Bela Diri Campuran

5 Penyelesaian Terbaik Dari Bintang Asal AS Di ONE Championship

Seniman bela diri campuran yang berasal dari Amerika Serikat memang dianggap sebagai yang terbaik di dunia, yang terbukti dari beberapa penyelesaian luar biasa bersama ONE Championship.

Mulai dari para bintang baru, sampai para legenda dalam disiplin ini, terdapat jajaran panjang atlet AS yang tampil di atas panggung dunia, dimana beberapa diantaranya mencetak kemenangan luar biasa di dalam Circle – baik melalui KO atau submission.

Berikut adalah lima penyelesaian terbaik dari para atlet AS di dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Bangkitnya Eddie Alvarez Melalui Kemenangan Spektakuler

Setelah tendangan keras ke arah kaki dari bintang Filipina Eduard “Landslide” Folayang mampu menjatuhkannya ke atas kanvas, Eddie “The Underground King” Alvarez mencetak kebangkitan kembali yang menakjubkan untuk mengamankan kemenangan perdananya bersama “The Home Of Martial Arts” dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES pada bulan Agustus 2019.

Saat Folayang menyarangkan ground and pound, warga Philadelphia ini mengamankan teknik underhook ke kaki kiri atlet Filipina tersebut dan melakukan sweep untuk meraih posisi atas. Alvarez segera beralih ke posisi mount, yang memaksa mantan Juara Dunia ONE Lightweight itu memunggungi lawannya.

Setelah kedua kaitan itu berada pada posisi yang tepat, Alvarez mengincar kuncian rear-naked choke. Saat “The Underground King” menyerang dengan pukulan, ia mampu menyelipkan tangan kanannya ke bawah dagu Folayang dan mulai menekan.

Ikon bela diri Filipina ini tidak memiliki pilihan lain selain melakukan tap-out, dan Alvarez pun meraih kemenangannya pada menit 2:16 ronde pertama.

Kekuatan Ground And Pound Troy Worthen

Undefeated American Troy Worthen ???????? finishes Chen Lei with a ???? GROUND-AND-POUND TKO ???? in Round 2!

Undefeated American Troy Worthen ???????? finishes Chen Lei with a ???? GROUND-AND-POUND TKO ???? in Round 2!????: How to watch ???? http://bit.ly/ONEEOGHTW????: Book your hotel ???? bit.ly/ONEhotelplanner????: Watch on the ONE Super App ???? bit.ly/ONESuperApp????: Shop official merchandise ???? bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Friday, November 22, 2019

Troy “Pretty Boy” Worthen adalah salah satu bintang baru yang dengan cepat menjadi terkenal dalam divisi bantamweight, dimana ia membuktikan kemampuannya melalui sebuah TKO pada ronde kedua saat menghadapi “Rock Man” Chen Lei di ajang ONE: EDGE OF GREATNESS bulan November lalu.

Worthen menyelesaikan ronde pertama pada posisi atas, namun ia tidak dapat menyingkirkan rivalnya ini. Setelah sebuah pertukaran serangan atas singkat pada awal stanza berikutnya, dimana ia mencetak poin dengan tendangan tinggi, perwakilan Evolve ini kembali menyeret Chen ke atas kanvas dengan teknik gulatnya.

Beralih ke posisi mount, atlet AS ini akhirnya mampu menyarangkan ground and pound keras. Worthen mendaratkan pukulan bersih di antara pertahanan Chen saat ia berusaha menghindar dari tekanan tersebut.

Serangan tanpa henti ini memaksa pejuang Tiongkok itu menyerahkan punggungnya, dan “Pretty Boy” pun melanjutkan serangan sampai wasit turun tangan beberapa detik sebelum ronde berakhir.



