Berita

Ozcan Balas Komentar Sitthichai, Ingin Beri Kejutan Di Singapura

Tayfun “Turbine” Ozcan berencana mengejutkan Sitthichai “Killer Kid” Sitsongpeenong dengan kemampuan barunya saat mereka bertemu di dalam Circle pada ajang ONE: FIRST STRIKE.

Ozcan sangat ingin memulai perjalanannya di ONE Super Series dengan baik, dan ia ingin mencetak pernyataan tegas saat melawan legenda Thailand itu dalam babak perempat final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix pada Jumat, 15 Oktober nanti. 

Dalam wawancara eksklusif ini, bintang keturunan Belanda-Turki itu berbicara tentang ketegangan jelang debut promosionalnya, perubahan yang dilakukan sejak bergabung bersama ONE, bagaimana ia akan mengalahkan “Killer Kid” di Singapore Indoor Stadium, serta tujuannya bersama “The Home of Martial Arts.”

ONE Championship: Anda awalnya bersiap mencetak debut anda pada akhir tahun lalu, namun semua rencana itu berubah. Bagaimana rasanya mendapatkan kesempatan berkompetisi di ONE Super Series?

Tayfun Ozcan: Itu cukup keras, karena saya bersiap sangat baik demi laga itu, tetapi itu dibatalkan. Sejujurnya, jika anda bertanya pada saya, bagaimana perasaan saya saat ini dan apa yang saya rasakan tahun lalu, mungkin saya belum siap, maka saya selalu berpikir segala sesuatunya terjadi untuk sebuah alasan.

Tentu, laga itu dibatalkan, dan itu sangat menyakiti saya, namun saya menggunakan tahun itu untuk berkembang – tak hanya sebagai petarung, tetapi juga secara mental, maka itu bagus. Kini, saya 100 persen siap. Setahun yang lalu, mungkin saya hanya 80 persen siap. Kini, saya siap. Segalanya terjadi pada waktu yang tepat, dan saya kira ini adalah waktu yang tepat.

ONE: Apa rasanya diminta menghadapi nama besar seperti Sitthichai?

TO: Saya cukup lama mengikuti perjalanan Sitthichai sampai saat ini. Bertahun-tahun. Ia bertarung di berbagai turnamen dalam organisasi yang bagus dan ia berada di puncak. Lalu, ia masuk ke Glory dan juga mendominasi. Pada saat itu, saya adalah Juara Enfusion dan saya tak memiliki lawan lagi, maka pada 2019, saya menantangnya.

Saya berkata, ‘Sayalah pria yang dapat mengendalikan Sitthichai,’ dan saya meminta Chatri [Sityodtong, ONE Chairman and CEO] untuk membuat laga ini terjadi.

Saat mereka menghubungi saya untuk menjadikan laga ini, itu seperti segalanya tersusun dengan baik. Dari seluruh petarung yang ada [di ONE], saya paling ingin melawannya, maka kini itu akan terjadi dan saya sangat, sangat bersemangat.

Jika anda berlaga selama 16 tahun, anda membutuhkan nama-nama yang membuat anda terbangun dari tempat tidur. Mungkin anda sedikit takut, tetapi anda sangat termotivasi. Itu semua adalah alasan mengapa saya hidup. Anda tahu, mungkin saya bisa kalah? Saya membutuhkan hal itu. Dan itulah mengapa saya datang ke ONE.

Ini tak akan terjadi karena saya merasa sangat baik dan sangat yakin, tetapi anda tak akan pernah tahu, dan itulah yang saya sukai. Ketegangan itu. Energi itu. Sebelum saya keluar, saya ingin merasa sangat gugup sampai itu memberi saya energi. Itulah perasaan yang saya cari.

ONE: Apakah reaksi sejauh ini terkait laga itu?

TO: Saya tak menyangkanya, namun banyak orang yang menantikan ini. Mereka benar-benar menunggu saya untuk bertarung. Karena Sitthichai juga menjadi nama besar, ini akan menjadi luar biasa. Saya tak sabar!

MMA kini sekarang juga besar, tetapi inilah striking di tingkatan terbaiknya. Dunia striking akan menyaksikan laga ini karena mereka akan melihat seseorang yang ingin beraksi – yaitu saya – melawan seseorang seperti Sitthichai, yang sangat teknis namun juga dapat menghindari aksi. Banyak orang menunggu ini. Mereka ingin melihat bagaimana saya dapat menutup jarak.

ONE: Apakah ada apa pun yang dapat dipelajari dari debutnya di ONE melawan Superbon?

