Berita

Zhang Lipeng Ingin Kendalikan Uulu, Tembus Peringkat Lightweight

“The Warrior” Zhang Lipeng mencetak pernyataan kuat dalam debutnya bersama ONE Championship tahun lalu.

Kini, ia siap kembali memberi pernyataan tegas dalam penampilan keduanya di atas panggung dunia.

Pada Jumat, 28 Januari ini, veteran asal Tiongkok itu akan melawan teman lamanya, Ruslan “Snow Leopard” Emilbek Uulu, dalam sebuah laga lightweight bela diri campuran krusial di ONE: ONLY THE BRAVE langsung dari Singapura.

Ruslan Emilbek Uulu faces Zhang Lipeng at ONE: ONLY THE BRAVE

Setelah penampilan dominan dalam skena bela diri campuran Tiongkok, Zhang membawa momentumnya ke atas panggung dunia dan menggunakan kemampuan grappling-nya untuk menaklukkan mantan Juara Dunia ONE Lightweight Eduard “Landslide” Folayang dalam debut promosionalnya Agustus lalu.

Warga Foshan ini ingin membangun penampilan tegas itu dan menggunakan laga berikutnya di Singapore Indoor Stadium untuk menembus peringkat lima besar, namun Emilbek Uulu memiliki aspirasi serupa.

“Snow Leopard” menjalani awal yang kurang baik dalam divisi featherweight di ONE, namun saat ia naik satu divisi ke berat badan alaminya, keberuntungannya berubah seketika.

Penghancur asal Kirgistan berusia 31 tahun itu lalu mengalahkan salah satu penantang berperingkat saat itu, Pieter “The Archangel” Buist, untuk kembali ke jalur kemenangan, dimana ia pun mengetahui bahwa sebuah kemenangan lainnya akan menempatkannya mendekati jajaran teratas.

Namun, Zhang meyakini bahwa kemampuannya ada di tingkatan lebih tinggi. Dalam wawancara khusus bersama ONEFC.com/id ini, “The Warrior” menjelaskan mengapa ia dapat menghentikan sahabat lamanya itu di Singapura, menyebut dua petarung Tiongkok yang patut diperhatikan, menantang tiga atlet lightweight, dan lainnya.

ONE Championship: Zhang, terakhir kali kita melihat anda dalam laga debut, anda mengalahkan mantan Juara Dunia ONE Lightweight Eduard Folayang. Apa rasanya mendapatkan kemenangan besar dalam debut anda?

Zhang Lipeng: Tentu saja, saya sangat senang dapat menang dalam debut ONE saya melawan seorang mantan juara. Laga pertama itu jelas sangatlah penting dan juga menunjukkan tingkat kemampuan saya sebenarnya pada boss ONE.

Namun, laga-laga selanjutnya itu lebih penting. Saya masih harus tetap menang, karena memasuki [peringkat] lima besar dan akhirnya memenangkan kejuaraan adalah yang saya rencanakan untuk masa depan karier saya.

ONE: Apakah game plan anda dalam laga itu, dan apakah itu berjalan sesuai keinginan anda?

ZL: Saat saya mengetahui lawan saya adalah mantan juara, saya sebenarnya siap berlaga selama tiga ronde. Saat itu, saya merasa ia lebih lemah di ground, maka saya ingin menghentikannya setelah menyeretnya ke bawah. Namun lawan saya sangatlah kuat dan dapat bertahan dengan baik, maka laga ini berakhir di tangan juri.

ONE: Setelah laga itu, anda menantang Shinya Aoki, dan responnya adalah meminta anda mempertimbangkan kembali. Apa jawaban anda?

ZL: Saya bahkan tak mengira saya harus mempertimbangkan kembali. Sebenarnya, saya ingin bertarung melawan semua orang, terutama lawan-lawan kuat. Mungkin Shinya Aoki akan merasa dipermalukan jika ia menerima tantangan saya, karena saya baru memenangkan satu laga [bersama ONE sejauh ini].

