Bela Diri Campuran

Reinier De Ridder Ramalkan Kemenangan Submission Atas Leandro Ataides

Setelah penyelesaian spektakuler dalam dua laga awalnya bersama ONE Championship, Reinier “The Dutch Knight” De Ridder yakin ia akan melanjutkan kemenangan tersebut dalam ajang ONE: WARRIOR’S CODE – walau ia akan menghadapi tantangan paling berbahaya dalam kariernya.

Pada hari Jumat, 7 Februari, pria asal Breda, Belanda ini akan menghadapi Leandro “Wolf” Ataides dalam sebuah pertandingan divisi middleweight dengan pertaruhan besar – dalam laga pendukung utama di Jakarta, Indonesia.

Pertemuan ini akan menarik perhatian karena kemenangan impresif dari salah satu atlet ini dapat membawa mereka menjadi penantang teratas demi sebuah perebutan gelar Juara Dunia di tahun ini.

Reinier De Ridder goes for the finish against GIlberto Galvao

Reinier berpikir bahwa ia telah melakukan sebisa mungkin demi sebuah laga melawan Aung La “The Burmese Python” N Sang, setelah kemenangan KO pada ronde kedua atas Gilberto “Giba” Galvao di ajang ONE: LEGENDARY QUEST. Namun, penguasa divisi ini belum sepenuhnya pulih setelah ia menjalani laga dalam divisi light heavyweight dan mempertahankan sabuknya melawan Brandon “The Truth” Vera.

“The Dutch Knight” tidak ingin terlalu lama menunggu kesempatan tersebut, dan memutuskan bahwa ia akan segera kembali ke dalam Circle.

“Saya tidak ingin menunggu. Saya berada dalam puncak karier saya, saya dapat mengalahkan siapapun, maka saya hanya ingin tetap aktif,” jelasnya.

“Saya ingin berlaga tiga sampai empat kali dalam satu tahun. Saya tidak keberatan menghadapi siapapun yang mereka tempatkan, maka saat mereka memberikan atlet Brasil ini, saya hanya mengatakan, ‘Ya, baiklah.’”



Sebuah kemenangan impresif lainnya – terutama atas lawan kuat seperti Leandro – dapat menaruh atlet asal Belanda ini jauh di atas rekan satu divisinya, namun ia tidak membutuhkan insentif perebutan gelar Juara Dunia untuk memotivasinya.

Reinier terbakar oleh semangatnya dalam dunia bela diri campuran, dan itulah mengapa ia akan siap menghadapi tantangan besar ini di dalam Istora Senayan pada bulan Februari, bahkan setelah ia beristirahat selama enam bulan di luar Circle.

“Saya hanya mencintai hal ini. Saya suka berada di dalam sasana, saya suka melakukan sparring, saya suka rekan-rekan saya – saya akan melakukan ini bahkan jika tidak ada laga selama hidup saya,” sebutnya.

“Saya selalu berada di atas kanvas. Saya menyukai persaudaraan dan persahabatan ini. Saya menyukai tekniknya. Saya berlatih sama kerasnya seakan saya akan berlaga tiap kali. Saya tetap setajam itu.”

Holland's Renier De Ridder locks a D'Arce choke on Fan Rong

Lawan berikutnya adalah seorang atlet veteran dalam divisi middleweight. Leandro adalah mantan penantang gelar Juara Dunia yang telah mencetak empat KO dari lima kemenangannya bersama ONE – termasuk sebuah penyelesaian besar melawan mantan  Juara Dunia ONE Middleweight Vitaly Bigdash.

Atlet Brasil tersebut juga memiliki tiga kemenangan beruntun atas beberapa lawan unggulan, dan “The Dutch Knight” menunjukkan bahwa ia harus waspada akan serangan kuat dari pria asal Nova União itu. Tetap saja, ia yakin akan memiliki keunggulan saat mereka berlaga di Jakarta.

“Bagi saya, ia sangat mirip dengan pria asal Brasil yang saya hadapi terakhir kali – hampir sama,” kata Reinier.

“Mereka sangat liar dan berbahaya di atas kaki mereka, dan kemampuan gulat dan jiu-jitsu mereka cukup baik, tetapi mereka berada dalam tingkatan saya. Mereka sangat liar dan eksplosif di atas kaki mereka, itulah dimana mereka sangat berbahaya. Gulatnya tidak terlalu hebat, kemampuan jiu-jitsu-nya sangat mendasar dan ceroboh, maka bahaya yang ada adalah di atas kakinya.”

“Saya telah berlatih kickboxing lebih jauh lagi dan telah mempertajam segala sesuatunya. Gegard [Mousasi] telah sangat membantu dengan itu, maka saya akan sedikit menyerang dengan striking, lalu menyeretnya ke bawah, melakukan apa yang harus saya lakukan dan menyelesaikannya.”

Reinier De Ridder uses his striking against Gilberto Galvao

Reinier sangat yakin dan bersemangat untuk kembali beraksi, dan atlet berusia 29 tahun itu tidak takut mengatakan prediksinya bagi para penggemar di seluruh dunia.

Ia berharap meraih catatan rekor 3-0 bersama “The Home Of Martial Arts” pada tanggal 7 Februari dan menjaga tingkat penyelesaian sempurnanya.

“Saya akan mengakhirinya pada ronde kedua, sama seperti pria sebelumnya,” kata “The Dutch Knight.”

“Pria ini sangatlah eksplosif, maka saya akan memberi tekanan pada ronde pertama – saya akan membuatnya lelah. Ia akan kehabisan tenaga dan pada ronde kedua saya akan mencetak submission.”

Baca Juga: Jamal Yusupov Berharap Kalahkan Legenda Lain Di Jakarta