Rodtang, Lee, Musumeci, Ruotolo Jadi Sorotan Dalam Kartu Pendukung Bertabur Bintang ONE 167

Mikey Musumeci Gabriel Sousa ONE 167 11

Penggemar disuguhi penampilan memukau seni bela diri elite dalam ONE 167: Tawanchai vs. Nattawut II.

Ajang yang berlangsung pada 8 Juni dan bertepatan dengan jam tayang utama Amerika ini menampilkan segalanya mulai dari bintang baru hingga Juara Dunia dan debutan top.

Jelang laga Gelar Dunia di partai utama, kami merangkum sembilan laga pertama di Impact Arena, Bangkok, Thailand.

Rodtang Memesona Dalam Kemenangan Penuh Aksi Atas Puric

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon menggetarkan para penonton tuan rumah lewat sebuah aksi menghibur demi meraih kemenangan putusan mutlak atas Denis “The Bosnian Menace” Puric dalam kontes catchweight kickboxing 141,25-pound.

“The Iron Man” tampil berbeda dari biasanya yang langsung tancap gas sejak awal laga dengan memanfaatkan kecepatan dan kelincahan kaki, berbeda dari biasanya yang kerap menekan maju hingga membuatnya dicintai banyak penggemar.

Meski demikian, gaya itu tidak membuat laga kurang menarik. Saat Puric menantang Rodtang untuk jual beli serangan pada akhir ronde pembuka, sang megabintang Thailand merespons dengan kombinasi membara.

Sang underdog 39 tahun punya momen tersendiri pada ronde kedua dengan memaksa Rodtang bertarung dari jarak dekat. Aksi ini menciptakan pertukaran serangan liar. Rodtang mengincar tubuh, sementara Puric membalas dengan beberapa hook tajam.

Aksi yang sama berlanjut hingga ronde ketiga saat “The Iron Man” terus terlibat dalam serangan jarak dekat. Meski sang atlet Kanada-Bosnia mampu mendaratkan kombinasi solid, keaktifan dan daya tahan Rodtang terlalu sulit untuk diimbangi.

Setelah beraksi selama sembilan menit, bintang 26 tahun tersebut meraih kemenangan putusan secara susah payah dan mempertajam rekor luar biasanya menjadi 272-43.

Musumeci Paksa Sousa Menyerah Untuk Raih Penebusan

Dalam laga bantamweight submission grappling yang sangat dinanti, Juara Dunia ONE Flyweight Submission Grappling Mikey “Darth Rigatoni” Musumeci naik berat dan berhasil menyelesaikan tugas dengan cepat saat menghadapi seorang pendatang baru, Gabriel Sousa – pria terakhir yang mengalahkannya dalam kompetisi resmi.

Sousa mencetak takedown pada detik-detik awal, dan justru malah berada pada guard dari sang rival asal Amerika.

Dari situ, Musumeci mengontrol aksi, bertransisi dari sebuah upaya inverted armbar ke kuncian kaki dalam yang segera membawanya pada posisi ideal untuk mengeksekusi kuncian calf slicer brutal.

Sang atlet Brasil bertahan selama hampir semenit, tapi pada akhirnya, “Darth Rigatoni” mampu mengeksekusi kuncian penghancur lutut untuk memaksa lawan menyerah pada menit 3:07.

Dengan kemenangan dan penghentian luar biasa, Musumeci menambah rekornya menjadi 64-5 dan meraih bonus senilai US$50,000 (Rp800 juta).

Ruotolo Mengejutkan Lewat Kemenangan Debut MMA Atas Cooper

Kade Ruotolo telah lama mendominasi dunia grappling, dan kini, ia nampaknya siap untuk menandai kiprahnya dalam MMA.

Sang Juara Dunia ONE Lightweight Submission Grappling melakoni debut dalam olahraga campuran ini melawan sesama atlet Amerika, Blake Cooper, dan ia hanya memerlukan kurang dari semenit untuk membereskan tugasnya.

