Bela Diri Campuran

Lito Adiwang Rencanakan Masa Depan Setelah Debut Impresif

Lito “Thunder Kid” Adiwang memulai kariernya bersama ONE Championship di ajang ONE: CENTURY PART I dengan melanjutkan pencapaiannya dari rangkaian Rich Franklin’s ONE Warrior Series (OWS).

Pada hari Minggu, 13 Oktober, di Tokyo, Jepang, atlet Team Lakay ini mencetak penyelesaian pada ronde pertama melawan Senzo Ikeda untuk mengumumkan kedatangannya di dalam daftar atlet utama “The Home Of Martial Arts.”

Ini adalah momen besar bagi atlet berusia 26 tahun asal Filipina ini, yang memasuki tanah kelahiran Juara Dunia Pancrase Flyweight tersebut dan pulang dengan kemenangan kesembilan melalui penyelesaian dalam kariernya untuk memberi peringatan pada para atlet dalam divisinya.

“Pertama, saya merasa sangat senang,” katanya. “Saya merasa tenang karena saya memberikan apa yang menjadi tujuan saya datang ke sini, serta meraih kemenangan.”

“Saya mengetahui ia adalah lawan yang kuat. Ia adalah pahlawan tuan rumah, namun saya berada di sini untuk menang. Saya berusaha keras bersiap untuk ini, maka saya datang, dan menang.”

Lito dibantu oleh rekan satu timnya, Danny “The King” Kingad, yang sebelumnya bertemu Senzo di ajang ONE: A NEW ERA bulan Maret lalu sebagai bagian dari babak perempat final ONE Flyweight World Grand Prix.

Pengalamannya melawan perwakilan The Paraestra Matsudo itu memberi “Thunder Kid” masukan yang sangat berharga untuk dapat unggul di Ryogoku Kokugikan.

Danny memberi beberapa tips tentang seberapa kuatnya Senzo Ikeda, seberapa berat dirinya, serta bagaimana cara mengendalikannya,” tambahnya.



Pelajaran tersebut terbayar dengan baik saat Lito menyeret lawannya ke atas kanvas pada menit pertama, dan mengendalikan posisi setelah sebuah scramble.

Pemenang kontrak OWS ini lalu ‘membungkus’ kepala Senzo dalam posisi scarf-hold, saat ia mengincar sebuah submission.

Senzo menolak untuk menyerah, dan segera melarikan diri dari posisi tersebut, namun tangannya terluka saat keduanya melakukan scramble untuk kembali berdiri, dimana wasit Motohiro Tsuruwa tidak memiliki pilihan selain menghentikan laga.

Kemenangan cepat atas atlet veteran yang berbakat itu segera menempatkan sang debutan ini dalam posisi terberat dalam divisi strawweight, dimana para atlet yang masuk semakin bertambah kuat.

Atlet pencetak KO dari Benguet ini mampu menggemparkan arena saat melawan para kompetitor berbakat dalam divisinya, maka ia tidak memiliki keinginan untuk menghadapi atlet tertentu – dimana ia akan menghadapi siapapun selama mereka dapat membantunya naik peringkat.

[Saya akan menghadapi] siapapun. Saya ingin menjadi juara di ONE,” katanya.

“Siapapun yang dihadapkan dengan saya, akan saya terima, dan saya akan mempersiapkan diri untuk itu. Ayo, maju. Namun untuk sekarang, saya masih baru di ONE, jadi saya hanya akan menunggu siapa yang akan mereka hadapkan dengan saya.”

Lito Adiwang attacks Senzo Ikeda at ONE: CENTURY

“Thunder Kid” mungkin mengincar tahta teratas dalam divisinya, namun ia memiliki niat menghadapi Juara Dunia saat ini – yang juga adalah rekan latihannya yang lain, Joshua “The Passion” Pacio.

Persaudaraan yang terjadi diantara anggota Team Lakay membuat laga antar mereka menjadi sesuatu yang sangat sulit dibayangkan, maka Lito akan setia menunggu kesempatannya saat rekannya itu menempati posisi teratas.

“Untuk saat ini, saya tidak memikirkan itu,” katanya.

“Jika saat itu tiba, maka kita akan memikirkannya. Namun untuk saat ini, kita memiliki [berbagai] kompetitor yang bagus dalam divisi saya, jadi biarlah saya menghadapi mereka.”

Baca Juga: Hasil Lengkap Kartu Pendahuluan ONE: CENTURY PART I