TO: Sejujurnya, saya tak dapat berkomentar tentang laga terakhirnya karena gaya Superbon tak sama dengan saya. Itu dapat berakhir di dua arah – itu tak seperti Superbon menang besar. Selalu seperti itu dengan petarung Thailand, maka saya tak dapat berkomentar apa pun tentang laga itu.

Namun, di laga terakhirnya dengan Marat [Grigorian], bagi saya, itu seperti, ‘Baik, ia menemukan celah dalam permainannya. Anda tak dapat menyentuhnya.’ Ia tak malu menyerang. Ia sesekali ingin menyerang, ia memiliki celah dalam permainannya, dan saya melihat itu.



ONE: Apa saja keunggulan anda atas Sitthichai?

TO: Dengan saya, [seluruh lawan saya] mengincar laga-laga lama saya. Mereka mengira bahwa Tayfun akan bertarung dengan cara yang sama, dengan hanya bergerak maju. Namun saya bukan Tayfun 16 bulan yang lalu. Saya beralih sasana. Saya membuat perubahan besar dalam permainan saya karena saya kini ada di organisasi baru.

Saya membutuhkan energi baru, taktik baru.

Saya kira saya akan mengejutkan dirinya dengan seberapa fit tubuh saya, seberapa kuatnya saya, dimana saya kira ia akan bersiap berdasarkan laga-laga lama saya. Namun, saya banyak berubah dan saya tak merasa ia siap untuk apa yang akan tiba.

ONE: Sitthichai adalah pertarung southpaw, yang dapat menyulitkan. Bagaimana perasaan anda tentang itu, dan apakah kekuatan lain dari dirinya?

TO: Tak aneh melihat seseorang dengan kuda-kuda southpaw. Kebanyakan pria yang berlatih dengan anda biasanya adalah ortodoks, namun seluruh rekan berlatih saya beralih menjadi southpaw.

Tentu saja, itu tak akan sama seperti Sitthichai. Namun saat ini, saya sedikit beradaptasi melihat kaki kanan di depan saya, maka saya harus mengubah kuda-kuda dan mengincar lengan kanannya. Itu adalah hal-hal yang harus anda lakukan. Ia memiliki tendangan yang sangat keras, penempatan waktu dan refleks yang hebat.

Ini akan menjadi tugas yang sangat sulit, tetapi saya kira saya siap.

ONE: Anda memiliki 13 kemenangan beruntun. Sitthichai berkata ini akan membuat seorang petarung terlalu yakin atau ceroboh.

TO: Saya sudah tidak terkalahkan cukup lama, namun saya tak melihat diri saya sebagai petarung tak terkalahkan. Saya adalah manusia. Saya selalu dapat bertumbuh dan belajar.

Saya kini berada di tingkatan tertinggi kickboxing yang tak pernah ada selain dalam divisi ini di ONE Championship.

Saya tak dapat berpikir bahwa, ‘Saya tak terkalahkan selama empat atau lima tahun, maka saya akan menang’. Saya harus menganggap ini sangat serius. Saya bahkan tak memikirkan tentang laga-laga yang saya menangkan karena ini adalah era yang sepenuhnya baru.

ONE: Anda menyebut kekuatan dari divisi ini. Apa pendapat anda tentang berbagai petarung hebat featherweight itu?

TO: Tak ada laga yang mudah di sini. Saya tak dapat memilih satu pria yang mudah di divisi ini. Tak ada laga mudah. Ini tak pernah terjadi dalam sejarah kickboxing, ada banyak striker yang terdapat dalam satu divisi pada saat yang sama. Mungkin terakhir kalinya adalah K-1 MAX di Jepang.

Namun saat ini, para atlet terbaik dari tiap organisasi kini ada di satu tempat, dan itu akan menjadi sangat hebat.

ONE: Sitthichai juga menyebut anda memiliki ‘dagu kaca’. Apa pendapat anda tentang itu?

TO: [Sembari tertawa.] Saya senang ia berpikir bahwa saya memiliki ‘dagu kaca’!

Saya harap ia akan mencoba maju dan mencetak KO, lalu kami akan mendapatkan pertarungan sebenarnya. Jika ia maju ke arah saya, ia ada di posisi berbahaya. Saya harap ia tak akan mundur dari pertarungan. Saya ingin dirinya maju dan menyentuh ‘dagu kaca’ saya.

Dalam beberapa laga, ia bergerak maju, tapi tak selalu. Maka, saya berharap ia akan maju – dan jika benar, kami akan mendapatkan pertarungan yang bagus. Para petarung Thailand sangat bagus dalam menghindari aksi, namun saya berharap ia akan maju dan ingin menyentuh ‘dagu kaca’ saya. Lalu, saya akan menunjukkan pada dirinya.

Baca juga: Inilah Para Petarung ONE Featherweight Kickboxing World GP 2021

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.