Berita

Semangat Besar Xiong Jing Nan Bagi Laga Ulang Melawan Angela Lee

“The Panda” Xiong Jing Nan merasa tenang menjelang laga ulangnya melawan “Unstoppable” Angela Lee dalam gelaran ONE: CENTURY PART I, tetapi bukan berarti semangatnya padam.

Pada tanggal 13 Oktober, Juara Dunia ONE Strawweight ini turun satu divisi demi gelar Juara Dunia ONE Atomweight milik Angela dan membalas usaha lawannya yang sebelumnya gagal merebut gelarnya.

Ini adalah sebuah tantangan yang sudah terbersit dalam pikiran atlet Tiongkok ini jauh sebelum laga perdana mereka di bulan Maret lalu. Saat Jing Nan diberikan kesempatan untuk kembali ke Tokyo, Jepang dan melakukannya, ia tidak berpikir dua kali.

“Mungkin [Angela] mengambil [inisiatif] sebelum saya dan menantang saya di divisi saya, tetapi sekarang saya memiliki kesempatan dan saya menyetujui tantangan ini,” katanya.

“Promosi ini memberikan kesempatan untuk menyetujui laga ini, maka dari itu, baiklah, tantangan diterima.”

Walau Jing Nan memenangkan laga awalnya, ia hampir saja mengalami kekalahan besar sebelum ia mencetak sebuah kebangkitan kembali yang luar biasa untuk mencetak KO pada ronde kelima.

Ia juga mempercayai bahwa “Unstoppable” akan selalu berevolusi sebagai seorang atlet, dan karena itulah ia ingin menantang dirinya sendiri dengan menghadapi rivalnya ini kembali.

Perwakilan Evolve dan United MMA itu mungkin melanjutkan kekalahannya di ONE: A NEW ERA dengan kembali mengakui kekuatan Michelle Nicolini pada bulan Juli, tetapi kedua laga tersebut berada dalam divisi strawweight, dan “The Panda” masih melihat banyak kesempatan bagi Angela untuk bertahan saat ia kembali ke divisi yang dikuasainya sejak tahun 2016.

“Yang membuat saya senang adalah Angela dapat berkembang sebagai seorang atlet dari dua kekalahan tersebut, karena ia masih sangat muda,” tegas Jing Nan.

“Ia memiliki banyak ruang untuk berkembang, dan kita semua dapat melihat bahwa dirinya adalah atlet yang sangat, sangat baik. Yang terutama, saya menyukai permainan bawahnya. Saya sangat menyukainya.”



Adalah kemampuan Brazilian Jiu-Jitsu milik Angela yang menyulitkan perwakilan Bali MMA ini saat mereka pertama kali bertemu.

Ia juga mempercayai bahwa rivalnya tampil sangat baik dalam waktu yang sangat lama karena dirinya adalah penantang yang tidak akan kehilangan apapun, maka tekanannya berada di diri Jing Nan.

“Saat ia menantang saya, kami berada di posisi yang berbeda karena sabuk itu milik saya,” kata Jing Nan.

“Ia berada dalam kondisi yang lebih baik dari saya. Ia lebih tenang, karena ia penantangnya, tetapi pada laga terakhir itu saya terlalu memikirkan penampilan saya dan tidak terfokus pada teknik saya.”

Walau beban berat ada di pundaknya, wanita asal Shandong ini mampu berjaya. Saat ini, ia menyadari bahwa beban yang sama di pundak lawannya juga akan mempengaruhi bagaimana laga ini akan berjalan.

“Saya kira ia akan memberikan kemampuan terbaiknya melawan saya,” tambahnya. “Lagipula, itu adalah divisinya. Saya akan masuk untuk merebut sabuknya, maka mentalitas kami akan berbeda.”

“Ia lebih peduli tentang sabuknya dan tidak akan membiarkan siapapun merebutnya, saat ketika ia menantang saya. Saya kira kami berdua dapat mengerti mentalitas satu sama lain.”

“Sama seperti saat dirinya menantang saya dalam divisi saya, sekarang saya menantangnya. Ini adalah laga perebutan gelar Juara Dunia, maka ia akan lebih tertekan, dan mungkin saya lebih tenangJika saya menang, saya adalah Juara Dunia dari divisi yang berbeda, maka pikiran saya [kali ini] lebih tenang.”

Jing Nan mungkin akan masuk ke dalam Circle dengan kepala yang lebih dingin dibandingkan enam bulan lalu, tetapi ini tidak berarti dirinya belum bersiap untuk laga ini secara matang.

Atlet berusia 31 tahun ini berkutat dalam kamp pelatihan selama berbulan-bulan, untuk memastikan dirinya dapat kembali mengangkat tangannya pada akhir laga dan membuat sejarah bagi negara asalnya.

“Semangat saya bahkan lebih kuat saat ini,” katanya.

“Saya ingin merebut sabuk ini, karena jika saya menang dan mengambil sabuk tersebut, saya akan menjadi atlet Tiongkok pertama dan satu-satunya Juara Dunia Tiongkok dalam dua divisi, serta menjadi Juara Dunia dua divisi wanita pertama dan satu-satunya dalam sejarah ONE.”

“Yang terpenting, saya ingin dunia melihat kecakapan atlet Tiongkok. Saya kira banyak orang telah melihat kekuatan Tiongkok. Mereka mengetahui bahwa kami, atlet Tiongkok, telah berkembang dan bekerja keras. Kami akan dapat menampilkan pada dunia betapa kuatnya orang Tiongkok.”

Baca lagi: Bagaimana Cara Menyaksikan ONE: CENTURY PART I – Xiong Vs. Lee II

Tokyo | CENTURY | Gelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.