5 Pertanyaan Terbesar Jelang ONE Fight Night 7: Lineker Vs. Andrade II

John Lineker Fabricio Andrade ONE on Prime Video 3 1920X1280 20

ONE Championship membawa serangkaian pertarungan panas untuk tayangan langsung di Prime Video berikutnya, langsung pada jam tayang utama A.S. pada Sabtu pagi, 25 Februari waktu Asia.

ONE Fight Night 7: Lineker vs. Andrade II memang sarat dengan aksi menegangkan dari awal sampai akhir, dengan berbagai pertandingan yang akan memberi dampak besar bagi divisi mereka – dari seorang Juara Dunia baru sampai para penantang baru, dan lebih lagi.

Beberapa hari jelang malam pertandingan itu, berikut adalah lima pertanyaan terbesar yang akan terjawab saat seluruh aksi itu berlangsung di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok, Thailand.

#1 Dapatkah Fabricio Andrade Menyelesaikan Apa Yang Ia Mulai?

https://www.instagram.com/p/CoLh163hqrh/

Fabricio Andrade membuktikan seluruh perkataannya saat ia menantang gelar Juara Dunia ONE Bantamweight di ONE Fight Night 3 pada Oktober lalu. Sabuk ini kini tak bertuan setelah John Lineker melewati batasan berat badan, tapi “Wonder Boy” mengincar lawannya seperti ia harus merebut itu.

Walau Lineker memiliki momen keunggulannya, Andrade jelas mengendalikan laga dan hanya beberapa detik jauhnya dari sebuah penyelesaian sebelum serangan ilegal ke arah alat vital lawan mengakhiri laga dengan hasil No Contest (NC).

Dalam wawancara seusai laga, petarung fenomenal Brasil berusia 25 tahun ini berkata bahwa kompatriotnya itu mengambil jalan keluar mudah, dan ia merasa jauh lebih yakin lagi saat mereka bertemu demi sabuk emas itu Sabtu pagi ini.

Namun, jika “Wonder Boy” tak memberi mantan pemegang gelar divisinya itu pengakuan akan kekuatan miliknya, ada kesempatan besar bahwa ia akan membuka celah bagi “Hands of Stone” yang berbahaya.

Terlepas dari apa yang terjadi terakhir kali, keduanya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan laga dengan cara luar biasa. Apakah Andrade dapat membawa momentum ini, tetap tak terkalahkan di ONE, serta akhirnya menjadi penguasa bantamweight MMA?

#2 Apakah Jamal Yusupov Dapat Kembali Membalikkan Keadaan?

Jamal Yusupov mengincar gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai sejak 2019 lalu, dan itu akhirnya berada di ujung jalan.

Penantang #2 ini mengejutkan dunia dengan mengalahkan Yodsanklai IWE Fairtex dalam debutnya bersama ONE, sebelum mengalahkan Samy Sana dan Jo Nattawut demi memastikan diri sebagai ancaman sejati bagi jajaran teratas.

Tak diragukan bawa ia dapat beraksi dengan baik melawan para rival elite, tetapi penguasa divisi yang baru Tawanchai PK.Saenchai memang nampak sangat dominan dalam organisasi ini.

Striker licin Thailand ini akan menjadi petarung favorit, namun tak ada ruang bagi kesalahan saat Yusupov mulai melontarkan pukulan kerasnya – dan semua itu dapat menjadi penyeimbang.

Dapatkah Tawanchai meraih kemenangan dalam laga pertahanan gelar perdananya, ataukah petarung kuat keturunan Rusia-Turki ini mencetak sebuah kejutan lainnya?

#3 Dapatkah Martin Nguyen Kembali Berjuang Menuju Puncak?

Mantan penguasa dua divisi MMA Martin Nguyen mengetahui dirinya harus meraih kemenangan pada Sabtu ini jika ia ingin tetap berada dalam pembicaraan demi perebutan gelar Juara Dunia ONE Featherweight.

Superstar ini kalah dalam tiga dari empat laga terakhirnya, maka ia akan harus membuktikan bahwa dirinya masih menjadi ancaman besar dan melindungi posisi penantang peringkat keempat dalam prosesnya.

Namun, pria Vietnam-Australia berusia 33 tahun itu akan beradu dengan pendatang baru tak terkalahkan Razhab Shaydullaev, yang membawa catatan rekor sempurna 8-0 dalam karier profesionalnya.

Shaydullaev masuk dengan pemberitahuan singkat untuk menggantikan penantang #5 Shamil Gasanov, yang mundur karena alasan kesehatan. Tetapi, petarung Kirgistan ini memang sangat berbahaya, dengan tingkat penyelesaian 100 persen yang termasuk empat KO dan dua submission.

Ini menjadi kesempatan besar bagi debutan berusia 22 tahun itu, walau Nguyen nampak sangat segar setelah kembali ke Kill Cliff FC di Florida, A.S., untuk pemusatan latihannya.

Kedua atlet ini berada di titik yang sangat berbeda dalam karier mereka, yang akan memberi satu pertanyaan – dapatkah “The Situ-Asian” mengatasi Shaydullaev dan menunjukkan dirinya akan tetap ada di sana?

#4 Dapatkah Eko Roni Saputra Tembus Lima Besar Divisi Flyweight?

Dengan tujuh kemenangan ronde pertama berturut-turut yang tak masuk akal, Eko Roni Saputra telah menantang lawan yang lebih kuat di arena kompetisi, dimana ia pun mendapatkan itu di sosok mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Flyweight Danny Kingad.

Sementara rangkaian kemenangan itu memang impresif – dengan segala sesuatunya dari submission kreatif ke berbagai KO – kali ini Eko Roni akan menghadapi tantangan tersulitnya.

Bintang Indonesia yang sedang bersinar ini membangun permainan striking dan submission bersama dengan dasar gulat kelas dunia miliknya, dan ia sangat yakin dapat menandingi “The King” di setiap area saat mereka beradu di Bangkok.

Namun, penantang #3 Kingad secara konsisten bertarung melawan para atlet terbaik dari yang terbaik, dengan setiap penantang jajaran lima besar itu berada dalam catatan rekornya.

Jika Eko Roni mampu meraih kemenangan kedelapan berturut-turut dengan sangat dominan, tempatnya di jajaran elite divisi ini tak dapat disangkal lagi.

#5 Dapatkah Tommy Langaker Raih Kesempatan Di Grappling?

Gelar Juara Dunia ONE Lightweight Submission Grappling saat ini berada di tangan Kade Ruotolo, tapi Tommy Langaker ingin memastikan jalurnya menuju sebuah kesempatan merebut sabuk emas itu.

Dianggap sebagai grappler submission terbaik Eropa, bintang BJJ asal Norwegia ini meraih kemenangan besar atas Renato Canuto dalam debutnya bersama ONE – walau ia kali ini menghadapi tantangan berbeda.

Langaker akan melawan Juara Dunia Sambo empat kali dan mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Uali Kurzhev, dan jika ia dapat meraih sebuah kemenangan impresif lainnya, ia akan dapat membawa dirinya menantang sabuk emas itu.

Namun, Kurzhev akan ingin menunjukkan permainannya lebih banyak lagi setelah didominasi oleh Ruotolo dalam debutnya di ONE, maka ada kesempatan yang bagus bahwa ia akan keluar dengan sangat agresif.

Apakah pengalaman Langaker di bawah peraturan submission grappling memberinya keunggulan, atau akankah Kurzhev meraih penebusan untuk membangun jalurnya menuju sabuk emas itu kembali?

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled