dengan erat dan mengalami momen emosional saat ia diperkenalkan oleh pembawa acara Dominic Lau.

“Saya selalu merasa lemah saat mendengar pembawa acara mengatakan bahwa saya mewakili Malaysia. Saya merasakan hal yang sama dalam tiap laga saya bersama ONE,” akunya sebelum pertandingan melawan atlet tak terkalahkan Filipina Denice “The Menace Fairtex” Zamboanga.

Walau Jihin sempat gugup, ia sanggup mengambil energi dari para penonton tuan rumah yang bersorak bagi dirinya.

Pertama kali hal itu terjadi adalah saat ia menjalani debutnya pada bulan Maret 2018. Ia tampil perdana di dalam “The Home Of Martial Arts” melawan Puja “The Cyclone” Tomar, salah satu atlet terbaik India.

“Saat saya berjalan masuk ke dalam Circle, saya sangat gugup. Saya tidak mengetahui apa yang harus saya lakukan, dan tidak pernah berharap untuk dapat berlaga dalam sebuah organisasi sebesar ONE,” kata atlet Malaysia ini.

“Itu adalah hal yang baru bagi saya. Itu pertama kalinya saya tampil mendunia. [Para fan] tidak mengenal saya waktu itu, namun mereka nampak sangat senang memiliki petarung tuan rumah, seorang wanita, berlaga.”



Jihin tampil dengan sangat baik, saat ia mencetak submission atas Puja dengan sebuah kuncian triangle choke di pertengahan ronde kedua.

Itu adalah laga profesionalnya yang kedua, namun kemenangan tersebut sangat berarti bagi dirinya karena itu adalah pertama kalinya ia dapat mengibarkan bendera Malaysia di panggung dunia.

“Saya selalu ingin mencapai sesuatu yang besar dalam hidup. Saya kira ini sama seperti anak-anak lain juga,” sebutnya.

“Sebagai seorang remaja, [mimpi] itu terhenti sementara. Namun saat saya mulai berlatih, saya menyadari bahwa saya dapat melakukan lebih banyak hal daripada hanya berlaga dalam dunia bela diri campuran.”

Kesempatan untuk mewakili negaranya di atas panggung dunia, terutama pada usia yang semuda ini, adalah sesuatu yang membuatnya sangat emosional.

Saat musik pengiringnya terdengar, dan ia melangkah menuju Circle, “Shadow Cat” mampu menyembunyikan perasaan tersebut.

Malaysian star Jihin 'Shadow Cat' Razduan makes her way to the Circle in July 2019

“Dalam beberapa penampilan terakhir, saya harus berusaha keras untuk tidak menangis karena sangat sedikit orang memiliki kesempatan untuk melakukan apa yang saya lakukan pada usia ke-21,” jelasnya.

“Terkadang, mereka berasumsi saya kuat karena saya adalah seorang petarung. Tetapi tidak. Ada kalanya saya cukup sensitif sepanjang latihan atau saat saya menggenggam bendera negara saya.”

“Namun, saat pintu Circle tertutup, saya beralih ke mode pertarungan karena saya tidak ingin memberi lawan saya kesempatan untuk mengetahui apa yang saya rasakan.”

Mewakili Malaysia, seperti atlet kebanggaan negara itu lainnya di luar olahraga ini, kini menjadi alasan utama mengapa Jihin berlanjut menampilkan keahliannya bersama “The Home Of Martial Arts.”

Faktanya, kapanpun warga Johor Bahru ini harus bepergian untuk berlaga, ia selalu membawa dua benda – headphone bermotif kucing miliknya dan bendera nasional negaranya.

“Saya rasa ini adalah keharusan [untuk membawa bendera],” sebutnya. “Ditambah lagi, saya akan mengatakan bahwa ini adalah sebuah tradisi, karena kebanyakan atlet melakukan hal yang sama. Mereka mengetahui artinya membawa bendera negara di pundak mereka.”

Malaysia's Jihin "Shadow Cat" Radzuan earns the submission win in her ONE debut in March 2018

Jihin mengetahui kesempatan besar yang diberikan padanya, dan kini ia berusaha sebaik-baiknya untuk memanfaatkan hal itu.

Atlet Malaysia ini hanya harus memenangkan beberapa laga lagi sebelum mendapatkan kesempatan perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight dan menjadi Juara Dunia bela diri campuran pertama dari negaranya.

Ditambah lagi, “Shadow Cat” juga menyadari bahwa ia berada dalam posisi yang dapat mempengaruhi banyak orang, karena ia dapat memberikan inspirasi pada kompatriotnya untuk mengikuti mimpi dan meraih tujuan mereka.

Bintang ini memiliki panggung terbesar, dan ia menolak untuk membuangnya sia-sia.

“Saat saya berlaga, tentunya saya ingin menang,” akunya.

“Mimpi saya untuk menjadi Juara Dunia pertama dari Malaysia tetap ada, namun saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberitahukan tiap warga Malaysia bahwa mereka dapat menjadi seperti saya.”

“Saya mulai dari nol, dan saya berada di sini sekarang, mengejar mimpi saya bersama ONE Championship. Saya siap untuk melakukan hal yang sama melawan Denice Zamboanga di ONE: MARK OF GREATNESS. Lihatlah saya melakukan itu.”

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyaksikan ONE: MARK OF GREATNESS – Sam-A Vs. Junguang

Kuala Lumpur | 6 Desember | ONE: MARK OF GREATNESS | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onemarkgreatness19 | Beli Merchandise Resmi: bit.ly/ONECShop