Demetrious Johnson Tanam Kuncian Guillotine Choke Mengejutkan

Demetrious “Mighty Mouse” Johnson bertemu dengan Yuya “Little Piranha” Wakamatsu dalam debut promosionalnya di ajang ONE: A NEW ERA pada bulan Maret 2019, dimana ia menampilkan sebuah performa yang membuktikan dirinya sebagai salah satu Juara Dunia paling dominan di Amerika Utara.

Setelah ronde pertama yang ketat, Johnson menyeret Wakamatsu ke atas kanvas pada stanza selanjutnya. Atlet Jepang tersebut mampu kembali berdiri dengan cepat, tetap perwakilan AMC Pankration ini mampu beralih ke arah punggung lawan dan menyeretnya kembali ke atas kanvas. “Little Piranha” dapat bertahan dari percobaan kuncian rear-naked choke, namun ia tak mampu kembali berdiri.

Saat Johnson berusaha menyelesaikan laga dari posisi side control, Wakamatsu melakukan scramble untuk dapat kembali berdiri. Sekejap, “Mighty Mouse” merespon dengan teknik front headlock.

Sebuah rangkaian serangan lutut membuat Wakamatsu membuka pertahanannya, dan Johnson mengambil kesempatan tersebut untuk menempatkan guillotine choke rapat untuk meraih tap-out dan mengamankan kemenangannya.

KO Luar Biasa Dari Emilio Urrutia

Emilio “The Honey Badger” Urrutia mencetak penampilan besar dengan teknik striking miliknya saat menghadapi Bruno “Puccibull” Pucci dalam debut promosionalnya di ajang ONE: GLOBAL SUPERHEROES, bulan Januari 2018. Kecepatan, presisi dan kesabarannya terbayar, saat atlet Brasil lawannya itu terkalahkan melalui cara yang empatik.

Urrutia menghujani lawannya ini dengan kombinasi tajam ke arah kepala dan tubuh. Sebuah pukulan kanan mampu menggoyahkan Pucci, dan warga Miami, Florida ini melanjutkan dengan kombinasi keras nan cepat lainnya. Pucci sanggup bertahan dari serangan terakhir itu di atas kanvas, namun Urrutia memutuskan untuk lebih bersabar.

“The Honey Badger” kembali berdiri untuk mengincar lawannya dengan sebuah serangan penyelesaian. Ia “menyentuh” lawannya dengan sebuah pukulan jab, lalu melepaskan kombinasi straight kanan-hook kiri kilat, yang mengenai rahang Pucci dan mendorongnya mundur sampai dinding Circle sebelum ia terbaring di atas kanvas.

Thanh Le Dan Serangan Lutut Kerasnya

???? WHAT. A. KNOCKOUT! ???? Thanh Le makes a massive statement in his ONE debut, stopping Yusup Saadulaev at 0:12 of Round 2! ????

???? WHAT. A. KNOCKOUT! ????Thanh Le MMA makes a massive statement in his ONE debut, stopping Yusup Saadulaev at 0:12 of Round 2! ????Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, May 3, 2019

Thanh Le mencetak penampilan tak terlupakan dalam debutnya bersama ONE Championship, saat ia mencetak KO atas penantang veteran Yusup “Maestro” Saadulaev di ajang ONE: FOR HONOR pada bulan Mei 2019.

Saadulaev menggunakan kemampuan grappling-nya pada ronde awal, yang menempatkan atlet berbakat asal Vietnam-Amerika itu pada posisi bertahan tanpa mampu menyarangkan serangan atas.

Namun, dalam 12 detik pertama stanza berikutnya, segala sesuatunya berubah. Le melontarkan tendangan tinggi tepat pada saat “Maestro” merubah ketinggian kuda-kudanya untuk mencetak sebuah takedown.

Sebagai hasilnya, warga New Orleans ini menyarangkan lututnya ke rahang Saadulaev dan menjatuhkannya seketika ke atas kanvas tanpa perlawanan lebih lanjut.

Baca juga: 5 Pegulat Terbaik AS Tingkat Universitas Di ONE Championship