Bela Diri Campuran

Thanh Le Janjikan Laga Menghibur Di Bangkok

Thanh Le sedang berusaha mendobrak jajaran teratas divisinya demi meraih gelar Juara Dunia ONE Featherweight, dimana sebuah kemenangan akan membawa dirinya maju selangkah lebih dekat.

Pada hari Jumat, 10 Januari, ia dijadwalkan menghadapi Ryogo “Kaitai” Takahashi pada kartu utama ONE: A NEW TOMORROW.

Atlet keturunan Vietnam-Amerika ini mengetahui bahwa laga ini akan menjadi penentu dalam karier bela diri campurannya, namun ia tidak gentar dengan skala dari kontes tersebut. Hanya beberapa hari menjelang kontes penting ini, ia nampak yakin akan kesempatannya di Bangkok, Thailand.

“Laga [melawan Ryogo] Takahashi ini adalah laga terpenting dalam hidup saya,” kata atlet yang tinggal di New Orleans, Louisiana ini.

“Saya akan mendominasi selama tiga ronde. Jika ia ingin memberikan tekanan pada laga itu dan membawanya maju ke arah saya, maka ia mungkin akan lebih cepat kalah.”

Sejak bergabung bersama “The Home Of Martial Arts,” Thanh menjadi kekuatan yang dominan dalam divisi featherweight dan segera mendapatkan reputasi sebagai atlet pencetak KO.

Atlet berusia 34 tahun ini meraih debut promosional yang sukses di ajang ONE: FOR HONOR, saat ia menjatuhkan penantang asal Dagestan Yusup “Maestro” Saadulaev dengan sebuah serangan lutut dahsyat pada ronde kedua laga mereka di bulan Mei itu.

Thanh melanjutkan dengan sebuah penampilan sensasional lainnya saat ia kembali ke atas panggung dunia dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD bulan Agustus lalu. Dalam laga tersebut, ia mencetak KO atas mantan Juara Dunia ONE Lightweight Kotetsu “No Face” Boku hanya dalam waktu 88 detik.

“Yusup adalah seorang monster, dan [Kotetsu] Boku adalah pemegang gelar dan petarung dengan serangan balasan yang sempurna. Jadi, kami masuk ke dalam daerah tersebut, memainkan permainan itu seperti yang kami tahu, dan melakukan apa yang kami lakukan dengan cara terbaik,” jelas atlet keturunan Vietnam-Amerika ini.

“Saya mencoba menempatkan penampilan terbaik yang saya dapat lakukan untuk para fan, dan kebetulan laga tersebut berlangsung dengan saya mendapatkan beberapa KO yang cukup bagus.”

Namun, Ryogo juga memiliki beberapa KO luar biasa dalam catatannya.



Penduduk asli Hyōgo, Jepang ini memegang rekor profesional 13-3 dengan sembilan kemenangan KO. Ditambah lagi, ia sedang menikmati delapan kemenangan beruntun, yang berawal di tahun 2015.

Sama seperti Thanh, “Kaitai” memiliki dinamika tersendiri dalam debut promosionalnya di ajang ONE: FOR HONOR. Atlet berusia 30 tahun ini mengalahkan penantang Malaysian Keanu Subba melalui TKO pada ronde pertama, dan ia berharap untuk membangun momentumnya kembali di ibukota Thailand itu.

Namun, atlet Vietnam-Amerika ini telah mempelajari lawannya secara seksama, serta mengetahui kunci untuk mengalahkan dirinya di dalam Impact Arena.

“[Ryogo] Takahashi mampu dengan baik bertahan pada – dan mengeksekusi – game plan-nya. Ia tidak mudah tergoyahkan, dan ia sangat disiplin dalam pendekatannya, maka saya akan terus berusaha membuatnya bergerak, keluar dari daerah kekuasaan dan [daerah] nyamannya,” jelas Thanh.

“[Adalah penting] untuk dapat beradaptasi di dalam ring, memiliki IQ pertandingan yang tinggi, serta memiliki pemahaman tentang kapan hal-hal tertentu akan sesuai dalam sebuah pertarungan. Karena saya telah mempelajari seni bela diri dalam waktu yang cukup lama, maka saya sangat cepat keluar [dari jalur serangan] dan sangat tenang dalam bertahan sejauh terkait dengan footwork dan pergerakan saya.”

Thanh terfokus pada laga ini, karena ia mengetahui bahwa Ryogo akan menjadi tantangan yang sangat berbahaya.

Sebuah kemenangan, terutama dengan cara yang impresif, akan dapat mendorong dirinya lebih dekat pada sebuah kesempatan merebut sabuk Juara Dunia ONE Featherweight milik Martin Nguyen.

Namun, atlet Vietnam-Amerika ini tidak ingin melejit ke depan antrian. Ia sangat nyaman dengan mengalahkan tiap penantang yang mungkin hadir sampai saatnya ia mendapatkan kesempatan emas itu.

“Tentunya saya senang mendengar nama saya [disebut dalam kemungkinan] mendapatkan perebutan gelar, namun saya tidak berusaha memaksakan apapun dengan segera,” akunya.

“Saya mencoba mengalahkan semua pria terbaik dalam divisi ini. Saya ingin mengalahkan tiap pria saat saya beranjak naik. Saya tidak ingin melewatkan siapapun. Saya tidak ingin memotong jalur demi sebuah gelar.”

“Hal terpenting adalah untuk menjadi yang terbaik dalam divisi ini dan menjadi yang terbaik di dunia. Saya tidak dapat melewatkan siapapun jika saya ingin melakukan itu.”

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyaksikan ONE: A NEW TOMORROW

Bersiaplah untuk gelaran perdana ONE Championship di tahun 2020, ONE: A NEW TOMORROW!

Bangkok | 10 Januari | Tiket: Klik di sini TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global