Bela Diri Campuran

5 Kemenangan Terbaik Atlet India Di ONE Championship

Reputasi India di atas panggung dunia sedang meledak, dengan beberapa atlet terbaik dari negara tersebut menampilkan kemampuan mereka dengan kemenangan besar dalam kompetisi ini.

Sebelumnya, negara yang memiliki populasi terpadat kedua di dunia (tepatnya 1,38 miliar orang) belum menjadi sorotan di ONE Championship. Namun kini, negara di kawasan Asia Tenggara ini memastikan kehadirannya dengan cara yang sangat baik.

Atlet elit dari cabang olahraga tarung lainnya, seperti gulat dan wushu, telah bertransisi pada bela diri campuran, dimana tidak seorang pun belum mendapatkan kesempatan dalam sebuah perebutan gelar Juara Dunia bagi India pada tahun 2020.

Sebagai tambahan, ONE Super App juga telah tersedia dalam bahasa Hindi, yang menjadi bukti dari pertumbuhan negara ini di dalam olahraga tersebut.

Para penggemar di India sangat ingin melihat para pahlawan nasional mereka meraih kesuksesan di dalam “The Home Of Martial Arts,” dimana pejuang dinamis ini jelas membuktikan diri mereka dengan pengharapan besar seperti itu.

Berikut adalah lima kemenangan terbesar dari para atlet India di dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Arjan Bhullar Taklukkan “The Hammer”

Pada bulan Oktober 2019, superstar heavyweight India Arjan “Singh” Bhullar naik ke atas panggung dunia untuk pertama kalinya dan meraih kemenangan besar atas Mauro “The Hammer” Cerilli dalam ajang ONE: CENTURY.

Yang membuat gelaran ini semakin luar biasa adalah fakta bahwa peraih medali emas gulat di Commonwealth Games ini mendominasi rivalnya asal Italia tersebut dengan teknik tinju luar biasa. 

Cerilli mengayunkan pukulan kuat ke arah Bhullar pada stanza pembuka, tetapi “Singh” tetap tenang dan menyarangkan jab-jab tajam.

Saat laga berlanjut, pria berusia 33 tahun ini meningkatkan serangannya dan menyarangkan rangkaian uppercut yang melukai “The Hammer.”

Bhullar terus menghujani lawannya sampai akhir pertandingan dan meraih kemenangan melalui keputusan mutlak, dimana ia pun meraih kesempatan untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Heavyweight milik Brandon “The Truth” Vera.

Ritu Phogat Raih Kemenangan Dalam Debutnya Atas “Captain Marvel”

Seluruh dunia menunggu debut Ritu “The Indian Tigress” Phogat dalam laga bela diri campuran, dimana ia membuktikan dirinya dengan kemenangan TKO pada ronde pertama atas “Captain Marvel” Nam Hee Kim di ajang ONE: AGE OF DRAGONS bulan November 2019.

Phogat, peraih medali emas Kejuaraan Gulat Commonwealth, menggunakan teknik double-leg takedown untuk menyeret atlet Korea Selatan itu ke atas kanvas.

Aksi ini kembali beralih ke pertukaran serangan stand-up range saat Kim meloloskan diri, tetapi ini tidak berlangsung terlalu lama.

Sekali lagi, superstar gulat berusia 25 tahun itu mencetak takedown lainnya dan beralih ke posisi side control di sisi kanan. Kim berusaha mengamankan dirinya di atas kanvas, tetapi “The Indian Tigress” tidak berhenti menekan.

Akhir laga ini terjadi saat Phogat menjebak tangan kiri lawannya dalam posisi kuncian crucifix di antara kedua kakinya, lalu menghujaninya dengan pukulan dan sikutan untuk mencetak kemenangan pertama yang luar biasa.



“Saint Lion” Dominasi Mantan Penantang Juara Dunia

Gurdarshan “Saint Lion” Mangat mengumumkan dirinya sebagai penantang baru dalam divisi flyweight saat ia mengalahkan Toni “Dynamite” Tauru melalui TKO pada ronde ketiga di ajang ONE: REIGN OF VALOR bulan Maret tahun lalu.

