Berita

Sitthichai Incar Kondisi Terbaik Dan ‘Dagu Lemah’ Ozcan

Setelah awalan yang sulit dalam kariernya di ONE Championship, penantang peringkat keempat divisi featherweight kickboxing Sitthichai “Killer Kid” Sitsongpeenong siap untuk menunjukkan mengapa dirinya dianggap sebagai salah satu petarung pound-for-pound terbaik dalam disiplinnya itu.

Pada hari Jumat, 30 Juli, superstar Thailand ini akan menghadapi pendatang baru yang menempati peringkat kelima, Tayfun “Turbine” Ozcan, di ONE: BATTLEGROUND, ajang tertutup yang akan disiarkan langsung dari Singapore Indoor Stadium.

“Penampilan kembali ini menjadi kesempatan besar untuk membuktikan diri saya,” kata warga Bangkok berusia 29 tahun ini.

“Saya ingin tampil dengan baik dan menang kali ini. Saya ingin membuktikan pada para penggemar saya bahwa saya masih Sitthichai yang sama – Sitthichai yang dikenal sebagai petarung terbaik di dunia. Dan dalam laga ini, saya akan membuktikan bahwa saya benar-benar petarung terbaik di dunia.”

Sitthichai kicks Superbon

Tahun lalu, “Killer Kid” memasuki organisasi bela diri terbesar di dunia ini sebagai Juara Dunia Muay Thai dan Kickboxing delapan kali, yang membawa 123 kemenangan di bawah sabuknya.

Banyak yang mengharapkan dirinya dapat menerjang divisi featherweight kickboxing, tetapi dalam debut promosionalnya, Sitthichai harus mengakui keunggulan rival lamanya – penantang peringkat kedua Superbon – dalam laga trilogi mereka di ONE: NO SURRENDER.

Sitthichai memang tampil mengesankan dalam laga tiga ronde itu, namun tendangan, serangan balik dan kemampuan untuk menyarangkan serangan bersih kompatriotnya mampu mengungguli pria ini dan memberi rivalnya itu kemenangan mutlak.

Saat ia melihat kembali kekalahan berat itu, “Killer Kid” menyadari bahwa dirinya tak berada pada kondisi terbaiknya.

“Saat saya kalah dari Superbon dalam penampilan debut saya tahun lalu, saya kira itu karena saya lebih lambat dan Superbon lebih besar,” katanya.

“Namun saya yakin bahwa dalam penampilan kali ini, saya telah mempersiapkan diri dengan baik, maka saya akan dapat tampil lebih baik dari sebelumnya.”

Sitthichai fights Tayfun Ozcan at ONE: BATTLEGROUND on 30 July

Tetapi, lawan berikutnya bagi Sitthichai ini mungkin sama beratnya.

Ozcan, yang berusia 29 tahun, membawa reputasi besar ke dalam kontes ini. Ia memiliki catatan rekor profesional impresif di 83-8-3 dan adalah Juara dua divisi Enfusion Kickboxing. Terlebih lagi, ia saat ini membawa 13 kemenangan beruntun.

Pria berjuluk “Turbine” ini sangat dikenal atas gaya bertarung yang sangat menekan, kombinasi tinju yang sangat rapat, serta kegemarannya mengakhiri kombinasi pukulan dengan tendangan rendah keras.

Namun, sementara pria asal Thailand ini menghormati lawannya yang adalah keturunan Turki-Belanda itu, ia pun melihat beberapa celah yang dapat dieksploitasi di “Kota Singa.”



“Tayfun dan saya belum pernah bertemu sebelumnya, tetapi jika anda mengizinkan saya menganalisanya dari rekaman video pertandingannya, saya melihat dirinya sebagai pemukul keras nan kuat yang dapat menyengat anda di setiap waktu. Dan, tendangan roundhouse miliknya cukup berbahaya,” kata Sitthichai.

“Tetapi saya masih dapat melihat kelemahannya. Serangannya mungkin cepat, tetapi tidak kuat, dan ia juga memiliki dagu yang lemah.”

“Terlebih lagi, saya adalah atlet southpaw. Ini dapat menjadi keunggulan saya atas dirinya karena ia belum pernah melawan petarung southpaw sebelumnya. Ia mungkin tak akan dapat mengatasi atlet southpaw.”

“Terkait game plan saya untuk mengatasi kemampuan tinju Tayfun, saya tak akan melawannya secara langsung, tetapi saya akan menunggu dirinya untuk melanjutkan serangan dan mengambil kesempatan untuk menyerang lebih cepat dari dirinya.”

Untuk memastikan bahwa dirinya tetap tajam, “Killer Kid” telah berlatih keras di sasananya, Sitsongpeenong Muay Thai Camp, yang terletak di Bangkok, Thailand.

Selain memastikan dirinya berada pada kondisi terbaik, Sitthichai telah berkonsentrasi untuk membangun kekuatannya, mengasah kecepatannya dan menjadi lebih familiar dengan Circle, yang akan dimasukinya untuk pertama kali di ONE: BATTLEGROUND.

“Kondisi fisik saya saat ini 100 persen baik,” tegasnya.

“Dalam latihan, saya terfokus untuk merehabilitasi tingkatan agilitas saya dan membangun pukulan saya untuk mengenai lawan lebih cepat dan lebih keras dari sebelumnya.”

“Selain itu, ini juga pertama kalinya saya bertarung di arena [MMA], tetapi itu tak menjadi permasalahan bagi saya karena saya telah berlatih untuk bertarung di arena. Saya merasa itu menjadi tantangan tersendiri dan lebih menarik.”

Walau Sitthichai yakin bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengalahkan Ozcan pada 30 Juli nanti, ia juga merasakan tekanan untuk dapat terus tampil di tingkatan elite.

Pria Thailand ini memiliki reputasi luar biasa untuk dipertahankan, dan ia berniat membuktikannya tiap kali ia berkompetisi di dalam Circle ke depannya.

“Terkait tujuan saya selanjutnya di ONE Championship, saya akan terus mempertahankan penampilan saya dan memberi yang terbaik dalam tiap laga, tak peduli jika saya menang atau kalah,” tegas Sitthichai. “Saya akan memberikan yang terbaik.”

Baca juga: Pengorbanan Sang Ibu Yang Bakar Semangat Kickboxer Tayfun Ozcan

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.