Bela Diri Campuran

Pieter Buist Yakin Mampu Taklukkan Eduard Folayang Lewat KO Atau Submission

Satu minggu lalu, Pieter “The Archangel” Buist tidak menjalani laga apapun, tetapi ia akan menghadapi salah satu atlet dan seniman bela diri terbaik Asia pada hari Jumat, 31 Januari di ajang ONE: FIRE AND FURY.

Atlet asal Belanda ini – yang mencetak rekor sempurna 2-0 bersama ONE Championship sejauh ini – akan menghadapi mantan Juara Dunia ONE Lightweight Eduard “The Landslide” Folayang dalam laga pendukung utama gelaran perdana “The Home Of Martial Arts” di Manila, Filipina, untuk tahun ini.

Walau hampir tak memiliki waktu persiapan dan menghadapi Eduard di hadapan pendukungnya, Pieter yakin dirinya mampu memanfaatkan kesempatan ini dan membuat Mall Of Asia Arena terdiam dengan sebuah kemenangan KO.

Pieter Buist defeats Antonio Caruso at ONE DAWN OF VALOR

Dalam wawancara eksklusif ini, “The Archangel” berbicara tentang reaksinya saat mendapatkan kesempatan melawan legenda itu, dan mengapa ia dapat mengejutkan dunia saat berhadapan dengan Eduard Folayang.

ONE Championship: Dapatkah anda mengatakan bagaimana dan kapan kesempatan ini muncul?

Pieter Buist: Saya mendapatkan telepon pada hari Rabu dan mereka bertanya apakah saya ingin maju. Saya mengatakan pada manajer saya, ‘Biarlah saya berlatih malam ini, dan saat saya merasa yakin, saya akan maju.’

Biasanya saya memberi diri saya masa istirahat lebih banyak di antara sesi latihan karena dalam laga terakhir, saya sedikit terlalu banyak berlatih, maka saya ingin mengetahui apa yang saya rasakan. Saya berlatih dan merasa luar biasa. Saat saya berada di sepeda, menuju rumah, saya menelpon manajer saya dan berkata, ‘Katakan pada mereka saya akan datang dan mengalahkannya!’

ONE: Apakah kelahiran bayi anda pada tanggal 4 Januari lalu mempengaruhi keputusan anda?

PB: Ya, saya baru saja menjadi seorang ayah, namun saya masih berlatih, jadi, mengapa tidak? Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, dan terkadang anda hanya harus masuk. Anda wajib mengambil kesempatan ini, yakin pada diri anda sendiri dan melakukannya. Anda selalu harus berada dalam kondisi terbaik.

Tentunya, ada beberapa malam dimana saya tak dapat tidur [tertawa], dan terkadang anda hanya kekurangan energi, namun itu tidak menjadi masalah. Saya sangat senang dan merasa diberkati menjadi seorang ayah kembali, dan lalu laga ini hadir. Ini benar-benar sebuah berkah.



ONE: Dimana titik paling berbahaya dari Eduard Folayang?

PB: Striking-nya. Ia melakukan banyak hal yang berbeda. Ia melemparkan tendangan samping [side kick], dan jika ia membuka pungungnya, ia akan melontarkan sebuah pukulan memutar dengan punggung tangan [spinning back fist] di belakang itu, dan itulah kenyataannya.

Namun… ia mencoba untuk menjaga lawannya di atas karena mengetahui permainan bawahnya bukanlah yang terkuat, maka bagi saya, ia adalah petarung yang sempurna, dimana saya lebih memiliki jangkauan lebih besar.

ONE: Dimana anda yakin bahwa anda memiliki keunggulan atas dirinya?

PB: Dimanapun – jarak dekat, jarak jauh, di atas kanvas. Saya berlatih bersama atlet terbaik dunia, maka saya siap untuk segalanya.

Ia tidak akan menampilkan sesuatu yang baru bagi saya. Walau akan ada 20.000 orang di dalam stadion mendukungnya, saya benar-benar tidak peduli. Ia yang mengalami tekanan, bukan saya.

Pieter Buist grapples with Kota Shimoishi

ONE: Anda memiliki keluarga di Filipina, jadi apakah mereka akan berada di Manila untuk mendukung anda?

PB: Ya, saya memiliki keluarga di sana. Bibi saya menikah dengan pria Filipina, dan mereka tinggal di sana. Keponakan dan bibi saya akan datang.

[Eduard] Folayang dapat menerima dukungan dari masyarakat Filipina, namun saya mendapatkan dukungan dunia. Saat laga itu diumumkan, saya mendapatkan berbagai pesan. Mereka benar-benar mendukung saya.

ONE: Bagaimana anda melihat laga ini berjalan?

PB: Saya rasa saya akan menyelesaikannya pada ronde pertama atau kedua. Ia akan mencoba menjauhkan saya dengan tendangan samping tersebut. Itu akan menjadi laga yang mirip dengan [Antonio] Caruso yang saya hadapi sebelumnya, namun ia benar-benar tidak ingin berhenti. Saya tidak merasa [Eduard] Folayang akan berhenti, namun lihat apa yang Eddie Alvarez lakukan padanya saat ia meraih punggungnya.

[Antonio] Caruso tetap maju. Maka saya kira ini adalah laga pemanasan yang baik bagi saya. Sudah cukup lama sejak saya harus berlaga selama tiga ronde. Itu adalah laga yang panjang dan sulit. Sekarang, ini tidak akan mudah, namun saya akan menyelesaikannya secara taktis.

ONE: Apakah tempat selanjutnya bagi anda dalam divisi ini jika anda mampu menang?

PB: Saya kira saya akan berada di tiga besar, empat besar – lalu saya akan mencoba melihat perebutan gelar Juara Dunia sebelum akhir tahun ini.

Baca Juga: Joshua Pacio Terpana Lihat Kemampuan Grappling Alex Silva