Atlet asal Kanada-India ini menggunakan striking dinamisnya untuk melunakkan “Dynamite,” melalui tendangan keras ke tubuh dan kaki, dimana ia juga menyarangkan pukulan balasan keras pada stanza pembuka.

Mangat meningkatkan serangan pada ronde kedua, dan terus melemahkan stamina lawan. Pada akhir ronde, ia pun bergerak mengincar penyelesaian.

“Saint Lion” menjatuhkan atlet Finlandia itu dengan kombinasi pukulan kanan dan hook kiri. Walau “Dynamite” sempat kembali berdiri, Mangat mengejarnya, menjatuhkannya dan kembali menyarangkan pukulan dan sikutan lainnya.

Saat Tauru mengambil posisi kura-kura untuk bertahan, atlet berusia 33 tahun ini kembali menyerang dengan lutut kirinya. Lalu, ia memastikan kemenangan dengan beberapa pukulan keras untuk mengawali kariernya bersama organisasi bela diri terbesar di dunia ini dengan kemenangan.

“The Cyclone” Taklukkan Pahlawan Tuan Rumah

Para penonton di dalam Istora Senayan, Jakarta, bersorak demi mendukung atlet favorit mereka, Priscilla Hertati Lumban Gaol, namun hal ini tidak menggetarkan Puja “The Cyclone” Tomar, yang mencetak kemenangan melalui keputusan terbelah, atau split decision, di ajang ONE: ETERNAL GLORY, Januari 2019.

“Thathie” meraih lima kemenangan dari enam penampilannya di “The Home Of Martial Arts,” tetapi atlet India ini menghentikan momentum tersebut dengan teknik striking dan grappling yang manis. 

Keduanya memiliki latar belakang wushu, namun mereka menerapkan strategi yang berbeda. Akhirnya, serangan balik “The Cyclone” mampu memberinya kesuksesan di ranah stand-up.

Wanita India berusia 26 tahun yang berlaga dalam divisi atomweight ini hampir saja mencetak penyelesaian atas Priscilla melalui ground and pound keras pada akhir ronde pembuka, dan itu mungkin menjadi faktor terbesar bagi kemenangannya, saat dua juri mengatakan ia tampil lebih baik setelah 15 menit yang menegangkan.

Himanshu Kaushik Kejutkan Egi Rozten

India's Himanshu Kaushik kicks off ONE: HERO’S ASCENT with a stunning knockout of Egi Rozten at 3:33 of Round 1! ????????

India's Himanshu Kaushik kicks off ONE: HERO’S ASCENT with a stunning knockout of Egi Rozten at 3:33 of Round 1! ????????Watch the full event LIVE & FREE on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, January 25, 2019

Himanshu Kaushik meraih kemenangan promosional pertamanya dengan cara yang empatik dalam ajang ONE: HERO’S ASCENT saat ia mencetak KO atas atlet Indonesia Egi Rozten dengan rangkaian serangan bawah pada ronde pertama laga mereka di bulan Januari 2019.

Atlet strawweight India, yang adalah seorang juara nasional wushu, menggunakan tendangannya untuk ke kaki utama lawannya ini. Egi mencoba kembali menyerang, namun Kaushik menangkap tendangan lawannya, mencetak poin dengan pukulan kanan, kemudian menjatuhkannya ke atas kanvas.

Dari posisi tersebut, perwakilan Crossfit Fitness Academy ini menyarangkan ground and pound yang cukup keras, sebelum beralih menuju gerakan penutupnya saat ia melihat kesempatan. 

Pria berusia 27 tahun itu melepaskan pukulan kanan yang kuat dan mengenai rahang Egi. Sebuah rangkaian pukulan kanan dan kiri segera menyusul, dan wasit pun menghentikan laga malam itu.

Download the ONE Super App, now available in Hindi

Baca juga: Arjan Bhullar Beberkan Rencana Emasnya Jelang Tahun 2020