Berita

Kulabdam Merefleksikan Diri Setelah Tekanan Debutnya Di ONE

11 Sep 2019

Bagi “Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai, tantangan terberatnya dalam karirnya mungkin adalah debutnya bersama ONE Championship pada hari Jumat, 6 September.

Dalam ajang ONE: IMMORTAL TRIUMPH di Ho Chi Minh, Vietnam, superstar asal Thailand ini berjuang melawan Bobo “The Panther” Sacko – seorang Juara Dunia WPMF Muay Thai dan salah satu kompetitor terkuat dalam ONE Super Series sejau ini.

Terlepas dari lawan yang dihadapinya di Phu Tho Indoor Stadium, atlet berusia 20 tahun dari Surin ini meraih keputusan mutlak para juri untuk memulai karirnya dalam divisi bantamweight dengan baik.

Kulabdam tampil dalam kontes ini dengan pengalaman sebagai dua kali Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai dengan rekor 60-10-5, tetapi ia tetap mengakui bahwa ia sempat gugup saat tampil pertama kali di atas panggung dunia.

“Itu adalah pengalaman mengesankan bagi saya. Saya senang, tetapi juga sangat gugup,” katanya.

“Para penonton [saat itu] sangat luar biasa, dan rasanya menyenangkan mendapatkan dukungan mereka. Walau saya berlaga jauh dari rumah, tetapi saya merasakan sedikit tekanan karena ini adalah pertama kalinya saya berlaga bersama ONE.”

Ketegangan pria yang menerima penghargaan Sports Writers Association Of Thailand Fighter Of The Year tahun 2017 ini segera hilang saat ia mulai tampil menghadapi lawannya asal Perancis dan mendaratkan teknik paling berbahaya miliknya.

Sepasang pukulan kiri yang berbahaya menggoyahkan Bobo dan memaksa wasit menghitung sampai delapan, yang memberikan Kulabdam keuntungan besar sampai laga ini berakhir.

“Setelah [hitungan] itu, saya merasa yakin dapat mengalahkannya. Apapun yang terjadi, saya mengetahui saya akan menang karena saya tidak akan jatuh,” jelasnya.

“Saat ia bangkit kembali, saya tidak terfokus menjatuhkan atau menyelesaikan laga itu. Saya hanya ingin menjaga momentum dan tidak ceroboh.”

Thailand's Kulabdam steps in with an elbow

Itu adalah momen paling signifikan dalam laga tersebut, tetapi yang menjadi kejutan bagi banyak orang, saat itu bukanlah akhir dari “The Panther.”

Pria asal Paris tersebut mampu bertahan dan mulai nampak berbahaya selama pertandingan berlanjut, terutama ketika ia menggunakan tinggi badan dan jangkauan panjangnya.

Kulabdam menjelaskan bahwa ia memiliki strategi untuk mendaratkan tendangan ke arah kaki dan melanjutkan dengan pukulan untuk mengatasi postur Bobo, tetapi ia harus melontarkan serangan dengan kekuatan tambahan, dan inilah salah satu faktor yang membuatnya sedikit lebih lemah dalam ronde terakhir.



“Pukulannya sangat kuat dan ia sangat baik dalam posisi clinch. Setelah ronde pertama, tim saya menyarankan untuk berhati-hati dengan semua itu,” katanya.

“Setelah ronde kedua, saya menerima beberapa pukulan dan tidak menyangka akan sedikit lelah. Itu cukup aneh, karena tiga ronde lebih melelahkan dari lima ronde, tetapi saya kira kemeriahan malam itu sangat berpengaruh.”

“Saya merasa bahwa saya menang pada ronde kedua, dan mengetahui bahwa saya memiliki keunggulan saat masuk di ronde ketiga. Rencana saya pada ronde itu adalah untuk tidak ceroboh dan menjaga momentum saya.”

“Saya merasa bahwa saya menang di awal, tetapi ia menang pada akhir ronde ketiga. Saya tidak khawatir karena mengetahui bahwa ia tidak dapat menjatuhkan saya dan bahwa keunggulan saya cukup untuk meraih kemenangan.”

Terlepas dari kesulitan yang ia hadapi, “Left Meteorite” sangat senang untuk tampil dalam “The Home Of Martial Arts” untuk pertama kalinya dan memberi para fans sesuatu yang dapat ia tampilkan di dalam ring.

Saat ini, setelah ia menemukan pijakannya dan melewati ujian berat yang pertama, ia yakin akan melaju dan memberikan penampilan yang lebih baik kedepannya.

“Saya rasa saya telah menunjukkan gaya [bertarung] saya dengan baik dalam laga ini, serta memanfaatkan tendangan ke arah kaki dan pukulan saya dengan baik,” sebutnya.

“Ini bukan penampilan terbaik saya, tetapi saya berjanji laga saya berikutnya akan semakin baik! Saya tidak sabar untuk kembali. Saya rasa sebagian besar adalah kegugupan sebelum berlaga, dan bahwa saya membutuhkan pengalaman lebih bersama ONE.”

“Saya ingin tetap berlaga bersama ONE, pengalaman ini secara keseluruhan sangat luar biasa, Saya menyukai tiap menitnya!”

Baca lebih banyak: Bersama ONE, Kulabdam Percaya Dapat Lebih Baik Dari Sebelumnya