Berita

Saygid Izagakhmaev Peringatkan Divisi Lightweight: ‘Bersiaplah’

Saygid Izagakhmaev adalah seniman bela diri campuran impresif dari Dagestan yang baru-baru ini bergabung bersama ONE, dan tujuannya adalah melanjutkan dominasi yang diawali rekan-rekan senegaranya.

Grappler berbakat ini mencetak debut di atas panggung dunia dalam laga divisi lightweight bela diri campuran melawan James Nakashima di ONE: HEAVY HITTERS, dari Singapore Indoor Stadium, Jumat, 14 Januari.

Izagakhmaev meyakini bahwa para atlet dari kawasan Kaukus di Rusia itu memiliki insting kuat dan pengetahuan mendalam tentang olahraga tarung. Ia ingin menunjukkan itu – dan menempatkan divisi lightweight waspada – saat ia menghadapi pesaingnya asal Amerika Serikat.

“Petarung Dagestan itu berbeda karena kami memiliki kebiasaan untuk bertarung, bergulat dan berkompetisi – jiwa kompetitif itu bersifat permanen bagi kami,” katanya.

“Saya telah menonton ke-10 petarung teratas dalam divisi ini. Saya kira yang terkuat adalah James Nakashima, dan saya akan mencoba mendekati laga ini dalam kondisi terbaik saya.”

Akar Izagakhmaev memang tak dapat disangkal. Pria berusia 27 tahun ini bertumbuh dewasa dengan berlatih bersama legenda MMA Khabib Nurmagomedov di bawah bimbingan mendiang ayah “The Eagle,” Abdulmanap Nurmagomedov.

Kedua petarung tersebut akhirnya menganggap mereka bersaudara, dan Khabib masih membimbing para bintang baru sampai hari ini. Izagakhmaev akan membawa ikon lightweight itu bersamanya dalam penampilan promosional perdananya, dan ia meyakini bahwa pengaruhnya akan nampak di dalam Circle.

“Gaya saya itu sama seperti kakak-kakak saya: Khabib, Islam Makhachev dan masih banyak lagi dari sasana saya. Itu adalah bergulat dan mengikat lawan,” katanya.

“Saya bertumbuh bersama Khabib. Kami menerima banyak instruksi dari dirinya sebagai seorang kakak. Kami selalu berhubungan. Ia mengendalikan rutinitas latihan kami, dan kami berencana terbang bersama ke Singapura, insyaallah.”

“Tentunya, saat anda memiliki petarung dan atlet fenomenal seperti Khabib di pojokan anda – yang [pensiun] tanpa kekalahan, yang mengetahui cara bertarung lebih baik dari semua orang – jika saya melakukan kesalahan, ia akan menolong saya dengan cepat dan memberi saya petunjuk kapan saatnya menekan, kapan beraksi, dan kapan saya harus mundur.”

Warga Makhachkala ini memuji Khabib dan tim Eagle MMA yang membantunya berkembang sebagai seorang petarung, namun ia memiliki determinasi untuk menunjukkan bahwa ia layak mendapatkan posisinya di atas panggung dunia dan aksinya yang akan mengamankan kemenangan terbaik malam itu.

“Saya memiliki 19 kemenangan dan bertarung sendiri dalam seluruh laga itu. Tak ada yang membantu saya dan menyerang lawan saya untuk saya, yang menunjukkan bahwa saya dapat berdiri di atas kedua kaki saya sendiri,” tegasnya.



Bahkan dengan serangkaian kemenangan dan catatan rekor keseluruhan 19-2, pria muda Rusia ini memiliki tugas pertama yang sulit di “The Home of Martial Arts.” Menghadapi Nakashima, ia melawan seorang mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Welterweight, yang juga pegulat luar biasa dengan berbagai senjata dalam dirinya.

Izagakhmaev menyadari bahwa warga Arizona ini akan menjadi tandingan yang baik bagi dirinya di ranah grappling, namun ia tak gentar menghadapi tugas di hadapannya dan meyakini bahwa arsenalnya akan cukup untuk mengatasi segala yang dilontarkan lawannya itu.

“Saya tahu bahwa ia adalah lawan yang sangat kuat. Saya juga tahu bahwa ia datang dari gulat gaya bebas ala Amerika. Saya melihat seluruh laganya. Saya tak berpikir ia dapat mengejutkan saya dengan apa pun,” katanya.

“Sejak lawan saya juga adalah pecinta gulat, saya kira saya akan harus menggunakan kemampuan striking saya juga. Saya dapat menggunakan siku, kaki dan teknik tinju saya jika diperlukan. Saya kira gaya saya itu 50-50, dan itu juga tergantung pada lawan saya.”

“Bahkan jika saya dapat menyeretnya ke bawah, saya tak akan terpaku pada itu. Saya akan mengalahkannya di stand-up. Saya tak melihat bahaya apa pun dari dirinya, dan tak mengira ia lebih baik dari saya di sisi mana pun.”

Terlepas dari keyakinannya, Izagakhmaev bukanlah seorang petarung yang ingin mencetak pernyataan tegas yang tak dapat dibuktikannya – sebuah karakteristik yang ia dedikasikan bagi tanah kelahirannya – maka ia tak akan menyebut langkahnya. Dengan itu, ia memastikan bahwa dirinya mengincar penyelesaian dari jarak dekat.

“Saya tak dapat mengatakan apa pun tentang cara [penyelesaian] spesifik terhadap James Nakashima, namun saya berencana menghentikannya baik di stand-up atau di ground. Kita akan lihat. Namun dari posisi saya, jika anda berkata sesuatu, anda akan harus membuktikan kata-kata anda dengan cara apa pun,” katanya. 

Jika Izagakhmaev dapat mengalahkan penantang elite seperti Nakashima di awal perjalanannya, ia akan membawa dirinya di antara para atlet lightweight elite.

Dan, dengan incaran sabuk emas ONE, debutan Rusia ini akan bersiap untuk mengejar posisi puncak.

“Tujuan saya di ONE Championship adalah untuk menjadi Juara Dunia. Jika saya tak memiliki tujuan ini, saya takkan bertarung. Saya ingin menjadi juara, dan insyaallah, dengan bantuan Allah, saya akan menjadi juara,” tegasnya.

“Saya ingin berkata pada lawan-lawan saya di masa depan: bersiaplah. Bersiaplah untuk gulat, untuk stand-up, tak ada perbedaannya. Setelah saya melewati James Nakashima, saya akan mendekati lebih banyak petarung teratas lainnya, seperti Ok Rae Yoon dan Eddie Alvarez.”

Baca juga: 5 Fakta Unik Tentang Bintang MMA Rusia Saygid Izagakhmaev

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.