Berita

Momotaro Akui Terkejut Mencetak Rekor Baru Atas Singtongnoi

11 Sep 2019

Kohei “Momotaro” Kodera sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan mengalahkan seorang legenda Muay Thai dengan cepat.

Walau bintang asal Jepang ini meramalkan bahwa ia dapat menaklukkan Singtongnoi Por Telakun dalam ajang ONE: IMMORTAL TRIUMPH di Ho Chi Minh, Vietnam, ia mengakui bahwa ia masih gugup untuk menghadapi Juara Dunia Lumpinee dan WMC Muay Thai ini.

Namun, saat ia masuk ke dalam ring pada hari Jumat, 6 September lalu di Phu Tho Indoor Stadium, atlet berusia 29 tahun ini tidak nampak terintimidasi oleh rivalnya sama sekali.

Dalam kurang dari satu menit, “Momotaro” maju dengan gelombang serangan untuk menaklukkan perwakilan Evolve itu.

“Dengan nama besar seperti Singtongnoi sebagai lawan saya, saya sangat gelisah sebelum laga,” jelasnya.

“Saya lega setelah meraih kemenangan. Saya sangat siap untuk berlaga tiga ronde, tetapi kemenangan seperti itu sangat mengejutkan saya! [Singtongnoi] telah mengalahkan Masahide Kudo, dan melihat rekor 300 laga yang ia jalankan, saya sangat ingin melihat apa yang dapat saya lakukan, tetapi sejujurnya, saya sangat gelisah.”

“Saya telah berlatih secara rutin, jadi saya hanya harus masuk ke dalam ring dan melakukan apa yang saya lakukan dalam latihan, tetapi itu hanya sebagian sampai laga ini berlangsung.”

Perwakilan Oguni Gym di Tokyo ini awalnya mengharapkan penyelesaian melalui serangan siku, tetapi kenyataannya dibutuhkan tiap teknik yang ada dalam “seni delapan tungkai” untuk menyelesaikan laga ini.



Itu semua dimulai dengan sebuah serangan ‘spinning back fist’ yang menggoyahkan pertahanan atlet ikonik asal Thailand ini, sebelum “Momotaro” masuk dengan rangkaian serangan pukulan, lutut dan sikunya.

Singtongnoi tidak mampu mempertahankan dirinya saat beberapa pukulan yang tepat sasaran menyelesaikan pertandingan ini.

“Saya rasa akan menarik untuk menaklukkan petarung Muay Thai dengan siku, tetapi saya terkejut itu terjadi begitu cepat,” tambah Kohei.

“Saya menyaksikan serangan kakinya dari awal [laga], dan saya berpikir dari serangan pertamanya ini, ‘Jika itu kecepatannya, saya dapat menanganinya.’ Dari situ, saya menggunakan footwork dan tendangan saya, dan melepaskan pukulan ‘spinning back fist’ yang saya latih sebelumnya.”

“Secara ajaib, pukulan itu mendarat dan saya melihat ia terluka, maka saya melanjutkan dengan pukulan, tendangan lutut dan siku. Saya membayangkan akan menjatuhkannya dengan sebuah pukulan, dan itu berlangsung seperti saat saya melatih seluruh elemen striking. Saya tidak mengira itu akan menjadi sangat cepat, tetapi pukulan cross kiri mendarat tepat di rahangnya, dan itulah akhirnya.”

Japan's Momotaro hits a crunching knee on Singtongnoi in the clinch

Atlet berusia 39 tahun ini mencoba bangkit dari serangan yang diterimanya, tetapi ia tidak mampu berdiri tegak dan kontes tersebut selesai hanya dalam waktu 41 detik.

Itulah kemenangan terbesar di dalam karir “Momotaro,” dan ini akan membawanya naik peringkat dalam divisi flyweight ONE Super Series untuk menghadapi beberapa nama besar – termasuk Juara Dunia lainnya.

Karena ia tidak menerima serangan, ia siap kembali ke dalam sasana secepatnya.

“Saya ingin melawan salah satu dari petarung Muay Thai unggulan atau dari Eropa, seperti Jonathan Haggerty. Saya tidak tahu kapan akan kembali berlaga, namun saya akan menerima tawaran apapun dengan cepat. Saya hanya akan selalu siap untuk berlaga,” jelasnya.

”Semuanya berjalan dengan baik dan saya meraih kemenangan saat ini. Berikutnya, siapapun yang saya hadapi, saya tidak akan mengecewakan para fans. Saya ingin dunia tahu seberapa kuat ‘Momotaro’ dari Jepang ini.”

Akan terdapat banyak kesempatan bagi Juara Internasional WBC Muay Thai ini untuk kembali beraksi bersama ONE Championship tahun ini. Walau kartu pertandingan ONE: CENTURY telah terisi penuh, “The Home Of Martial Arts” masih akan kembali ke Jakarta, Manila, Beijing, Singapura dan Kuala Lumpur sebelum tahun ini berakhir.

Lokasi manapun akan diterima oleh Kohei Kodera saat ini, tetapi ia juga ingin kembali ke Vietnam pada tahun 2020.

“Semua orang yang saya temui di Vietnam, di hotel, sangat ramah. Saya berteman dengan para staf di restoran, dan mereka datang melihat laga saya,” tambahnya.

“Sebelum saya pulang, saya memutuskan bertemu dengan mereka, dan mereka sangat senang. Saya berteman dengan mereka melalui Facebook, dan kami bertukar pesan yang mengatakan bahwa kami harus bertemu saat saya kembali ke Vietnam, maka saya ingin kesana sekali lagi.”

Baca lebih banyak: Apa Langkah Selanjutnya Dari Para Pemenang Di ONE: IMMORTAL TRIUMPH