Fitur

5 Penampilan Terbaik Dari Para Pejuang Di ONE: CENTURY PART II

20 Sep 2019

Hanya beberapa jam setelah kartu pertandingan pertama ditutup pada tanggal 13 Oktober, ONE: CENTURY PART II akan membawa lebih banyak aksi ke Tokyo, Jepang untuk melengkapi ajang terbesar dalam sejarah bela diri ini.

Bagian terakhir dari dua kartu pertandingan bersejarah di Ryogoku Kokugikan ini dapat dikatakan memiliki lebih banyak atlet elit, termasuk beberapa nama besar dan Juara Dunia yang akan berlaga demi kejayaan.

Menjelang ajang bersejarah dari “The Home Of Martial Arts” tersebut, mari kita lihat beberapa hal yang mungkin ditampilkan oleh para pejuang – dengan menyimak pencapaian terbaik mereka.

#1 Rodtang Jitmuangnon Meraih Sabuk Emas

Saat Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon menantang Jonathan “The General” Haggerty untuk gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai di ajang ONE: DAWN OF HEROES pada bulan Agustus, para fans melihat sebuah laga klasik antara dua striker muda terbaik di ONE.

Jonathan memulai dengan baik saat ia menggunakan jangkauan panjangnya untuk memgukur serangan bintang Thailand ini dan menjaganya pada jarak aman, tetapi dinamika ini berubah di tengah kontes.

Rodtang mulai menemukan jarak serang yang baik untuk melakukan pertukaran serangan luar biasa, dimana keduanya menolak untuk mundur, dan ia mencetak terobosan pada ronde keempat saat ia menyarangkan serangan keras ke tubuh Jonathan dan menjatuhkannya dengan pukulan kanan – serta memberinya poin 10-8 di ronde tersebut dengan hanya tiga menit tersisa.

Keduanya kemudian menampilkan seluruh teknik mereka dalam pertukaran serangan yang menegangkan di ronde terakhir, tetapi Jonathan tidak mampu menghentikan rivalnya yang merebut sabuk emas melalui keputusan mutlak para juri.

“The Iron Man” akan mempertahankan sabuknya untuk pertama kali melawan Walter Goncalves di Tokyo.

#2 Kevin Belingon Mengalahkan Sang Juara Dunia

Kevin “The Silencer” Belingon akhirnya meraih sabuk emas di atas panggung dunia untuk pertama kalinya bulan Juli lalu, dan dirinya mengalahkan lawan yang terbaik demi kemenangan tersebut.

Dalam ajang ONE: REIGN OF KINGS, bintang Filipina ini menggagalkan usaha Juara Dunia dua divisi ONE pada saat itu, Martin “The Situ-Asian” Nguyen, untuk merebut gelar Juara Dunia Interim ONE Bantamweight.

Setelah ronde pembuka yang sarat dengan desakan ke dinding arena, Kevin meningkatkan tekanan pada ronde berikutnya saat ia menutup jarak serang dan melepaskan rentetan serangan kuat.

Dalam usahanya membayar awal yang sangat lambat, Martin meningkatkan kecepatannya dalam beberapa ronde laga ini, tetapi ia gagal mencetak penyelesaian dan harus mengakui keunggulan perwakilan Team Lakay tersebut – saat Kevin mengubah strateginya untuk melakukan serangan balasan dan mengamankan sebuah kemenangan melalui keputusan juri.

“The Silencer” akan kembali mencoba meraih emas saat ia menghadapi Bibiano “The Flash” Fernandes untuk keempat kalinya di Tokyo.

#3 Saat-Saat Terbaik Samy Sana

Samy “AK47” Sana dikenal sebagai salah satu atlet terbaik dalam disiplin Muay Thai dan kickboxing di dunia, tetapi hanya beberapa orang yang mengunggulkan dirinya saat melawan legenda Thailand “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex dalam turnamen ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Di babak perempat final turnamen tersebut, yang berlangsung di ajang ONE: ENTER THE DRAGON, atlet Perancis ini tampil sempurna untuk meraih kemenangan terbesar dalam karirnya.