Atlet asal Atos ini menunjukkan dasar striking yang solid sebelum menjatuhkan Cooper, mengamankan body triangle, dan mengeksekusi teknik rear-naked choke untuk menghabisi sang atlet Hawaii pada menit 3:20 ronde pertama.

Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi Ruotolo dalam MMA, dan hasil itu membawanya pada bonus US$50.000 keempat di ONE Championship.

Sitthichai Hujani Debut Noiri Dengan Kemahiran Kickboxing

“Killer Kid” Sitthichai Sitsongpeenong menampilkan sebuah performa klasik yang merusak debut ONE Masaaki Noiri hingga meraih kemenangan putusan mutlak dalam laga kickboxing tiga ronde mereka.

Semua mata tertuju pada Noiri, tetapi sang penghuni peringkat #3 featherweight kickboxing berhasil mengalihkan semua perhatian dan membuktikan bahwa ia belum habis lewat kombinasi pukulan cepat dan uppercut tajam.

Sang legenda Thailand mengombinasikan serangan lutut dan tendangan ke arah tubuh untuk melengkapi kemampuan bertinjunya pada ronde kedua. Di sudut lain, sang debutan dari Jepang mengandalkan pukulan kanannya yang beberapa kali sukses mendarat.

Noiri, atlet 31 tahun dengan segudang prestasi, terus mengincar KO pada ronde ketiga. Namun, Sitthichai terus mendaratkan kombinasi tajam sembari memanfaatkan Circle untuk keunggulannya untuk membuat sang Juara Dunia K-1 frustrasi.

Saat bel akhir berbunyi, tak pelak lagi bahwa Sitthichai mendapat sanggukan dari semua juri untuk menambah rekor keseluruhannya menjadi 129-35.

Zamboanga Serang Grandjean Secara Brutal Selama Tiga Ronde

Dalam aksi atomweight MMA, kontender peringkat #2 Denice “The Menace” Zamboanga menerapkan serangan tinju ganas untuk mendominasi lawan pengganti dadakan tangguh Noelle “Lil’ Monkey” Grandjean.

Awalnya dijadwalkan menghadapi ratu divisi Stamp Fairtex pada laga utama, keputusan Zamboanga untuk tetap aktif berbuah manis. Ia terlihat ada dalam performa top menghadapi sang atlet dari Thailand-Perancis.

Kombinasi pukulan tanpa henti dari “The Menace” merupakan cerita utama dalam laga, dan meski rahang Grandjean sekuat granit dan mampu menunjukkan stamina tinggi, Zamboanga berhasil meraih kemenangan putusan mutlak dalam laga yang berjalan dalam tempo tinggi tersebut.

Sang atlet Filipina berhasil mempertajam rekornya menjadi 11-2, melanjutkan kemenangan beruntunnya jadi tiga, dan kemungkinan besar tetap menjaga peluang Gelar Dunia miliknya.

Lee Buktikan ‘Hype’ Lewat Kuncian Atas Mammarella

Adrian “The Phenom” Lee mengawali kariernya dalam kancah MMA profesional dengan sebuah kemenangan kuncian rear-naked choke ronde kedua atas petarung Italia Antonio Mammarella dalam laga divisi lightweight mereka.

Saat bel pertama berbunyi, petarung berusia 18 tahun itu langsung menuju pada lawannya dengan serangan keras dan cepat sebelum menjatuhkannya ke kanvas. Dari situ, ia hampir mengeksekusi kimura inovatif pada detik terakhir.

Namun, anak bungsu dari keluarga petarung Lee yang terkenal ini mendapatkan momentumnya pada ronde kedua saat ia mampu kembali membawa Mammarella ke kanvas.

Tak lama kemudian, atlet asal Prodigy Training Center ini meraih punggung Mammarella dan menerapkan kunciannya untuk memaksa lawan menyerah pada menit 1:56 dan meraih bonus penampilan senilai US$50.000.

