Berita

Yosuke Saruta Ingin ‘Tenggelamkan’ Pacio Di Trilogi Kejuaraan Dunia

Yosuke “The Ninja” Saruta bersiap untuk menenggelamkan Joshua “The Passion” Pacio dan merebut kembali gelar Juara Dunia ONE Strawweight.

Kedua bintang bela diri campuran ini – yang berbagi masing-masing satu kemenangan dalam sepasang laga mereka sebelumnya – akan bertemu dalam sebuah laga trilogi keras di ONE: REVOLUTION pada Jumat, 24 September nanti, dimana Saruta meyakini dirinya dapat meraih keunggulan demi menuntaskan rivalitas mereka.

“Saya memiliki game plan untuk Pacio kali ini. Saya akan menunjukkan neraka pada dirinya. Saya akan menyeretnya sampai ke dasar lautan,” tegasnya. 

“Laga kami berikutnya akan menjadi laga terakhir dengannya. Yang ketiga itu selalu berhasil.”

Veteran Jepang ini awalnya mendapatkan kesempatan merebut sabuk emas milik Pacio melalui sebuah kemenangan dari posisi tertinggal atas Alex “Little Rock” Silva dalam debutnya bersama ONE.

Ia lalu meraih keunggulan atas perwakilan Team Lakay itu melalui keputusan terbelah (split decision) untuk merebut gelar Juara Dunia di ONE: ETERNAL GLORY pada Januari 2019, walau Pacio menyeimbangkan kedudukan dengan kemenangan KO ronde keempat dalam laga ulang mereka di ONE: ROOTS OF HONOR pada bulan April.

Namun, kekalahan pada pertemuan kedua itu – dan sabuk yang lepas dari tangannya – sama sekali tidak menggetarkan “The Ninja.” Sebaliknya, pria berusia 34 tahun ini mengakui hal tersebut dan membiarkan kesalahan di masa lalu itu membakar determinasinya untuk berkembang dan tampil lebih baik lagi.

“Saya telah menonton laga [terbaru] saya dengan Pacio sekitar 100 kali, karena saya ingin menemukan poin yang harus diubah dan dikembangkan,” tegas Saruta.

Saat saya menonton itu, saya tak merasa buruk. Itu bukan kenangan buruk yang tak ingin saya ingat. Bagi saya, untuk mengembangkan diri, saya harus menonton video itu. Saya mencoba mengingat perasaan dalam laga itu dan [melakukan] latihan saya.”

Walau ia menerima pelajaran dengan cara yang keras, Saruta merasa yakin bahwa penyesuaiannya di sasana akan memberi keunggulan dalam laga penentuan yang sangat ditunggu ini.

“Saya kehilangan arah dalam laga itu dan merasa bahwa saya mengambil jalan pintas, walau saya telah berlatih sangat keras,” tegasnya. 

Saya merasa seperti saya ingin menyelesaikan laga itu secepat mungkin dan beristirahat. Saya menyerang dengan liar, dan lawan saya menendang pada momen yang tepat. Pikiran saya lemah, dan saya memilih cara yang lebih mudah untuk bertarung. Saya menyesal menjadi malas dalam laga itu.”

Kali ini, perwakilan Wajutsu Keishukai Hearts ini tetap berencana menyerang Pacio, namun itu akan lebih terukur dan penuh kewaspadaan. Idealnya, ia ingin perlahan meningkatkan tekanan sampai ia mampu menyulitkan sang penguasa divisi itu.

“Saya melakukan latihan terberat yang pernah saya jalani selama 15 tahun terakhir. Saya harus berlatih dengan cara ini untuk menang. Saya tak seharusnya memilih jalur yang mudah. Jika saya memilih jalur yang sulit, saya akhirnya akan memenangkan sabuk itu,” tegas Saruta.

“Saya tak dapat menyerangnya seperti terakhir kali. Itu akan lebih sulit dari apa yang dapat ia bayangkan, seperti dirinya berada di kedalaman laut. Saya akan menyerangnya dan menguji kesabarannya, dan, akhirnya saya akan bertahan dan menang.”



Jelas bahwa Saruta memiliki keyakinan besar, namun ia juga mengetahui bahwa superstar Filipina itu tak akan menjadi atlet yang pasif dalam laga mereka.

Dengan perebutan gelar Juara Dunia yang dipertaruhkan, Pacio jelas akan melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk mempertahankan gelarnya. Pria berusia 25 tahun itu menampilkan permainan lengkap yang menaklukkan dua penantang berikutnya setelah ia merebut kembali sabuk itu dari Saruta.

Oleh karena itu, “The Ninja” mengetahui bahwa rivalnya akan menjadi sangat sulit dipatahkan dan bahwa ia akan harus mengandalkan pengalamannya untuk mendapatkan keunggulan.

“Saya bersemangat untuk bertemu dengannya sekali lagi, dan laga ini akan menjadi sangat menyenangkan,” kata Saruta.

“Saya membayangkan dirinya akan mencoba bertarung di atas kedua kakinya, namun ia berkata dirinya akan menyerang di ground. Jika ia melakukan itu, saya akan bertarung dengan serius. Saya akan bertarung baik dengan striking dan di ground.”

“Saya telah dua kali melawannya, maka saya kurang lebih mengerti bagaimana ia bertarung, tekniknya, serta kemampuan fisiknya. Maka saya harus memikirkan sebuah strategi – cara untuk berpikir di dalam kepala saya dan bagaimana saya akan menggunakan energi saya. Itu akan memutuskan siapa yang menang dan kalah.”

Akan dibutuhkan usaha keras untuk melengserkan Pacio, yang membuat Saruta mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk sebuah laga yang sangat keras.

Terlebih lagi, ia tak akan bergeming dari hadapan atlet berbakat itu dan tak ingin mengambil jalan pintas. Sang penantang ini siap mengarungi lautan dalam untuk mengincar kemenangan – dan ia pun berencana menenggelamkan “The Passion” sebelum merebut sabuk emas itu.

“Tujuan saya adalah mengalahkan Pacio, namun lebih dari segalanya, saya ingin merebut sabuk emas itu dan menjadi Juara Dunia,” tambah Saruta.

“Ini jelas akan menjadi laga yang sulit, dan saya tak mengira saya dapat menghentikan dirinya dalam paruh pertama laga ini. Saat saya merasa mengalami kesulitan pada ronde pertama, saya akan berusaha menyerang dirinya berkali-kali, bertahan dan menang.

“Saya telah berlatih keras untuk sebuah laga yang berat. Saya kira saya akan mampu menghentikan dirinya pada ronde keempat atau kelima dengan rear-naked choke.”

Baca juga: 5 KO Terbaik Dari Para Bintang Di ONE: REVOLUTION

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.