Pria berusia 30 tahun ini sangat agresif dari awal laga dan mampu mendorong bintang Thailand tersebut mundur, dan saat Yodsanklai mencoba membalas serangan, ia harus menerima pukulan kiri yang membuat Samy unggul.

Dengan poin 10-8 dalam ronde tersebut, “AK47” dapat saja mencoba untuk bertahan dengan keunggulannya, tetapi pemikiran tersebut nampaknya tidak terbersit sedikitpun saat ia melanjutkan serangan dengan tendangan jarak jauh dan jab untuk mematahkan serangan Yodsanklai dalam dua ronde terakhir.

Pada akhirnya, ketenangan, agresi terkontrol dan serangan akurat milik Samy membawanya menang dengan keputusan mutlak, mengakhiri rekor tak terkalahkan dari lawannya selama tujuh tahun, serta maju ke babak berikutnya.

Samy berakhir di babak final, dan ia berkesempatan meraih gelar Juara World Grand Prix dan hadiah sebesar satu juta dolar AS jika ia dapat mengalahkan Giorgio “The Doctor” Petrosyan.

#4 Aung La N Sang Mencetak Sejarah

Gelar Juara Dunia olahraga pertama di Myanmar ini disematkan pada Aung La “The Burmese Python” N Sang saat ia mengalahkan Vitaly Bigdash di Yangon dalam Kejuaraan Dunia ONE Middleweight, yang juga menjadi Laga Terbaik Tahun 2017, atau “Bout Of The Year 2017.”

Kontes tersebut dimulai dengan kecepatan penuh saat pahlawan tuan rumah ini menjatuhkan Vitaly dan mengejar penyelesaian. Tetapi, kekuatan lawannya ini mampu membuatnya bertahan dan memberikan kesempatan keduanya untuk mengadu teknik cengkeraman mereka selama 25 menit laga.

Kedua petarung ini mencari kuncian dalam berbagai percobaan dalam tiap ronde, tetapi saat akhir laga mulai terlihat, “The Burmese Python” menemukan tambahan kekuatan untuk memukau para juri dan meraih kemenangan mutlak.

Aung La N Sang juga berlanjut memenangkan gelar Juara Dunia ONE Light heavyweight, dimana ia akan mempertahankannya untuk pertama kali melawan Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon “The Truth” Vera di Jepang.

#5 “The Ninja” Meraih Kemenangan Terbesarnya

Tahun ini menjadi tahun yang baik bagi Yosuke “The Ninja” Saruta, saat ia naik ke tahta divisi ONE strawweight dengan merebut sabuk emas dari superstar Filipina Joshua “The Passion” Pacio bulan Januari lalu.

Melawan seorang Juara Dunia yang dikenal atas kemampuan wushu dan scrambling luar biasa, Yosuke menerapkan pendekatan cepat dan keras. Serangan yang bertumpu pada takedown miliknya membawa perwakilan Team Lakay ini keluar dari zona nyamannya dan memaksanya untuk lebih kreatif dalam menangani serangan lawan.

Ini berarti Yosuke harus tetap tajam menyerang untuk menghindari kuncian guillotine choke khas milik Joshua, serta menemukan cara untuk meningkatkan tekanan pada ronde keempat dan kelima.

Dengan keputusan tipis, dua dari tiga juri memberikan kemenangan bagi “The Ninja,” dan ia membawa pulang sabuk emas ini dalam penampilan keduanya bersama ONE.

Dalam ajang ONE: CENTURY PART II, Yosuke akan menghadapi Daichi Kitakata dalam laga Juara Dunia Shooto vs. Juara Dunia Pancrase, dimana kemenangan dalam laga ini akan membawa salah satu dari mereka kembali ke perebutan gelar dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Tokyo | 13 Oktober | ONE: CENTURY | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: https://onechampionship.zaiko.io/e/onecentury

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.