Duy Nhat Paksa Ghazali Kembali Menginjak Bumi

Atlet veteran Vietnam “No.1” Nguyen Tran Duy Nhat mampu menerjang badai serangan dari remaja 17 tahun Johan “Jojo” Ghazali sebelum mengandalkan serangan balik untuk meraih kemenangan lewat putusan mutlak dalam laga flyweight Muay Thai tiga ronde mereka.

Seperti yang diprediksi, atlet Malaysia-America ini memulai dengan agresif lewat tendangan dan pukulan keras sementara Duy Nhat lebih banyak sabar menunggu peluang.

“No.1” mulai menemukan ritmenya pada ronde kedua dengan menerapkan tendangan rendah untuk menahan lajut Ghazali. Tiap kali sang petarung remaja datang, pria 35 tahun ini menjawab dengan tendangan ke kaki maupun sikut pendek.

Seiring laga berjalan, jelas bahwa Duy Nhat sudah membaca sang rival muda. Ia mampu membuat Ghazali frustrasi pada ronde ketiga dan menghukumnya dengan tendangan ke kaki dan serangan balik ketika sang lawan coba mengajak jual beli serangan.

Ketiga juri lalu memberi kemenangan pada “No.1” sehingga mempertajam rekornya menjadi 15-4. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Gazali dalam enam penampilannya di ONE Championship.

Souza Buat Hirata Tertidur Kurang Dari Dua Menit

Victoria “Vick” Souza meraih kemenangan terbesar dalam kariernya dalam laga atomweight MMA melawan petarung populer Jepang “Android 18” Itsuki Hirata.

Sang bintang Brasil membuka laga secara agresif dan menghujani lawannya dengan pukulan. Semenit laga berjalan, Hirata mencoba melakukan takedown ceroboh yang membuat “Vick” berada pada posisi ideal untuk mengeksekusi guillotine choke sempurna.

Hanya dalam beberapa detik, Souza membuat “Android 18” tak sadarkan diri dan mengakhiri laga pada menit 1:31 ronde pertama.

Dengan kemenangan kuncian impresif ini, sang atlet 26 tahun menambah rekornya menjadi 8-2 dengan enam finis.

Estupinan Hentikan Sayik Dalam Debut Impresif Di Jam Amerika

Atlet muda tak terkalahkan Johan “Panda Kick” Estupinan menampilkan aksi impresif dalam laga debut di jam utama Amerika dengan mencetak dua knockdown sehingga meraih kemenangan putusan mutlak atas Zafer Sayik dalam laga bantamweight Muay Thai pembuka.

Menekan Sayik dengan tendangan pada awal laga, atlet Kolombia berusia 21 tahun ini mampu mendaratkan pukulan kanan keras yang membuat sang petarung Turki tersungkur. Beberapa detik kemudian, ia membalas serangan terbang Sayik dengan hook kanan untuk membuatnya kembali terjatuh.

Sayik menampilkan kelincahan kepala pada ronde kedua, tetapi Estupinan tetap agresif dengan rangkaian kombinasi hebat untuk memaksa atlet Team Mehdi Zatout itu mundur.

Ronde ketiga tak kunjung berjalan seperti yang Sayik harapkan. “Panda Kick” mulai menyerang ke arah tubuh untuk melengkapi performa elitenya dan mempertajam rekornya menjadi 24-0.

Selengkapnya di Berita

Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE on Prime Video 5 1920X1280 56
JarredBrooks GustavoBalart 1200X800
Danielle Kelly Jessa Khan ONE Fight Night 14 2 scaled
Nakrob Fairtex Muangthai PK Saenchai ONE Friday Fights 15 1
Tagir Khalilov Yodlekpet Or Atchariya ONE Friday Fights 41 47 scaled
Tye Ruotolo Izaak Michell ONE Fight Night 21 64
Nakrob Fairtex Muangthai PK Saenchai ONE Friday Fights 10
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 9 scaled
Johan Ghazali Nguyen Tran Duy Nhat ONE 167 65
Kade Ruotolo Blake Cooper ONE 167 69
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 59
Mikey Musumeci Gabriel Sousa ONE 167 14