Saya sangat ingin bertarung melawannya karena ia ada di tingkatan sangat tinggi. Saya menonton banyak laganya. Kemampuan gulat dan jiu-jitsunya sangat kuat, maka saya ingin merasakan seberapa kuat ia sebenarnya. Saya juga telah berlatih selama satu dekade, maka saya akan ingin melawan [petarung] elite kelas dunia seperti dirinya.

ONE: Anda juga sebelumnya menyebut Christian Lee dan Eddie Alvarez sebagai atlet lightweight yang ingin anda lawan. Apakah mereka masih berada dalam radar anda?

ZL: Tentu saja, saya masih ingin melawan mereka. Lagipula, Christian Lee juga seorang mantan juara.

Alvarez juga adalah mantan juara, dan ia adalah yang saya pilih terlebih dahulu karena ia menikmati reputasi yang lebih besar. Saya juga penggemarnya, dan seperti Shinya Aoki, saya juga ingin menantang dirinya.

ONE: Atlet lightweight berikut yang akan anda hadapi adalah Ruslan Emilbek Uulu di ajang ONE: ONLY THE BRAVE. Apakah kesan pertama anda atas dirinya?

ZL: Kesan pertama saya adalah bahwa ia menjalani berbagai laga di Tiongkok dan nampak tak terkalahkan sejauh ini. Sebagai tambahan, faktanya kami berdua berlatih di Xi’an Physical Education University, maka kami adalah sesama murid. Dan betul, saya terkesan dengan dirinya.

ONE: Uulu nampak luar biasa dalam laga terakhirnya melawan Pieter Buist, yang sebelumnya ada di jajaran lima besar. Menurut anda, seperti apa kemampuan grappling-nya, dan apakah itu mungkin lebih baik dari anda?

ZL: Terakhir kali, ia bertarung selama tiga ronde penuh, namun saya tak melihat banyak teknik. Ia hanya menerjang maju, dan saya tak melihat serangan efektif apa pun setelah ia menyeret lawannya ke bawah. Maka, ia sebenarnya tak memiliki keunggulan dalam gulat di ground atas saya.

Pictures from the lightweight showdown between Eduard Folayang and Zhang Lipeng at ONE: BATTLEGROUND II

ONE: Bagaimana anda melihat laga ini berakhir?

ZL: Seperti laga terakhirnya, saya siap bertarung selama tiga ronde penuh. Namun jika saya dapat mengendalikan permainan dan memberi yang terbaik, saya mungkin akan dapat mencetak KO pada ronde pertama atau kedua.

ONE: Jika anda memenangkan laga ini, siapa yang anda ingin lawan berikutnya?

ZL: Saya hanya menuruti pengaturannya. Saya [akan hanya] bertarung dalam dua pertandingan, maka saya takkan memiliki banyak ide. Namun saya masih ingin menantang Shinya Aoki sampai ia menerima tantangan saya (sembari tertawa).

Pictures from the lightweight showdown between Eduard Folayang and Zhang Lipeng at ONE: BATTLEGROUND II

ONE: Lin Heqin berlatih bersama anda. Seperti apakah latihan bersama dirinya, dan apakah yang anda pikirkan tentang potensinya dalam olahraga ini?

ZL: Saya kira ia berlatih sangat keras, dan permainan stand-up miliknya itu sangat kuat dalam divisi [atomweight]. Tetapi kelemahannya juga sangat nyata: permainan gulat dan ground-nya tidak terlalu kuat. Namun jika ia dapat mengembangkan mereka, bukan tidak mungkin ia dapat memasuki peringkat lima besar.

ONE: Apakah ada petarung Tiongkok lain yang menarik perhatian anda?

ZL: Tang Kai dan Xie Wei. Tang Kai dan Xie Wei memiliki banyak KO beruntun. Terakhir kali, saya berada di kartu pertandingan yang sama dengan Xie Wei, dan saya tak menyangka ia dapat tampil sangat baik. Keduanya jelas memiliki kesempatan untuk menjadi juara, maka para penggemar akan harus memperhatikan mereka.

Baca juga: Minowa Miliki ‘Gaya Untuk Kalahkan Brooks’ Dan Beberapa Cara Lain

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.