Berita

Yosuke Saruta Menjadi Juara Dunia ONE Strawweight Baru

21 Jan 2019

ONE Championship memulai 2019 dengan melahirkan Juara Dunia baru.

Setelah melalui lima ronde yang penuh aksi dalam laga utama ONE: ETERNAL GLORY, atlet Jepang Yosuke “Tobizaru” Saruta berhasil merebut gelar Juara Dunia ONE Strawweight dari Joshua “The Passion” Pacio lewat keputusan terbelah di Jakarta.

Sang penantang berusia 31 tahun ini memadukan tekanan yang tidak ada hentinya dengan takedown berulang hingga dua dari tiga juri memberinya kemenangan angka.

Yosuke Saruta brings home ONE gold for Japan with a superb split-decision victory over Team Lakay’s Joshua Pacio! ????????

Yosuke Saruta brings home ONE gold for Japan with a superb split-decision victory over Team Lakay’s Joshua Pacio! ????????TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Saturday, 19 January 2019

Di awal laga, Yosuke berhasil menangkap kaki Joshua yang berusaha menendang kepalanya dan menjatuhkan sang juara bertahan.

Ketika keduanya kembali berdiri, Yosuke kerap memberikan tekanan pada lawannya dalam setiap kesempatan. Ia menerapkan tekanan hebat yang memaksa “The Passion” mundur dan mengandalkan serangan balik.

Di ronde kedua, sang wakil dari Team Lakay berusia 23 tahun ini meningkatkan intensitas serangannya dengan mendaratkan tendangan ke kepala lawan. Namun Yosuke tetap melaju demi tetap membuat sang rival tertekan dan memaksanya mundur.

Joshua mulai mengandalkan striking wushunya dan menunjukkan kehebatan dan kemampuannya lolos dari serangan takedown “Tobizaru” yang bergerak cepat pada menit-menit akhir ronde tersebut.

Pertandingan mulai memanas pada ronde ketiga.

Yosuke dengan gampangnya lolos dari kuncian guillotine choke milik Joshua dan tak lama kemudian, keduanya bertukar hantaman dalam pertengahan akhir ronde tersebut.

Para penonton yang menyaksikan pertandingan di Istora Senayan bersorak ketika atlet dari Team Lakay tersebut mendaratkan jumping knee yang mengawali pertukaran serangan yang terus berlanjut hingga akhir ronde.

“Tobizaru” menunjukkan sinyal kuat untuk memenangi laga di awal ronde keempat dengan langsung menyerang lewat single leg takedown.

Para penonton di Istora kembali bersorak untuk memberikan dukungan pada bintang Filipina ketika Yosuke terus memberikan tekanan. Pada akhirnya, ronde tersebut berakhir imbang dan laga pun berlanjut menuju ronde pamungkas.

Merasa kemenangan telah ada dalam genggamannya, Yosuke meningkatkan intensitasnya dan menjatuhkan lawannya dengan kombinasi tinju kanan-kiri, yang mendarat di dagu Joshua.

Joshua terus menjaga jarak sembari mundur, memadukan tendangan roundhouse dan kombinasi dua tinju dengan sesekali mengeluarkan teknik berputar.

Walaupun menunjukkan kegigihan yang mengagumkan untuk tetap berdiri, “The Passion” tidak dapat mencegah upaya sang lawan untuk membantingnya ke atas kanvas – sebuah faktor yang mungkin menjadi kredit tersendiri bagi Yosuke di mata juri.

Setelah laga penuh aksi sepanjang 25 menit, atlet asal Tokyo itu dinyatakan sebagai pemenang.

Gelar Juara Dunia yang Yosuke raih melanjutkan tren positif yang telah ia bangun. Sebelumnya, ia mengalahkan mantan pemegang gelar Alex “Little Rock” Silva  yang membuatnya menjadi atlet unggulan di divisinya.

Dengan kemenangannya yang ke 19 – serta sabuk emas di pinggangnya – Kemenangan Yosuke datang di waktu yang tepat, karena “The Home Of Martial Arts” akan menggelar sebuah perhelatan di tanah kelahirannya untuk pertama kalinya dalam dua bulan mendatang.