Bela Diri Campuran

5 KO Terbaik Dari Bintang ONE Asal Myanmar

Seniman bela diri asal Myanmar telah mampu membakar semangat para penggemarnya di dalam ONE Championship, termasuk beberapa KO luar biasa.

Seseorang yang menjadi anak kesayangan negara tersebut, Aung La “The Burmese Python” N Sang, telah memimpin perjuangan para atlet Myanmar dengan menjadi Juara Dunia dua divisi ONE, namun banyak dari kompatriotnya memiliki kemampuan yang sama dahsyatnya untuk mencetak penyelesaian di atas panggung dunia.

Dari teknik yang sangat langka, sampai pukulan kuat yang mencengangkan, berikut adalah lima KO terbaik dari para atlet unggulan Myanmar ini.

#5 “The Burmese Python” Cetak KO Atas Raja Divisi Heavyweight

Sebuah pertemuan epik dalam laga utama ONE: CENTURY layak mendapatkan penutup yang luar biasa, dan itulah yang diberikan oleh sang Juara Dunia ONE Light Heavyweight Aung La N Sang saat dirinya menghadapi Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon “The Truth” Vera

Setelah ronde pembuka yang keras, kedua pemukul keras ini memulai stanza berikutnya di tengah Circle dan bertukar serangan keras.

Baik Aung La maupun Vera menerima serangan keras, tetapi “The Burmese Python” mampu mendaratkan serangan yang lebih kuat. Vera mencoba menjauhkan rivalnya dengan sikutan kirinya, tetapi sang pahlawan Myanmar membalas dengan serangan siku memutar.

Vera kembali merespon dengan teknik yang sama, tetapi pahlawan Myanmar ini berada satu langkah di depan. Ia menghindari serangan itu dan menjatuhkan atlet Filipina-Amerika itu di atas lututnya dengan hook kanan, sebelum melanjutkan dengan ground and pound untuk memastikan kemenangan terbesar dalam kariernya.

#4 Debut Luar Biasa Bozhena Antoniyar

Sangatlah penting bagi Bozhena “Toto” Antoniyar untuk mencetak impresi tersendiri dalam debutnya, di divisi atomweight wanita yang sarat dengan atlet berbakat, dimana ia melakukan itu saat menghadapi Shwe Sin di ajang ONE: QUEST FOR GOLD pada bulan Februari 2018.

“Toto” mengamankan sebuah takedown pada awal laga dan segera menyerang dengan pukulan cepat. Saat Shwe Sin mencoba bertahan, Antoniyar bergerak dengan cepat ke posisi full mount.

Perwakilan Mway Hout Min Gym ini mencoba mengendalikan postur rivalnya, tetapi “Toto” melepaskan diri dan menjatuhkan beberapa pukulan keras ke arah lawannya.
Saat Shwe Sin berpaling dari rangkaian serangan ini, wasit harus menghentikan laga dan memberi perwakilan Bali MMA itu sebuah kemenangan hanya dalam waktu 24 detik.

#3 Ye Thway Ne Tampilkan Kekuatan Disiplin Lethwei

Juara Nasional Lethwei Gold Belt Myanmar dua kali, Ye Thway Ne, meraih kemenangan paling spektakuler di dalam Circle melalui sebuah penyelesaian pada ronde pertama saat menghadapi Saw Thar Nge di ajang ONE: HERO’S DREAM, November 2017. 

Dari awal, Ye Thway Ne selalu mengundang kompatriotnya ini untuk bertukar serangan, dimana hal itu terjawab dengan cepat. Namun, melalui tekanan tanpa henti dan pergerakan tubuh luar biasa, perwakilan Taung Ka Lay ini mulai membuat lawannya letih.

Ye Thway Ne membalas sebuah serangan memutar dengan pukulan straight kanan yang menggoyahkan lawannya. Ia segera melanjutkan dengan sebuah hook kanan ke arah tubuh, sebelum melanjutkan dengan sebuah hook kiri yang menggoyahkan kuda-kuda Saw Thar Nge. Sebuah pukulan terakhir dari tangan kirinya ke arah rahang mampu menyelesaikan laga ini.



#2 Phoe Thaw Cetak KO Langka Melalui Push Kick

Phoe “Bushido” Thaw memang tak terkalahkan saat memasuki ajang ONE: QUEST FOR GOLD, dan ia berhasil mempertahankan rekor sempurnanya itu dengan sebuah KO pada ronde awal di depan penonton tuan rumah di Yangon.

Atlet Kamboja Sor Sey berusaha menggunakan teknik Kun Khmer miliknya untuk mendaratkan tendangan ke arah kaki yang keras, namun ia harus menerima sebuah jab keras yang memicu pertukaran serangan liar.

Phoe Thaw mendapatkan keunggulan dalam pertukaran tersebut dan memukul Sor Sey mundur dengan pukulan kiri yang akurat.

“Bushido” lalu melihat sebuah celah dan melepaskan tendangan dorong, atau push kick, dengan kaki kanan ke arah rahang lawan, yang menjatuhkan Sor Sey ke atas kanvas dan mengakhiri laga.

#1 Aung La N Sang Akhiri Laga Epik Dengan KO Spektakuler

 

Setelah empat setengah ronde dalam salah satu laga yang paling dramatis dan menegangkan dalam sejarah ONE Championship, Aung La N Sang mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Middleweight saat menghadapi Ken Hasegawa di ajang ONE: SPIRIT OF A WARRIOR dengan sebuah serangan luar biasa.

Aksi dalam kontes yang menjadi Laga Terbaik Tahun 2018 ini berjalan selama lebih dari 20 menit, namun uppercut keras milik sang Juara Dunia ini memberi akhir yang epik dalam stanza penutup.

Perwakilan Sanford MMA itu nampak lebih segar dibandingkan lawannya, dan dengan dukungan para penonton tuan rumah di Yangon, ia meningkatkan serangan melawan pejuang Jepang tersebut. Ia memulai dengan mendaratkan pukulan kanan ke arah rahang rivalnya, sebelum mencetak poin dengan pukulan keras di sisi dalam, yang mendorong Hasegawa mundur.

“The Burmese Python” menggoyahkan lawannya dengan pukulan tajam dari tangan kirinya. Saat Juara Dunia DEEP Openweight itu berniat maju dan bertahan, Aung La N Sang menyarangkan uppercut kanan yang keras untuk menutup laga yang menjadi salah satu pertandingan klasik di “The Home Of Martial Arts.”

Baca juga: KO Terbaik Melalui Serangan Siku Dalam Sejarah ONE Championship

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.