Bela Diri Campuran

Joshua Pacio Terpana Lihat Kemampuan Grappling Alex Silva

Jika Joshua “The Passion” Pacio ingin mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Strawweight miliknya di ajang ONE: FIRE & FURY, ia harus mengalahkan grappler paling berbahaya yang belum pernah dihadapinya.

Hari Jumat, 31 Januari, perwakilan Team Lakay ini akan mencoba memulai tahun 2020 dengan mempertahankan sabuknya melawan mantan Juara Dunia Alex “Little Rock” Silva di depan pendukung tuan rumah yang akan memadati Mall of Asia Arena, Manila, Filipina.

Walau Joshua mengakhiri tahun sebelumnya dengan luar biasa – setelah berhasil meraih puncak divisinya dan mempertahankan sabuk emas untuk pertama kali – ia akan menghadapi ujian terbesar dari lawannya asal Brasil tersebut.

“Ia berada di dalam tim yang luar biasa dengan Evolve, ia pernah pula menjadi juara, dan ia selalu menjadi penantang teratas, maka saya melihat ini akan menjadi sangat sulit,” kata Joshua.

“Tiap kali ia berlaga, ia berkembang. Ia akan meninggalkan anda terpana saat anda melihatnya di permainan bawah, dan [kemampuan] striking-nya pun telah meningkat.”

Alex akan ingin melanjutkan sepasang kemenangan pada ronde kedua melalui kuncian armbar – melawan Stefer “The Lion” Rahardian pada bulan Agustus dan Peng Xue Wen November lalu. Keduanya menjadi kemenangan submission ketujuh dan kedelapan dalam kariernya, yang membawa tingkat penyelesaiannya sampai 89 persen.

Walau kemampuan grappling-nya terus berkembang, termasuk sebuah kuncian arm-triangle choke atas Rene “The Challenger” Catalan dalam laga terakhirnya, Joshua menyadari bahwa permainan ground-nya masih berada di bawah Alex.

Sebuah laga striking mungkin akan memberi hasil yang berbeda, namun atlet berusia 23 tahun asal Baguio ini tetap tidak akan meremehkan lawannya.



“Kekuatannya selalu dalam teknik grappling, saya merasa tidak dapat mengatakan apapun tentang itu, namun jika [laga] ini bertahan di striking, itulah keahlian kami,” sebut Joshua.

“Ia telah berkembang dalam kemampuan strikingnya telah berkembang, namun kita masih dapat menemukan beberapa celah. Terkadang ia terhuyung-huyung, namun bagusnya, ia selalu dapat pulih setelah diserang. Ia adalah pejuang yang teruji dan terbukti [kemampuannya].”

Dengan itu, “The Passion” tidak akan menyingkirkan kemungkinan penyelesaian yang dapat menjadi sorotan utama di depan penonton tuan rumah, yang nampaknya memberi inspirasi bagi dirinya untuk menampilkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Empat laga terakhirnya di depan para penggemar Filipina di Mall Of Asia Arena berakhir dengan cara sensasional – dari pukulan memutar dengan punggung tangannya, atau spinning back fist, yang mencetak KO atas Roy Doliguez sampai submission khas dengan “Passion Lock” atas Pongsiri Mitsatit, prestasinya mencetak “KO Terbaik Bela Diri Campuran Tahun 2019” atas Yosuke Saruta, serta kemenangan submission atas Rene Catalan.

Sebuah penyelesaian lain untuk melengkapi daftar tersebut akan menjadi sangat ideal, dan jika kesempatan itu tiba, anda dapat bertaruh bahwa Joshua tidak akan ragu mengambilnya.

“Tentunya kami akan mengincar penyelesaian, namun itu akan selalu bergantung pada bagaimana laga ini berjalan,” tambah Joshua.

“Namun, anda dapat berharap bahwa saya akan melakukan apapun untuk meraih kemenangan itu, baik melalui KO atau keputusan [juri].”

Rangkaian hasil terbaru yang diraih Joshua dalam laga perebutan gelar Juara Dunia miliknya sangatlah impresif, yang mungkin sebanding dengan pencapaian Alex, namun ia menyadari bahwa ia tidak dapat bergantung pada prestasinya di masa lalu saat menghadapi tantangan baru.

Divisi strawweight telah menjadi salah satu yang paling dinamis dalam ONE Championship sejak divisi tersebut dibuka – tidak ada yang pernah mempertahankan gelar Juara Dunia lebih dari satu kali – dan hal ini membuat “The Passion” memiliki determinasi tinggi untuk membongkar rekor tersebut, serta menjadikan dirinya atlet paling dominan dalam sejarah divisinya.

“Saya dapat mengatakan bahwa saya telah cukup puas dengan penampilan saya, terutama melawan kuya Rene yang adalah seorang petarung yang sangat baik. Saya senang dapat mengeksekusi game plan saya dan mendapatkan penyelesaian tersebut,” kata Joshua.

“Namun, saya harus tampil berbeda tiap kalinya. Saya harus melakukan berbagai hal baru tiap kali saya berkompetisi. Saya mengetahui bahwa seluruh mata dalam divisi saya tertuju pada saya, maka saya harus menunjukkan sesuatu yang baru tiap kalinya.”

Baca Juga: 5 Submission Terbaik Dari Bintang Yang Berlaga Di ONE: FIRE AND FURY