Fitur

5 Laga MMA Terbaik Pada Tahun 2020

Pandemi COVID-19 jelas menjadikan tahun 2020 sebagai tahun yang penuh perubahan drastis, namun satu hal tetap bertahan – aksi menegangkan di dalam Circle.

Walau sebagian besar seniman bela diri campuran terbaik dunia harus meluangkan waktu lebih banyak di sisi arena selama berbulan-bulan, mereka membuat segalanya berarti saat kembali beraksi.

Memang tak semua penampilan luar biasa itu masuk ke dalam daftar ini, namun setelah berbagai pertimbangan, kami hadirkan lima laga MMA terbaik di ONE Championship untuk tahun 2020. 

#1 Thanh Le Vs. Martin Nguyen

Laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Featherweight di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX bulan Oktober lalu memiliki segala sesuatu yang anda inginkan dari sebuah laga bela diri campuran (MMA) tingkat tinggi dengan sepasang pencetak KO luar biasa.

Laga ini menampilkan dua atlet yang berada di kondisi puncak dan bertukar serangan keras sampai sebuah penyelesaian mengejutkan menutup laga tersebut.

Pada ronde pertama, Thanh Le memulai dengan menunjukkan tendangan jarak jauh yang menjadi ancaman bagi sang penguasa divisi featherweight, Martin “The Situ-Asian” Nguyen.

Memasuki stanza kedua, sang Juara Dunia itu mulai menemukan ritmenya. Nguyen nampak semakin yakin saat ia maju menghadapi Le dan mengincar serangan jarak dekat.

Le tetap aktif dengan serangan baliknya, namun laga ini nampak beralih ke arah Nguyen, dimana hal itu berlanjut sampai stanza ketiga, saat “The Situ-Asian” meningkatkan tekanan. Le terlihat bertahan dan nampak terluka karena rangkaian pukulan keras dari sang juara bertahan.

Namun, mendadak sebuah pukulan yang tepat waktu mengubah jalannya laga ini. Nguyen, yang mengejar penyelesaian atas rivalnya, sedikit menurunkan tangannya dan celah itulah yang dibutuhkan oleh Le untuk menyarangkan serangan penentu tersebut.

Serangkaian serangan lanjutan pun bersarang di tubuh Nguyen, dan saat ini, kita memiliki Juara Dunia baru seusai laga terbaik yang juga dianggap paling dramatis untuk tahun ini.

#2 Xiong Jing Nan Vs. Tiffany Teo II

Saat “The Panda” Xiong Jing Nan bertemu dengan Tiffany “No Chill” Teo demi perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight perdana di Januari 2018, itu menjadi laga satu arah. Xiong sangat dominan dan merebut sabuk emas itu dengan KO yang menakjubkan.

Dua setengah tahun kemudian, kisah ini berlanjut dengan cara yang sedikit berbeda di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX. Teo berkembang pesat dan mampu mendesak lawannya sampai akhir laga, namun ia masih belum menunjukkan aksi yang cukup untuk melengserkan Xiong.

Sejak pembukaan laga, Teo tampil dengan cerdas saat ia menggunakan jangkauannya untuk mencetak poin melalui tendangan dan pukulan.

Namun, kekuatan pukulan milik “The Panda” membawanya unggul dalam kontes ini. Ia mendesak maju dengan rangkaian pukulan dan tendangan rendah untuk mengendalikan pertukaran serangan stand-up itu.

Teo menjawab dengan usahanya untuk masuk ke ranah grappling, namun Xiong mampu membalikkan keadaan tiap kali atlet Singapura itu mampu mencetak takedown. Bintang Tiongkok itu juga menampilkan usaha terbaiknya untuk menjawab agresi striking “No Chill” pada ronde kelima dengan serangan balik, serta memastikan ia tetap unggul di atas kertas.

Melanjutkan laga terbaik pada tahun 2019 dengan pertandingan ini, Xiong membuktikan bahwa pertahanan gelar Juara Dunia yang berikutnya akan menjadi laga penuh aksi bagi para penggemar.

#3 Christian Lee Vs. Iuri Lapicus

Sementara laga Xiong-Teo II berakhir di tangan para juri, hal sebaliknya terjadi pada laga Christian “The Warrior” Lee melawan Iuri Lapicus.

