‘Mewakili Jiu-Jitsu’ – Kade Ruotolo Rasakan Tekanan Untuk Atasi Sambo Di Kejuaraan Dunia

Shinya Aoki Kade Ruotolo ONE157 1920X1280 68

Setelah penampilan bersejarah demi medali emas di Kejuaraan Dunia ADCC 2022, Kade Ruotolo kini akan berusaha merebut gelar Kejuaraan Dunia ONE Lightweight Submission Grappling perdana.

Pada Sabtu, 22 Oktober ini, atlet fenomenal A.S. ini menghadapi Uali Kurzhev demi sabuk emas di ajang ONE Fight Night 3, dimana laga mereka menampilkan beberapa tantangan gaya bertarung yang unik.

Sementara Ruotolo menjadi salah satu kompetitor Brazilian Jiu-Jitsu terelite di muka bumi, lawannya asal Rusia itu akan membawa kemampuan sambo kelas dunia ke dalam laga mereka.

Kedua disiplin ini memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam grappling, dan remaja California berusia 19 tahun ini mengantisipasi sebuah aksi Kejuaraan Dunia yang epik.

Ia berkata pada ONEFC.com/id:

“Saya mendengar bahwa ia adalah salah satu yang terhebat. Ia adalah Juara Dunia Sambo. Maka, saya tahu ia jagoan, dan saya tahu ia akan sulit diatasi.”

“Petarung sambo, secara umum, mereka biasanya memiliki latar belakang gulat yang kuat. Dan mereka memiliki teknik gulat yang kuat untuk bagian atas tubuh. Mereka punya cengkeraman bagus, inside trip, hal-hal seperti itu.”

“Saya akan ingin mencoba meraih takedown, tetap ada di posisi atas dan meraih submission, maka saya kira jelas akan ada pertarungan antar gaya di atas kaki.”

Sementara jiu-jitsu tak terlalu dikenal atas teknik takedown-nya, gaya yang dibawa Ruotolo adalah sebuah pengecualian.

Pemegang sabuk hitam di bawah Andre Galvao ini memiliki berbagai teknik takedown non-ortodoks, memadukan judo dan gulat dengan kreativitasnya sendiri.

Tetapi, utamanya, Ruotolo juga membawa teknik sabuk hitam BJJ – dan ia merasakan tanggung jawab tambahan untuk membuktikan bahwa kemampuan itu dapat mengatasi teknik sambo Kurzhev.

Ia berkata:

“Itulah yang saudara (kembar Tye Ruotolo) saya katakan. Ia berkata, ‘Hei, kamu mewakili jiu-jitsu di yang satu ini, maka kamu sebaiknya mampu bertahan.'”

“Tidak menambah tekanan, tetapi itu adalah jaminan, saya kira saya akan merasakan sedikit tekanan di pundak saya untuk bertahan demi jiu-jitsu.”

Ruotolo Bedah Game Plan Untuk Lawan Kurzhev

Karena Kade Ruotolo menghadapi rival Juara Dunia dari seni bela diri yang belum terlalu dikenalnya, para penggemar mungkin akan berharap dirinya dapat mengubah pendekatan yang super agresif itu.

Namun, bintang remaja ini tak senada.

Ruotolo menegaskan bahwa teknik jiu-jitsu miliknya didasari oleh teknik pertarungan yang realistis, dan bahwa strategi itu tak pernah berubah siapa pun lawannya.

Ia menjelaskan:

“Siapa pun itu, baik jika saya melawan [legenda MMA] Khabib [Nurmagomedov], tujuan saya adalah untuk menyeretnya ke bawah dan mencetak submission. Anda tahu, pass [guard] dan kunci. Itu selalu sama untuk siapa pun. Dan itu juga sama bagi semua orang.”

“Bagi saya, itu selalu hampir menjadi situasi paling realistis. Seperti yang saya katakan, saya selalu ingin membawa ini menjadi pertarungan sebenarnya, atau ke MMA, hal-hal seperti itu.”

“Itu akan menjadi game plan dan strategi saya. Tak melepaskan guard, saya suka bermain guard, dan saya menyukai guard. Tetapi, itu tak terlalu bisa diterapkan dalam MMA dan hal-hal seperti itu.”

Sikap Ruotolo yang dapat menyesuaikan segala sesuatu dapat memberi pertarungan demi supremasi takedown, karena keduanya takkan ingin berada di posisi bawah (bottom position).

Namun, bahkan jika pria A.S. ini menghadapi Kurzhev dalam area terkuatnya, ia merasa sangat yakin dapat meraih kemenangan.

Pria berusia 19 tahun ini menambahkan:

“Terkait prediksi, ia akan maju dengan beberapa teknik gulat yang bagus, dan saya akan menghadapi itu dengan teknik yang sama. Saya takkan terkejut jika saya menempatkan dirinya di front headlock, D’Arce [choke], atau apa pun seperti itu.”

“Jika itu tak berhasil, saya kira saya mungkin akan mengincar kedua kakinya.”

Selengkapnya di Berita

Johan Ghazali and Ramadan Ondash 1 scaled
Rifdean Masdor celebrates his win against Nongbia LaoLaneXang at ONE Friday Fights 107.
ramboIQ
Numsurin Chor Ketwina showed no mercy against Songchainoi Kiatsongrit at ONE Friday Fights 160.
British Muay Thai fighter George Jarvis punches Rungrawee Sitsongpeenong to the head
Rungrawee Sitsongpeenong and George Jarvis touch gloves before their clash
Asadula Imangazaliev celebrates his World Title win over Aslamjon Ortikov at The Inner Circle 20.
Nong O Hama celebrates his win over Kongthoranee Sor Sommai at The Inner Circle 20.
Asadula Imangazaliev faces off with Aslamjon Ortikov ahead of their Muay Thai World Title fight
Aslamjon Ortikov Jordan Estupinan ONE Fight Night 43 5
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 9 scaled
Ryujin L debuts against Thongpoon R at The Inner Circle 23