Fitur

5 Penampilan Terbaik Dari Atlet Di ONE: FIRE AND FURY

Para kompetitor elit dalam kartu pertandingan di ajang kedua ONE Championship dalam dekade ini akan membawa malam penuh aksi bela diri ke Manila, Filipina.

Gelaran ONE: FIRE & FURY akan menampilkan atlet luar biasa dengan penampilan kelas atas dan aksi menghibur di atas panggung dunia, termasuk para pahlawan lokal yang akan membuat penonton bersorak dalam malam penuh aksi di Mall Of Asia Arena.

Marilah kita melihat beberapa penampilan terbaik dari para pejuang yang akan beraksi pada hari Jumat, 31 Januari tersebut.

#1 Filipina Mendapatkan Penguasa Divisi Strawweight Baru

Joshua “The Passion” Pacio meraih berbagai kemenangan melalui penyelesaian yang menjadi sorotan, namun kemenangan terbaiknya mungkin terjadi dalam sebuah laga melawan Yoshitaka “Nobita” Naito di ajang ONE: CONQUEST OF HEROES yang memberinya gelar Juara Dunia ONE Strawweight.

Bintang Team Lakay ini ditaklukkan dengan teknik grapple Yoshitaka, dan harus menyerah dari sebuah submission, saat ia pertama kali menantang atlet Jepang tersebut demi sabuk emas pada tahun 2016, namun ia mampu memperbaiki permaiannya dalam sebuah laga ulang untuk mendominasi dengan penampilan bela diri campuran yang komplit.

Para fan mungkin akan mengharapkan “The Passion” untuk mengendalikan adu serangan atas seperti yang dilakukannya pada awal laga, namun hanya beberapa yang meramalkan bahwa ia akan mengincar takedown, membalik posisi, serta memburu submission selama periode dominan dalam permainan bawahnya.

Ia tidak mampu menjalani laga ini sesuai keinginannya, karena “Nobita” menggunakan seluruh kemampuan veterannya untuk mendominasi laga, namun Joshua tetap tajam di atas kakinya dan berlanjut menyerang di atas kanvas melawan seniman jiu-jitsu elit ini untuk mempertahankan keunggulannya dan merebut keputusan mutlak.

#2 Teknik Striking Baru Dari Grappler Legendaris, Alex Silva

Alex “Little Rock” Silva membuktikan bahwa dirinya memiliki berbagai kemampuan lainnya di luar teknik grappling luar biasa saat ia memberikan kekalahan pertama bagi Yoshitaka Naito dalam kariernya untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Strawweight pada bulan Desember 2017.

Pertandingan antara dua grappler elit dunia di ajang ONE: WARRIORS OF THE WORLD ini menjadi sebuah laga stand-up, saat Alex keluar dari pojok ring dan mendaratkan pukulan keras dalam ronde pembuka.

Atlet Brasil berusia 37 tahun ini menemukan kesuksesan besar saat ia merubah taktik dan menyapu kaki andalan lawannya. Itu adalah sebuah game plan yang memberi hasil luar biasa saat “Nobita” sempat gagal mencetak sebuah takedown.

Walau Yoshitaka hampir saja membalikkan keadaan pada ronde-ronde akhir, kemampuan Alex di atas kanvas mampu menghentikan usaha lawannya untuk mencetak submission dan mengejar penampilan awalnya untuk merebut emas.

Ia akan mencoba hal yang sama saat dirinya menghadapi Joshua Pacio dalam laga utama ajang ONE: FIRE AND FURY.

#3 Kemenangan Besar Eduard Folayang Di Makau

Eduard “Landslide” Folayang menikmati tahun terbaiknya sebagai seniman bela diri pada tahun 2016 saat ia naik peringkat dan merebut gelar Juara Dunia ONE Lightweight.

Pertandingan terbesar dan paling menegangkan dari misi yang dijalankannya itu mungkin adalah laga tiga ronde dalam divisi lightweight melawan Adrian “The Hunter” Pang di ajang ONE: HEROES OF THE WORLD di Makau.

Bintang Team Lakay ini menggunakan kemampuan wushu yang ia miliki untuk melawan atlet kuat asal Australia itu dengan serangan keras, termasuk beberapa serangan memutar andalannya.

Adrian tidak pernah berhenti maju, namun Eduard terus mencetak angka dengan serangan keras ke arah kepala dan tubuh lawannya, serta dua kali menjatuhkan lawannya untuk meraih keunggulan poin.

Berikutnya, Eduard akan berlaga melawan Pieter “The Archangel” Buist tanggal 31 Januari.

#4 Salah Satu Aksi Terbaik Danny Kingad

Serangan mulus Danny “The King” Kingad selama tiga ronde mampu membuat para penggemar di Mall Of Asia Arena berdiri dan bersorak saat ia meraih keunggulan atas Tatsumitsu “The Sweeper” Wada dengan keputusan mutlak dari para juri.

Karena Tatsumitsu sangat ingin menjatuhkan pahlawan Filipina ini, “The King” menyimpan tendangan kerasnya untuk beralih ke pukulan hook dan uppercut cepat saat lawannya itu masuk ke jarak serangnya.

Tiap serangan yang mendarat mampu menggoyahkan kepala “The Sweeper,” yang membuatnya menyarangkan sebuah serangan yang lebih aman dari jarak jauh. Tetapi, tendangannya pun juga dibalas dengan kombinasi tinju luar biasa.

Terlepas dari kondisi Tatsumitsu yang nampak baik-baik saja, kesukesan Kingad jelas terlihat di mata para juri.

Atlet berusia 24 tahun dari Baguio ini akan kembali beraksi melawan atlet Tiongkok “The Hunter” Xie Wei di Mall Of Asia Arena.

#5 Rodlek Mampu Taklukkan Seorang Legenda

Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym tidak mengecewakan penonton dalam debutnya bersama ONE Championship bulan Juni lalu, saat ia menghadapi Juara Dunia Muay Thai delapan kali Liam “Hitman” Harrison.

Bintang asal Thailand ini memiliki satu tujuan, untuk menghibur para penonton, dan ia berhasil dengan misi tersebut saat dirinya meraih kemenangan dalam laga di Shanghai, Tiongkok, yang menampilkan teknik superior, kekuatan fenomenal dan durabilitas luar biasa.

Saat segala sesuatunya berjalan dengan cepat, Liam mampu mencetak poin dengan jab keras dan tendangan ke arah kaki lawan, namun Rodlek menerima semua itu sebelum membalas dengan kombinasi menyengat – termasuk satu serangan yang mengirimkan atlet Inggris tersebut mundur.

Tendangan rendah tersebut jelas membuat atlet Thailand ini kewalahan pada ronde kedua, namun ia tidak berhenti maju dan mencetak sebuah knockdown dominan dengan sebuah pukulan kanan keras ke kepala lawan. Ini membuat Liam kembali berusaha menyerang, namun tidak ada apapun – bahkan sebuah sikutan ala superman yang mendarat di keningnya – yang dapat menghentikan Rodlek meraih kemenangan mutlak.

Pria asal Bangkok ini akan memanaskan ring saat ia menghadapi atlet Skotlandia Chris Shaw di Manila.

Baca Juga: 5 KO Terbaik Dari Atlet Yang Berlaga Di ONE: FIRE AND FURY