Tetap saja, laga Kejuaraan Dunia ONE Lightweight di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX itu memiliki rangkaian aksi keras selama dua menit dan 18 detik, sebanding dengan laga lainnya.

Sebuah awal yang eksplosif terjadi saat Lee menerjang maju dan dijatuhkan oleh pukulan kanan penantang asal Moldova itu dalam waktu tiga detik. Tetapi, ritme cepat itu tetap bertahan. Sebuah scramble terjadi sebelum berakhir pada lemparan indah yang menempatkan Lapicus di posisi atas (top position) dan mengincar penyelesaian.

Namun, sang Juara Dunia ini tak pernah bermalas-malasan di ground, karena tak lama kemudian, Lee kembali berdiri, mencetak takedown dan beralih ke posisi mount.

Secara luar biasa, Lapicus mampu menemukan jalan untuk mengancam rivalnya ini dengan kuncian kaki, atau leg lock, namun Lee menyesuaikan diri dan menyarangkan berbagai pukulan sampai laga berakhir.

Setelah meraih kemenangan melalui keputusan juri untuk pertama kalinya dalam laga sebelumnya, “The Warrior” memastikan statusnya sebagai pencetak penyelesaian terbaik di ONE dengan sebuah KO lainnya yang menutup aksi kilat yang menegangkan ini.

#4 Joshua Pacio Vs. Alex Silva

Ini adalah laga kedua dalam daftar ini yang menampilkan drama saat dua atlet kelas dunia berlaga selama 25 menit penuh dalam sebuah Kejuaraan Dunia.

Joshua “The Passion” Pacio menyambut sang penantang Alex “Little Rock” Silva di tanah kelahirannya dalam ajang ONE: FIRE & FURY, dimana ia harus berada di kondisi terbaiknya untuk mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Strawweight itu.

Pacio memulai dengan berbagai serangan atas dan pertahanan takedown mumpuni, yang disambut oleh sorakan dari para penonton di Manila yang mendukung sang pahlawan tuan rumah.

Namun, antusiasme itu teredam saat penantang asal Brasil ini mengaplikasikan kemampuannya sebagai pemegang sabuk hitam BJJ pada ronde kedua, keempat dan kelima.

Pada dasarnya, pertahanan ground “The Passion” harus dipuji, karena tekniknya sangat tepat dan memberinya kesempatan menyerang untuk meraih keunggulan dalam pertukaran stand-up, namun sangat sulit untuk mengatakan apakah ia benar-benar mengamankan sabuk emasnya itu.

Saat laga ini beralih ke tangan ketiga juri, sebuah keputusan terbelah (split decision) yang sangat tipis bagi Pacio membuatnya bereaksi dengan segera mengangkat tangannya, yang membuktikan bahwa ia sebelumnya tak pernah berusaha sekeras itu demi meraih kemenangan.

#5 Kiamrian Abbasov Vs. James Nakashima

Perebutan gelar Juara Dunia ONE Welterweight antara sang penguasa divisi Kiamrian “Brazen” Abbasov dan penantang tak terkalahkan James Nakashima di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX II, November lalu, adalah sebuah laga yang penuh friksi keras.

Sesaat, nampak pula bahwa divisi ini akan memiliki seorang Juara Dunia baru. Nakashima bertukar serangan keras dengan atlet Kirgistan itu, memberinya kesulitan besar dengan kemampuan gulatnya, serta bahkan mematahkan hidung rivalnya itu dengan pukulan straight kiri.

Pada ronde keempat, sang penantang asal Amerika Serikat ini mengendalikan Circle dan nampak memiliki tenaga untuk meningkatkan ritme sampai akhir. Tetapi, ia membuat kesalahan fatal.

Nakashima merunduk ke arah serangan lutut keras dari sisi kanan saat ia sedang mengincar sebuah takedown, dan itu adalah awal dari saat-saat terakhir laga ini. Walau ia mampu kembali berdiri setelah menerima rangkaian uppercut keras, atlet AS ini masih berada di ujung tanduk.

Abbasov memanfaatkan waktunya dengan baik, memilih serangannya dengan hati-hati, sebelum akhirnya menghentikan Nakashima untuk sebuah kejutan paling dramatis tahun ini.

Baca juga: 5 KO MMA Terbaik Pada Tahun 2020