Berita

Stamp Fairtex Terfokus Pada Seni Bela Diri Campuran Setelah Kemenangan Pertama

20 Agu 2019

Penampilan Stamp Fairtex dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD memang terbukti sangat impresif.

Dalam laga bela diri campuran pertamanya diatas panggung bela diri dunia Jumat lalu, tanggal 16 Agustus, pahlawan asal Thailand ini mendominasi, lalu memaksa atlet yang sebelumnya tak terkalahkan, Asha “Knockout Queen” Roka, untuk menyerah.

Penampilan stand-up Juara Dunia ONE dalam dua cabang olahraga ini memang tidak diragukan lagi, tetapi ia mengejutkan banyak fans saat ia mengendalikan atlet asal India ini diatas kanvas, di depan para pendukungnya di Bangkok, Thailand.

“Awalnya, saya hanya ingin bermain diatas, tetapi saya ingin menampilkan pada para pelatih dan penggemar apa yang telah saya latih selama ini,” katanya.

“Saat saya meraihnya untuk melancarkan clinch, saya menyadari bahwa ground game-nya [permainan bawah] belum terlalu tinggi. Setelah itu, saya merasa lebih yakin untuk menyeretnya ke bawah.”

“Saya merasa kuat saat [bertukar] serangan atas dengannya, tetapi saya kira saya tidak akan mendapatkan KO. Ia sangat gigih.”

Atlet berusia 21 tahun dari Pattaya ini menyeret lawannya ke bawah, mengendalikan pertukaran dalam grappling, lalu hampir mencetak penyelesaian awal pada ronde pertama melalui kuncian armbar.

Stamp belum dapat sepenuhnya berhasil, dan walau ia sedikit kecewa, ia merasa senang untuk mendapatkan waktu lebih di dalam ONE Circle setelah debutnya yang hanya berlangsung selama 19 detik bulan Juli lalu di acara Rich Franklin’s ONE Warrior Series.

Ia berlanjut mengendalikan aksi diatas kakinya pada awal ronde kedua, tetapi Stamp lalu kembali menggunakan kemampuan clinch-nya untuk meraih takedown lainnya pada ronde penutup.

Samp Fairtex defeats Asha Roka via submission at ONE DREAMS OF GOLD

Saat itu, ia tidak memiliki kesulitan sedikitpun untuk menyelesaikan laga saat ia meraih punggung lawannya dan mengamankan sebuah kuncian rear-naked choke pada menit 1:29 ronde ketiga, yang disambut dengan sorakan meriah dari para pendukungnya di Bangkok.

Walaupun wajar jika Stamp mengharapkan penampilan yang lebih baik dalam laga bela diri campuran berikutnya, ia merasa senang dengan apa yang ditampilkannya di dalam Circle.

“Ini adalah sebuah debut yang luar biasa bagi saya. Saya senang dengan penampilan saya dan seluruh pengalaman yang saya dapatkan dalam laga ini,” katanya.

“Saya sangat bersemangat saat mendapatkan [kemenangan] submission – saya tidak mengira bahwa saya akan mendapatkan itu. Ini membuat saya bangga akan diri saya sendiri. Saya jelas mendapatkan lebih banyak pengalaman saat tidak meraih penyelesaian pada ronde pertama, dan mempelajari lebih lagi dengan mencoba kuncian yang lain.”

“Kedepannya, saya jelas harus berusaha mengembangkan permainan bawah saya. Stand-up saya sudah cukup kuat. Setelah pertandingan, saya bertanya pada pelatih saya apa yang harus saya kembangkan.”

Atlet kelahiran provinsi Rayong ini juga merasa senang atas caranya menyikapi ujian besar ini di atas panggung dunia.

Stamp Fairtex gets emotional after submitting Asha Roka in her second mixed martial arts bout

Terlepas dari kesuksesannya, Stamp mengakui bahwa ia sempat mengalami kesulitan untuk tetap tenang di bawah sorotan dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini, tetapi hal tersebut tidak terjadi kali ini.

Walaupun ia membiarkan emosinya nampak di permukaan saat ia menang, Stamp sangat tenang saat berjalan keluar dari ruangan atlet sampai wasit menghentikan pertandingan.

“Laga ini sangat berbeda. Biasanya saya sangat gugup, bahkan sempat sedikit pusing sebelum laga dimulai, tetapi kali ini, saya merasa lebih baik dan lebih tenang,” jelasnya.

“Saya rasa saya merasa lebih terbiasa untuk bertanding di ONE. Saat mulai berlaga, saya menjalani kamp pelatihan yang sangat baik. Pertandingan itu sendiri menampilkan banyak hal yang saya latih, maka hal tersebut membuat saya tenang.”

“Saya sangat senang dapat membuat tim saya bangga, dan memperlihatkan kepada semuanya seberapa banyak saya telah berkembang.”

Walaupun kemenangan Stamp atas seorang pencetak KO yang berbahaya sangatlah impresif dan menjadi awal perjalanannya menuju gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight, ia percaya bahwa masih banyak yang harus ia lakukan sebelum dapat menantang nama-nama terbaik dalam disiplin barunya ini.

Ia memiliki determinasi untuk terfokus dalam mengembangkan kemampuannya secara menyeluruh untuk laga mendatang, serta terus berkembang untuk naik peringkat dalam divisinya.

Tetapi, ia tidak akan melupakan saat dimana ia harus mempertahankan gelarnya dalam disiplin Muay Thai atau kickboxing jika ia diminta.

“Saya rasa mungkin [saya membutuhkan] lima atau enam laga lagi dalam bela diri campuran sebelum saya siap merebut gelar Juara Dunia. Saya harus mengerjakan banyak hal, dan tidak ingin terburu-buru,” katanya.

“Saya tidak begitu memikirkan lawan-lawan yang ingin saya hadapi, tetapi saya akan dengan senang hati melawan siapapun. Anda belajar dan memperoleh pengalaman dari tiap lawan yang anda hadapi.”

“Untuk kedepannya, saya akan siap untuk kesempatan apapun yang ONE Championship berikan bagi saya. Tetapi, untuk saat ini, saya ingin terfokus pada seni bela diri campuran untuk mendapatkan pengalaman.”