Marat Gafurov Excited For New Tests In Stacked New Division

Marat Gafurov DC 0853

Salah satu atlet tersukses dalam sejarah ONE Championship ini siap memulai babak baru yang menarik dalam kariernya di ONE: WARRIOR’S CODE.

Pada Jumat, 7 Februari di Jakarta, mantan Juara Dunia ONE Featherweight Marat “Cobra” Gafurov akan mencetak penampilan kembali di dalam ring, dan ia akan menjalani sebuah tantangan baru.

Dalam laga perdananya di divisi lightweight ini, pria Dagestan berusia 35 tahun ini akan menghadapi petarung tak terkalahkan Moldova, Iuri Lapicus, untuk memulai misinya memenangkan sabuk emas dalam divisi keduanya itu.

Gafurov beranjak dari sebuah kemenangan besar atas Tetsuya “MMA Fantasista” Yamada pada Mei lalu, dan walau dirinya tak dapat memperpanjang catatan rekornya untuk submission terbanyak dalam sejarah ONE, itu adalah penampilan  yang menunjukkan bahwa dirinya telah kembali.

Jelang laganya di kartu utama ini, “Cobra” menjelaskan mengapa ia memutuskan untuk melanjutkan hasil tersebut dengan naik divisi, mengapa laganya melawan Lapicus akan wajib disaksikan, dan siapa yang ingin dihadapinya jika dirinya dapat mengangkat tangan di Istora Senayan nanti.

ONE Championship: Apa yang membuat anda lama tidak beraksi, dan mengapa anda memilih untuk kembali di divisi lightweight?

Marat Gafurov: Saya ingin kembali lebih cepat, tetapi laga saya dibatalkan beberapa kali. Tiap kali saya harus mengurangi berat badan dan itu bukanlah tugas yang mudah!

Tak pernah menyenangkan untuk lolos penimbangan berat badan, tetapi semakin sulit untuk melakukannya. Saya sudah berada dalam permainan ini cukup lama dan tubuh saya hanya dapat mengatasi sebanyak itu. Saya nyaman di lightweight. Saya merasa kuat dan sehat. 



ONE: Apakah anda akan melanjutkan karier anda sebagai petarung lightweight?

MG: Ya, saya harap begitu. Divisi ini bagus. Ada banyak bakat di dalamnya. Satu-satunya hal yang saya inginkan adalah lebih banyak pertarungan. Saya tak ingin merasa disingkirkan.

Saya siap untuk menanjak kembali ke puncak peringkat ONE. Dan, untuk bertarung di featherweight, saya selesai, saya lelah [mengurangi berat badan]. 

ONE: Apa yang anda ketahui tentang Iuri Lapicus, dan apakah anda terkesan dengan debutnya di ONE melawan Shannon Wiratchai?

MG: Saya hanya melihat laga sebelumnya dan saya kira pria ini adalah striker yang baik, tapi saya mungkin akan cepat selesai dengannya.

Saya harap saya dapat menang pada ronde pertama dan melangkah maju. Ia belum menghadapi siapa pun yang [menjadi ancaman] cukup serius dalam kariernya, maka itu, inilah waktunya! Karena itu, saya melihat bahwa ia adalah pria berbakat dan ia haus kesuksesan, maka saya akan berhati-hati.

ONE: Mengapa anda sangat yakin dapat mengalahkan dirinya dengan cepat?

MG: Pertama-tama, saya memiliki lebih banyak pengalaman di arena. Kedua, saya memiliki grappling yang jauh lebih baik.

Ya, Iuri bagus di atas kaki, tetapi jika anda mengingat, striking saya juga bagus sekarang – saya telah berkembang pesat selama bertahun-tahun di ONE. Jika ia ingin bertukar pukulan dengan saya, saya takkan ragu.

Saya mempelajari satu pelajaran penting – jangan pernah remehkan lawan anda. Menjadi terlalu yakin dan ceroboh adalah salah satu kesalahan terbesar yang dapat anda lakukan dalam olahraga ini, maka saya bersiap untuk dirinya dengan berlatih keras. 

ONE: Apakah tentang laga ini yang membuat anda bersemangat, dan apakah yang akan menjadikannya laga yang menghibur?

MG: Tentu, Iuri dan saya memiliki posisi berbeda di ONE, tapi tujuan kami tetap sama – kami ingin naik dalam peringkat ONE.

Ia adalah pendatang baru di ONE, ia muda dan haus, ia ingin mencapai puncak, maka ia akan melempar beberapa serangan keras. Saya mantan juara, saya ingin kembali ke puncak. Saya memiliki sesuatu untuk dibuktikan pada penggemar saya dan ia harus membuktikan tempatnya di ONE.

Kami berdua membutuhkan kemenangan ini, kami sangat bersemangat – anda akan melihat pertarungan menarik!  

Marat Gafurov defeats Tetsuya Yamada

ONE: Apakah pemikiran anda tentang para atlet dalam divisi ini, dan siapa yang ingin anda hadapi jika dapat melewati Lapicus? 

MG: Ini adalah divisi yang sangat dalam dengan petarung luar biasa seperti Timofey Nastyukhin, Ev Ting, dan Martin Nguyen.

Saya akan senang untuk bertarung melawan siapa pun di ONE, tapi saya kira sebuah laga ulang bersama Shinya (Aoki) menjadi puncak keinginan saya. Shinya dan saya bertemu pada Januari 2018 dalam laga-super grappling di ONE: KINGS OF COURAGE, di Jakarta.

Saya kalah, ironisnya melalui rear-naked choke – gerakan andalan saya. Saya akan ingin beradu sekali lagi dengannya, menguji diri saya dan semoga dapat membalaskan kekalahan saya.

Baca juga: Petchmorakot: ‘Gelar Ini Harus Tetap Bersama Masyarakat Thailand’

Selengkapnya di Berita

ParhamGheirati JordanGodtfredsen
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE Fight Night 15 19 scaled
GabrielSousa Grappling 1200X800
Stamp Fairtex Ham Seo Hee ONE Fight Night 14 112 scaled
Avatar PK Saenchai Kiamran Nabati ONE Friday Fights 55 28
Mikey Musumeci Jarred Brooks ONE Fight Night 13 72
Yodphupa Wimanair Soner Sen ONE Friday Fights 63 48
Yodphupa SonerSen Faceoff 1920X1280
Denis Puric Nguyen Tran Duy Nhat ONE Fight Night 17 48 scaled
Jacob Smith Denis Puric ONE Fight Night 21 24
Superlek Kiatmoo9 Takeru Segawa ONE 165 34 scaled
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 7 scaled