Berita

Mampu ‘Tebak’ Strategi Lawan, Roman Kryklia Akan Dominasi Aygun

Perebutan gelar Juara Dunia ONE Light Heavyweight Kickboxing antara sang penguasa Roman Kryklia dan sang penantang Murat “The Butcher” Aygun awalnya dijadwalkan di bulan Oktober, namun Kryklia meyakini penundaan ini akan menjadi berita buruk bagi lawannya itu.

Keduanya kini akan berlaga demi gelar Juara Dunia di ajang ONE: HEAVY HITTERS pada Jumat, 14 Januari, dari Singapore Indoor Stadium, dan striker Ukraina itu menggunakan beberapa bulan ini untuk mempelajari lawannya.

“Ini bukanlah pertama kalinya kami bersiap untuk laga ini. Terdapat beberapa kesulitan, namun kini saya merasa 100 persen siap dan berada dalam kondisi sempurna untuk laga mendatang,” tegas Kryklia.

“Bersama pelatih saya, kami mempelajari lawan dan bersiap dalam waktu yang cukup lama, dan kini saya memiliki kesempatan untuk menunjukkan hasil kerja saya ini.”

Dengan sepasang penampilan yang hampir sempurna di ONE Super Series dan sabuk emas Kejuaraan Dunia di pinggangnya, Kryklia mencetak kesan luar biasa pada para penggemar global.

Walau ia pun sempat mengalami goncangan besar jelang pertahanan gelar Juara Dunia ini, pria berusia 30 tahun itu tak merasakan tekanan tambahan jelang laga pendukung utamanya melawan Aygun.

Kickboxing superstar Roman Kryklia fights Andrei Stoica at ONE: COLLISION COURSE

“Ini menjadi tanggung jawab yang luar biasa untuk menjadi juara. Tiap laga disaksikan oleh banyak orang, terdapat berbagai ekspektasi besar. Menjadi sebuah tantangan saya dalam hidup untuk mempertahankan gelar saya setiap kalinya. Namun, saya menyukai itu. Saya menyukai tantangan dan akan menikmatinya,” ia berkata.

“Saya bersiap untuk tiap laga saya dengan tanggung jawab terbesar, secara strategi dan fisik. Lalu, saat saya masuk ke dalam Circle, saya hanya memiliki satu tujuan – untuk menang dan menunjukkan diri saya. Selama laga, saya tak memikirkan untuk mempertahankan gelar itu.”

Setelah laga mereka tertunda, Kryklia awalnya dijadwalkan untuk naik ke heavyweight untuk memasuki perebutan gelar ONE Super Series kedua melawan Iraj Azizpour

Namun, pria Ukraina ini terpaksa mundur dari laga itu dan kini kembali di light heavyweight – dimana ia merasa paling berbahaya, terutama dengan keunggulan tinggi badan 7 sentimeter dan jangkauan 24 sentimeter atas lawannya. 

“Saya merasa sangat nyaman [di light heavyweight]. Saya selalu merasa bahwa keunggulan saya ada pada kecepatan, parameter [fisik], dan penentuan jarak,” kata Kryklia.

“Untuk light heavyweight, saya sangat tinggi dan mencoba menggunakan keunggulan tinggi badan saya. Saat ini, mereka yang lebih pendek agak sulit untuk mengendalikan situasi dalam laga dan menyerang dalam jarak serang mereka. Inilah salah satu keunggulan utama saya dalam divisi ini.”



Kryklia juga merasa bahwa keunggulan ini juga akan lebih menonjol dengan gaya lawannya. “The Butcher” gemar menerjang maju dengan kombinasi keras, namun itu dapat memberinya permasalahan saat melawan Juara Dunia yang cerdik ini.

“Murat Aygun adalah petarung agresif yang menyerang dalam kombinasi tangan dan kakinya, sebuah gaya klasik dari ‘Dutch Kickboxing’,” kata Kryklia. 

“Saya telah mempelajarinya, namun dengan itu, saya kira saya takkan menghadapi kesulitan apa pun. Saya gemar menghadapi pria dengan sikap agresif yang tetap menekan maju. Itu bagus bagi saya, saya siap untuk itu.” 

“[Aksinya] cukup tertebak. Inilah apa yang dapat anda harapkan dari dirinya – bergerak maju dan menyerang dari dalam jarak serangnya. Semua ini tertebak bagi saya. Saya siap untuk aksi ini.”

Tetap saja, sang juara tak berharap ia dapat menggilas penantang keturunan Belanda-Turki ini, yang memiliki catatan rekor 17-1 dalam striking karena kekuatan luar biasa dan rahangnya yang seperti granit.

Kickboxing superstar Roman Kryklia fights Andrei Stoica at ONE: COLLISION COURSE

Sebaliknya, sang penguasa divisi ini ingin melakukan apa yang dapat dilakukannya dengan sangat baik – mengatasi “The Butcher” dengan kemampuan dan atributnya, serta menunjukkan bahwa keunggulan teknis bisa mengalahkan kekuatan kasar.

“Dalam laga mendatang, saya ingin menunjukkan kendali penuh atas situasi tersebut,” tambah Kryklia.

“Saya tak memiliki rencana spesifik dalam pikiran saya untuk mengakhiri laga dengan aksi tertentu. Yang terutama adalah untuk merasakan lawan dan mengendalikan seluruh laga.”

“Tentu saja, serangan lutut adalah salah satu teknik favorit saya. Kita akan melihat jika Aygun dapat melindungi diri dari serangan itu.”

Baca juga: 5 Alasan Roman Kryklia Menjadi Salah Satu Atlet Paling Ditakuti

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.