Superlek Lepas Gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing Demi Fokus Pemulihan
“The Kicking Machine” Superlek resmi melepas Gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing.
Superstar Thailand itu mengumumkan keputusan sulit tersebut lewat unggahan terbaru di Facebook. Ia memilih meninggalkan takhta demi fokus penuh memulihkan cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada lutut kanannya.

Superlek menulis dalam bahasa Thailand yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia:
“Setelah meluangkan waktu untuk berpikir dan berdiskusi dengan tim, saya memutuskan untuk secara resmi melepaskan Gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing.
“Memegang sabuk ini merupakan kehormatan besar dan sumber kebanggaan bagi saya. Merebutnya bukan hal mudah. Saya harus melewati kelelahan, rasa sakit, dan berbagai tantangan. Tentu saja, saya juga bermimpi bisa mempertahankan gelar ini selama mungkin. Terima kasih kepada ONE karena telah memberi saya kesempatan untuk membuktikan diri di panggung ini, dan terima kasih kepada seluruh penggemar yang selalu mendukung serta berada di sisi saya. Untuk sekarang, saya perlu memberi waktu agar tubuh saya pulih sepenuhnya, lalu saya akan kembali.”
Cedera serius tersebut terjadi saat ia menjalani laga ulang bantamweight Muay Thai melawan Abdulla “Smash Boy” Dayakaev di The Inner Circle 25 pada 7 Agustus. Kondisinya akhirnya membutuhkan operasi dan proses rehabilitasi panjang.
Cedera itu menjadi akhir dari periode berat bagi ikon berusia 30 tahun tersebut. Melepaskan sabuk emas kickboxing tentu bukan keputusan mudah, tetapi langkah tersebut memberinya waktu dan ruang yang dibutuhkan untuk pulih dengan benar sebelum nantinya kembali ke panggung global.
Sebelum memasuki babak sulit ini, “The Kicking Machine” sedang menjalani salah satu periode terbaik yang pernah ada dalam dunia olahraga tarung dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mencatat laju luar biasa 15-1 yang dihiasi kemenangan meyakinkan atas sejumlah nama terbesar di organisasi seni bela diri terbesar di dunia.
Di antara performa terbaiknya adalah kemenangan knockout ronde pertama atas raja bantamweight kickboxing Jonathan “The General” Haggerty dan mantan pemegang gelar Nabil Anane, serta dua laga klasik melawan ikon kickboxing Jepang Takeru “Natural Born Krusher” Segawa dan mantan Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon.
Periode bersejarah tersebut juga membawa Superlek meraih pencapaian lebih besar. Selain menguasai divisi flyweight kickboxing, ia merebut Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai untuk menjadi Juara Dunia ONE dua disiplin, sebuah prestasi langka yang hanya mampu diraih segelintir atlet dalam sejarah ONE.
Meski kemudian kehilangan sabuk bantamweight tersebut setelah gagal memenuhi batas berat badan jelang laga ulang melawan Anane di ONE 172 pada Maret tahun lalu, hal itu tak mengurangi gambaran besar dari konsistensi luar biasa yang telah ia tunjukkan.
Sepanjang perjalanan panjangnya di ONE, Superlek telah mengukuhkan diri sebagai salah satu talenta pound-for-pound terbaik yang pernah lahir di dunia striking. Perpaduan kecepatan, footwork, serta fight IQ elite menjadikannya ancaman besar bagi siapa pun yang berdiri di hadapannya, baik dalam kickboxing maupun Muay Thai.
Rekor profesionalnya kini berada di angka luar biasa 139-33, sebuah catatan yang semakin mengesankan mengingat kualitas lawan yang telah ia hadapi sepanjang karier.
Untuk saat ini, seluruh fokus sang superstar Thailand tertuju pada rehabilitasi. Para penggemar dan sesama seniman bela diri tentu berharap Superlek bisa pulih sepenuhnya dan pada waktunya kembali menemukan performa terbaik yang membuatnya menjadi salah satu standar tertinggi dalam dunia striking.
Pantau terus onefc.com untuk kabar terbaru mengenai proses pemulihan dan kembalinya Superlek.